
Senagnya hatiku, turut menjadi bagian dalam inisiasi peningkatan Indeks Profesionalisme ASN Ditjen Migas melalui diklat metode daring. Keikutsertaanku pada diklat Self Assesment di 23-25 September 2020 adalah kali kedua. Baca juga ilustrasi diklat daring ke-1 di tanggal 11-13 Mei 2020 pada tautan 👇 https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/05/13/arsip-digital-video/?preview=true
Melalui acara tersebut, aku pun berkesempatan bersilaturahmi tatap wajah PNS Ditjen Migas yang memiliki masa kerja 5-10 tahun. Tidak seberapa dari total 600 orag pegawai, namun kesempatan sangat jarang bisa kulakukan di lima tahun terakhir di Gedung Ibnu Sutowo.
“Nurul, Sibuk tak…… Iya ini sekalian ada assesment kriteria 5 sd 10 tahun di migas, aku mau liat potensi pegawai jadi perlu assesment, Krn ada yg tak bisa nurul aja, aku buat data base juga kedepan” terang pejabat pengawas urusan kepegawaian, bu Hening melalui gawai sehari sebelum pelaksanaan.
Tanpa pikir panjang, aku pun mengiyakan tawaran tersebut meski laptop di rumah masih terasa jadul. Alhasil dipaginya, dengan sedikit ribet saat proses instalasi aplikasi zoom, aku berhasil join. Namun sayang hanya mendapati kalimat akhir dari sambutan pembukaan Kabag Umum Kepegawaian dan Organisasi, Bapak Mukti Yunarso.
Melibas hari pertama diklat, tersisa rasa bahagia dari serunya canda riang dinamika kelompok dalam berdiskusi. Terlebih mendapat hal baru terkait metodologi penilaian karakter serta kondisi kepribadian atau sifat seseorang melalui analisa tulisan tangan.
Grafologi, satu pendekatan ilmiah dan keilmuan dari bangsa barat. Sejak ratusan tahun lalu, disiplin grafologi telah berkembang di eropa. Dan menurut pengasuh Grafologi asal Bandung yang dipanggilnya Kang Boku (Yasino Milyard), grafologi menjadi satu diantara banyak tools untuk assesment pembinaan sumber daya manusia.
“Seni othak athik gathuk iki sih🤪, lhayo padha ro maca betaljemur🤣, luwih sekti timbang 🤭ustad danu” komentar mas arief via japri kepadaku. Sepakat dengan seniorku, alumnus perminyakan ITB, mas arief. Bahwa kesan pertamaku mendapati pendekatan ilmiah pembacaan karakter dan kepribadian seseorang melalui analisa tulisan tangan(Grafologi), seperti seorang guru spiritual jawa yang menafsirkan primbon. Satu diantara primbon itu BetalJemur.
Perenunganku dari sepertiga diklat self assement, apapun pendekatan atau metodologi baik yang disebut ilmiah maupun klenik, potensi manusia itu berada pada diri manusia itu sendiri (menjadi diri sendiri). Meski akhirnya direspon oleh pelaku klinis psikologi, kang santos sekaligus moderator diklat.
“tidak semudah yang dikatakan, untuk menjadi diri sendiri bersamaan dinamika kondisi serta tantangan pekerjaan“
Setelah Grafologi sebagai tools yang bersifat subyektif. di hari kedua, sajian diklat mengajak para peserta untuk mempergunakan pendekatan DISC untuk memetakan kararter kepribadian seseorang. Dengan pendekatan DISC diharapkab mampu secara obyektif memetakan karakter dab kepribadian orang.
Sesi tanya jawab, aku utarakan simpulanku bahwa Nyatanya otak bawah sadar menuntun seseorang untuk menunjukkan kepribadian tertentu. Bahkan ternyata, kondisi lingkungan pun sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Yang kemudian aku simpulkan hanya terkait dengan cara dalam bersikap dan mengambil pressisi setepat mungkin dalam menyikapi kondisi.
Diluar perkiraanku, simpulan keduakupun terpatahkan kembali dan dibahasakan oleh medoretor, kang Santos yg fasih memantik diskusi dengan kalimat kalimat provikatifnya. Bahwa yang menjadi tantangan adalah terbangunnya willingnes untuk mengkonfirmasi berbagai pihak atau berbagai kondisi atas profesionalitas dalam peran pada institusi.
Akhirnya, lepas hari kedua, sampailah perenunganku pada simpulan logika yang terlalu mudah diChalange atau dipatahkan oleh pelaku klinis psikolog. Dari sinilah semakin terkuak bahwa diklat self assessment yang berjudul “Pengembangan Self Knowledge untuk Meningkatkan Profesionalisme” bersama partnerinc, dapat menjadi satu pijakan untuk menerabas pemetaan potensi kecenderungan seseorang dalam peran masing2 di Institusi, termasuk pengisian jabatan.
Pun dengan pengisian 19 lembar pertanyaan dengan pendekatan Orpheus. Tools dalam mengukur kepribadian dan Integritas karakter individu dan mengungkap preferensi dan sikap individu saat ini terhadap aspek aspek tempat kerja.