Efisiensi Waktu & Toll Trans Jawa

Sejak adanya jalan Tol Trans Jawa jarak tempuh Jakarta ke Sleman kurang dari sembilan jam. Itu pun sudah termasuk waktu istirahat dua sampai tiga kali. Seolah waktu dapat diganti dengan rupiah. 

Total Rp. 378.000,- sebagai pengganti pemangkasan waktu tempuh yang semula sampai dengan 14 jam ( termasuk istirahat). Perjalanan Jakarta ke Sleman Yogyakarta kali ini, menerabas suatu pendapatku adanya efisiensi kehidupan dari kehadiran infrastruktur jalan tol meski harus ditebus dengan rupiah. 

Kamis, 3 September 2020, gerbang keluar tol Bawen menjadi pilihan untuk menuju Ke Sleman Yogyakarta keberangkatan Depok Jawa Barat . Berada di ruas tol Semarang Solo, gerbang tol bawen menjadi kali pertama dimana sebelumnya pada 19 Agustus 2020, aku melewati exit tol Boyolali.

Hitung hitungan dari 378.000 antara lain lepas gerbang Tol Kali Kangkung, diperlukan saldo e toll senilai Rp. 15.500 (bayar di Bawen). Sebelumnya dari Gerbang Palimanan ke akhir ruas tol semarang batang, memerlukan saldo e toll senilai Rp. 217.500 (bayar di Kali kangkung) 

Sejak dari rumah yang lokasi berada di wilayah administrasi Beji Depok Jawa Barat, aku dan keluarga mengawali perjalanan dari gerbang tol krukut 2 (ruang tol Sawangan). Sesampainya di gerbang tol Cilandak Utama 2 (ruas tol jorr) pada jam 05.39, bayar Rp. 22.500, untuk dapat bergabung pada ruas tol lingkar luar Jakarta.

Saat ini, pada persimpangan jalan tol cikunir telah terhubung dengan gerbang Japek. Sesampainya di gerbang Cikampek Utama, bayar Rp. 15.000, – Setelah kali kangkung, tol Palimanan menjadi tempat bayar yang paling banyak kedua yakni Rp.107.500,- terhitung dari Cikampek Utama. 

Akhirnya, efisiensi waktu hadir dengan adanya infrastruktur jalan tol dan tebusan ratusan ribu rupiah. Sampailah tulisan ini dengan renungan “apa di masa mendatang, kehidupan terus mencari bentuk efisiensi?” dan apakah setiap bentuk efisiensi harus ditebus dengan rupiah?

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar