
Disela perjalanan ke Selayar, menyelam di pantai Punagaan Selayar dapat menjadi pilihan. Beberapa spot pantai ⛱ di Kepulauan Selayar cukup eksotik dan masih menunjukkan keperawanannya. Misalnya di Pantai Punagaan dimana masih dikelola warga setempat, menyajikan wisata alam bawah laut dangkal dengan keindahan terumbu karang.
Kemampuan menyelam amatiran yang kupunyai, tidak menyulitkan untuk melihat habitat dasar laut dangkal. Kedalaman pantai yang bersahabat menjadi andalan anak dan remaja untuk memburu hiburan. Cukup berbekal kacamata selam sewaan, atau seperangkat snorkling, mata kita disodorkan keindahan ekosistem dasar laut ciptaan Allah.

Jumat, 30 Oktober 2020, aku berkesempatan menyambangi Pantai Punagaan Selayar. Lepas Sholat Jumat di Masjid Baitul Makmur dan santap ikan Sunu bakar belah di Kuliner Pelabuhan Benteng Selayar Bonehalang, cukup menempuh perjalanan kendaraan roda empat selama satu jam.
Pantai Panugaan menjadi saksi kali pertama mataku menembus keindahan terumbu karang dan ikan berwarna indah. Meski tak lebih dari 15 detik tiap kali selam, namun sensasi melebihi penglihatan pada televisi.
Lepas terasa capek, aku pun beranjak untuk mencari penginapan semalam sebelum besok sabtu 31 Oktober 2020 harus kembali ke Jakarta. Pilihan Norsyah Resort. seharga Rp. 650.000 per malam, aku isi berdua dengan teman sekantor.

Menjelang terbenam matahari Sejenak suara genset kontraktor jalan, sejenak mengacaukan keheningan malam di resort ini. Gegap gempita pembangunan infrastruktur jalan, terlihat pula di seberang pulau celebes. Pelebaran dan pengerasan jalan dari tangan Provinsi untuk memberikan menstimulus kepada Kabupaten. Meski terkadang perhatian itu masih sulit dicerna di otak rakyat kecil, oleh karena pola pikir rakyat yang berkutat pada faktor perut.
Keheningan malam mulai merayap seiring menghilang suara jenggeret. Desakan sinyal demi menghubungi keluarga, menarik mendatangi resto pada resort Noorsyah yang menyediakan wifi. Semangkuk indomie rebus plus telur dilengkapi teh panas mengharmoni badan sebelum beranjak tidur. 23.35 WITA, aku pun mulai memejamkan mata di perpaduan demi tenaga penerbangan kembali ke Makasar.