
Kegiatan infrastruktur migas kolaborasi Kementerian ESDM Cq. Ditjen Migas, DPR RI, Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan sasaran di tahun 2020 menjadi satu diantara inisiasi menghadirkan negara untuk rakyatnya.
Nampak di gudang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada Kelurahan Bone Halang Kecamatan Benteng, 1.358 unit Paket Barang Milik Negara (BMN) konversi BBM ke BBG untuk Nelayan sasaran. Gudang penyimpanan sementara disediakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar. Setidaknya untuk sebulan sampai dengan selesai distribusi (dirakit dan di pasang) pada kapal/perahu para nelayan.
Proses pendistribusian sarana Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran ini akan menciptakan arsip, satu diantaranya berupa daftar nama, alamat nelayan, dan tanda tangan setiap nelayan. Seluruh nelayan yang ditetapkan sebanyak 1.358 orang di Kabupaten Kepulauan Selayar harus membubuhkan tanda tangan sebagai bukti bahwa Paket BMN sebagai sarana konversi BBM ke BBG telah diterima dengan baik.
Nantinya daftar tersebut akan diperiksa kembali oleh Pengelola BMN Ditjen Migas sebagai data dukung penelitian serah terima BMN, setelah mendapatkan persetujuan Hibah oleh Pengguna Barang, sebagaimana ketentuan yang tersurat dalam Peraturan Menteri ESDM No. 1 tahun 2019 tentang Tata cara Hibah BMN di Lingkungan Kementerian ESDM yang sejak awal pengadaannya akan dihibahkan.
Disisi lain, kehadiran negara untuk rakyat melalui pemanfaatan gas sebagai bahan bakar penggerak mesin perahu menjadi rekaman kegiatan infrastruktur migas. Gas Bumi berjenis LPG kemasan 3kg paket Perdana yang dikombinasi dengan pengembangan teknologi konventerkit telah dirasakan para nelayan kecil. Hal ini dapat dimaknai sebagai stimulus perekonomian pada komunitas nelayan pengguna mesin sampai dengan 5GT.
Menurut penuturan, Zul Janwar selaku Kepala Bidang pada Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, komunitas nelayan yang telah terverifikasi melalui program kartu nelayan Kementerian KKP mencapai lebih dari 6.000 orang.
Hampir separo sejak 2018, paket BMN konversi BBM ke BBG disasarkan ke Nelayan Kabupaten Kepulauan Selayar mencapai lebih 2.500 unit. Ribuan orang yang menggantung kegiatan ekonomi keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan yakni Benteng, Bontomanai, Bontohoru, Pasimasunggu, Pasimarannu, Bontosikuyu, Buki, dan Bontomatene, terekam sebagai kegiatan infrastruktur migas.
Akhirnya, tulisan ini menjadi jejak peran arsiparis, si penjaga rekaman kegiatan. Kegiatan yang menghadirkan negara untuk kesejahteraan rakyat. Tentu suatu kegiatan yang akan menjadi memori kolektif bangsa seiring memori masyarakat dalam bait lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut“
Satu pendapat untuk “Memori Infrastruktur Migas Nelayan Selayar”