
Menjadi tantangan selanjutnya adalah pengumpulan dedaunan. Selain mesin pencacah yang harganya 2,6 juta, terdapat tantangan untuk bisa konsisten menjalankan project sosial ini. Lima unit composterbag yang telah terisi, perlu ditambahkan cacahan daun kering.
Menapaki minggu keempat dalam Project pembuatan kompos, terfikirkan strategi dalam pengumpulan daun kering. Sabtu, 28 November 2020, lepas jamaah sholat subuh aku bersama haji Syamsudin berhasil nekat mengambil daun di bundaran. Dibawah pohon karet kebo yang akan ditebang pada hari ini, dua karung daun kering cukup untuk dicacah. Hasil cacahan, cukup membuat Bag composter kembali padat.
Akhirnya, aku pun perlu meneguhkan diri sebagai seorang yang peduli lingkungan. Bukan hanya karena kebiasaan potong rumput dan memanjat pohon, juga bukan Trade mark “hobi kerja Bhakti”, sampai tak terhitung hari libur untuk merawat fasos/fasum perumahan, atau yang terbaru menghijaukan kembali taman setelah pembangunan mushola, dan kini project kompos. Semoga tetap konsisten