Kuliner, Warteg

53 sajian di jam sarapan sebelum sampai ke kantor, menohok mataku. Kagum sekaligus berwisata kuliner, pikirku pagi itu. Persis di Jalan Kemang Timur Jakarta Selatan, terhenti karena panggilan perut. Meski hanya sayur sop berisi kubis, buncis dan wortel ditambah lauk teri yang kupesan, tapi sajian di dalam almari kaca menghibur selera makan.

Selain sayur, bermacam macam lauk di etalase melegenda. Ya…legenda layar sentuh yang sering diucapkan banyak orang. Saat jari kita sentuhkan, keluar lauk dan sayur sesuai yang diinginkan. Bermacam sayur dan lauk meski berbahan sederhana.

7 menu berbahan telur diantaranya telur asin, telur rebus, telur ceplok, telur dadar, telur bulet disambal, telur puyuh, dan telur ceplok disambelin. Tentu pada memori anak perantauan, telur menjadi lauk istimewa setelah tempe.

14 menu tersaji dengan tambahan tujuh jenis olahan berbahan tempe. Menu itu ialah tempe polos goreng, tempe bertepung goreng, oseng tempe+kacang, oseng tempe+pare, jipang+tempe, kering tempe+teri, dan tempe bacem. Tempe menjadi teman setia dikala tanggal tua. Mungkin berbeda kala awal bulan, si anak perantauan akan menjajal menu laut di warteg. 

25 sajian menu setelah ditambah menu laut. Menu itu antara lain kerang, udang, cumi, cuek, kembung, tongkol goreng, tongkol sambel, dan cuek+sambal, teri kecil, dan teri besar/ikan asin. Selain hewani, terdapat lauk nabati yang menjadi pilihan seperti perkedel, sambal kentang, terong goreng, jamur goreng, tahu kuning goreng, dan tahu bacem.

31 sajian, termasuk lauk non hewani mungkin terasa sedikit. Masih ada olahan sayuran seperti tahu+sawi hijau, sawi putih, kecambah, tahu+kecambah, gambas/oyom+wortel, sayur nangka, bayem+jagung, jamur, kangkung, dan sayur sop. So, si vegetarian pun masih bisa mengandalkan warteg. 

41 sajian setelah ditambah olahan sayur. Tak sampai disitu, lauk berprotein seperti lele goreng, ikan mas, ikan nila pun tersaji di warung yang aku singgah pagi itu. 

44 sajian di etalase itu terus ditambah seiring juru masak yang selesai mengolah. Selanjutnya masih tersaji menu lain yaitu kikil, usus, ayam goreng, ayam bakar, ayam gulai. 

49 sajian setelah ditambah lauk terakhir, belum juga mengakhiri juru masak di warteg Jaya Bahari atawa disingkat WJB. Pelengkap hidangan seperti gorengan seperti tahu isi dan bahwan/bala bala, sambel tomat dan soto tentu menyibukkan penjaga warung. 

53 sajian makanan lauk, sayur dan pelengkap mengakhiri kekagumanki atas kehebatan  servise penjaja warung untuk para konsumen. Jumat, 20 November Warteg Bahari.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar