Bengkel Mahal vs Murah

Mahal, perawatan motor di bengkel resmi. Setelah menjajal bengkes Ahass, aku pun tertarik untuk ke bengkel biasa. Jaya Sakti motor, di pinggir halte Jatipadang Jakarta Selatan pada hari Selasa 24 November 2020. Dengan motor vario 110 lepas 5 jam berada di kantor, aku pun mendapat kesan perawatan mahal di bengkel resmi. Sehari sebelumnya, servis motor scoopy 👇 👇 

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/11/23/bengkel-ahass-scoopyku/

Meski settingan mesin kurang memuaskan, karena kebetulan mendapatkan montir training,  kudapati fakta perawatan Mahal VS Murah. Bahkan bukan pada jasa servise yang katanya dimontiri oleh lulusan sekolahan. Ternyata terdapat selisih pada harga suku cadang.

Perbedaan harga oli mpx2 dengan merk dan liter yang sama, sampai dengan 5.000 rupiah. Begitu juga dengan oli gear 120 ML, memiliki selisih harga 2.000 rupiah. Pada suku cadang yang aku kurang yakin kesamaan seri dan merk, diantaranya Grease CVT selisih 10.000, harga roller selisih 10.000, kanpas ganda selisih 27.000 dan karet ganda selisih 15.000.

Dari selisih harga pada suku cadang diatas, masih terdapat ongkos pasang atau jasa servise senilai 40.000 sehingga menjadi 109.000 rupiah. Tentu selisih harga tersebut menjadi pertimbangan untuk menentukan perawatan motor ke depannya. 

Pengecekan CVT pada kedua motor matic memang baru sekali seumur umur. Scopy tahun 2013 dan vario tahun 2015, hampir dibilang terlantar. 57 ribu KM pada Scoopy dan 36 ribu KM pada Vario 110 menunjukkan jarak tempuh rumah ke kantor selama tujuh dan lima tahun. 

Akhirnya, perawatan murah vs mahal ala bengkel resmi dan bengkel biasa menjadi sisi pandang biasa saja. Meski mahal, bisa dibilang Scoppyku baru dua kali masuk ke bengkel resmi itu. Selain itu, kedua motor matic itu hanya berganti oli saja yang mungkin juga tidak terjadwal. Terkadang melebihi 2.000 KM dan terkadang melebihi dua bulan. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar