
Penjaga banjir Megapolitan, Situ Bojongsari menjadi satu diantara 33 wadah air yang berada di Kota Depok. Selain di bogor, hulu siklus hidrologis Ibukota Jakarta berada di Depok. Bahkan Situ sebagai wadah genangan air permukaan dan air tanah baik terbentuk alami maupun buatan, menjadi bagian dari menjadi warisan dunia (Jabodetabek-Punjur)
Baca juga Perpres No. 60 tahun 2020 https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/05/03/jabodetabek-punjur/?preview=true

Sepedaan yang mengambil spot Situ Bojongsari. Lokasi berada di dua kecamatan yakni Sawangan dan Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Jawa Barat. Jarak tempuh 23 KM pulang pergi (VTB-Situ Bojongsari) telah mengaburkan perdebatan antar goweser tentang jalan tanjakan. Terlarut selama hampir 180 menit (6.20 – 9.05 WIB) di hari Minggu, 22 November 2020.

Baca juga https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/11/08/sepedaan-alun-alun-depok/?preview=true

Akhirnya, terkuak luasnya dimensi sepedaan. Selain inisiasi jalinan keakraban, dan penjagaan kebugaran fisik demi menyikapi pandemi COVID19, terantuk pada rasa syukur atas penciptaan bumi bagi orang yang mau berfikir. Ajakan berpikir tentang tata ruang kota Megapolitan (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi -Puncak dan Cianjur),sebagai warisan dunia.
2 tanggapan untuk “Sepedaan Setu Bojongsari, Depok”