
Industri 🏠Baja Krakatau Steel dan sejarah Sultan Ageng Tirtayasa membawaku pada jarak 122 KM dari Jakarta. Begitu pula cerita inovasi kearsipan kebencanaan (banjir) yang menghadirkan piala🏆 untuk gagasannya. Pun kiprah alumnus kontestasi arsiparis teladan nasional, tersirat korelasi visitasi kearsipan Kota Cilegon.
Dari Kota Baja bermotokan “akur sedulur, adil dan makmur” tergores kisah inspirasi kearsipan. Kisah hadirnya kearsipan di tengah kebutuhan masyarakat dan keteladanan arsiparis sebagai tenaga profesional.
Kearsipan di tengah masyarakat kota Cilegon di tahun 2019, mampu menginisiasi penyelamatan ratusan aset rakyat dari ancaman kerusakan akibat bencana banjir.
Tak heran, terdapat keteladanan arsiparis mampu mempertemukan ANRI Cq. program penyelamatan arsip bencana dengan kebutuhan masyarakat Kota Cilegon. Sebagaimana penuturan arsiparis muda, Mas Sigit yang juga sebagai alumnus Kontestasi teladan di tahun 2014.
Keteladanan Arsiparis bisa jadi menerabas kompetensi dan kepercayaan diri sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti halnya arsiparis penyelia, Mbak Wido yang sejak 10 tahun terakhir yang mendapat kepercayaan mengawal program anggaran dan kegiatan di kantor tersebut.
Saat datang di Kantor Perpustakaan dan Daerah (KPAD) kota Cilegon, dua kupingku mendapati kiprah alumnus ARTELNAS sekaligus ahlimadya kearsipan UGM Yogyakarta sampai akhirnya dilantik menjadi arsiparis daerah Kota Cilegon di 2010.
Dua belas tahun meniti jalur tenaga pengajar di salah satu kampus di Kabupaten Serang, Mbak Wido tidak begitu kesulitan dalam mengakselerasi performa kerja. Berjalan beriringan antara peran arsiparis dan staf kedudukan suporting pimpinan kantor (manajemen).
“aku mendapatkan penugasan urusan perencanaan program kegiatan anggaran, selain dalam jabatan arsiparis” tutur mbak wido alumnus arsiparis teladan nasional tahun 2016. Meski peran arsiparis, empat kali pergantian dan suksesi Kepala Dinas, terus dipercaya sebagai staf suporting saat kantornya berhubungan dengan Dewan (legislatif).Â
Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi protretku terkait inovasi LKD Kearsipan terbaik nasional kategori Kabupaten/Kota di Tahun 2019. Penghargaan tingkat Nasional versi Lembaga Kearsipan Nasional diterima oleh KPAD Kota Cilegon. Kota yang sempat menjadi bagian wilayah administrasi Serang sejak tahun 1986.
Selain itu menjadi potret kecenderungan para arsiparis dalam pengembangan karir. Arsiparis mutlak berada pada urusan kearsipan, namun tidak menutup kemungkinan menerima tantangan pada urusan lain. Karena kearsipan perlu simpatisan dari bekas militan.
Baca juga tulisanku sebelumnya, kembalinya arsiparis setelah belasan tahun menjalani tantangan karir jalur struktural pada tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/09/setia-di-kearsipan-demi-reformasi-birokrasi-di-lapan/?preview=true
Kearsipan pun tumbuh dan kembang tatkala mendapat sentuhan berbagai pendekatan kepemerintahan. Termasuk di dalam perencanaan, program anggaran kegiatan. Semoga berkenan.