Taman Kukusan Beji Depok

Ruang terbuka, layaknya taman ⛲ tentu menyiratkan peradaban kehidupan manusia. Fasilitas sosial yang biasa ada di setiap perumahan menjadi ajang bersosialisasi antar sekaligus sebagai tata ruang daerah pemukiman manusia. Bahkan, gaung taman bungkul yang diinisiasi oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini telah mencatatkan di kancah nasional sampai internasional. 

Pun tak jauh dari Kelurahan Tanah Baru pun sebagai wilayah bermukimku, terdapat Taman Pratama yang selalu ramai sebagai fasilitas bermain anak yang murah meriah. Taman menunjukkan perannya sebagai sarana yang mencirikan peradaban kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Tentu itu sebelum datangnya masa pandemi COVID19. 

Tak bedanya dengan Taman Kukusan. Setelah mengantar anaku (Thole) masuk ke ruang kelasnya, laju Scoppy mempertemukanku dengan Taman Kukusan. Taman yang tidak begitu luas namun memikat pandangan. Desain apik dengan jembatan diatas kolam, ayunan dan permainan lain, serta tempat duduk yang masih terkesan baru menghentikanku sejenak.

asyik nih, ajak Rara yang baru belajar bersosialisasi di taman Kukusan” pikirku sembari mengambil gambar dari gawai. Terlebih terdapat fasilitas cuci tangan dan dua saung sebagai tempat menghindari kepanasan. Di atas tanah yang terpasang PLAKAT bertuliskan Tanah Dikuasai Pemerintah Kota Depok itu, tersedia taman ruang terbuka sejak tahun 2019. 

Akhirnya, penyusuran gang yang menghubungkan rumah kost atawa wisma mahasiswa sewaan di kelurahan Kukusan Beji Depok Jawa Barat pada senin, 30 November 2020, kutemukan Taman Kukusan. “mungkin taman ini sebagai cara mewujudkan manfaat pajak rumah kost yang telah menjadi sumber pendapatan kota Depok” pikirku.

Baca juga https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/11/19/kota-depok/?preview=true

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Satu pendapat untuk “Taman Kukusan Beji Depok

Tinggalkan komentar