Coblosan, Peradaban Kuno

Coblos gambar dengan paku, dianggap sebagai peradaban kuno. Pada hari Rabu, 9 Desember 2020, aku pun mengikuti peradaban kuno tersebut. Meski dibilang kuno, namun Coblos dengan paku pada gambar pasangan calon pemimpin menjadi gerbang pergantian suksesi kepemimpinan di Indonesia. 

Tahun lalu tepatnya di bulan April 2019, aku berkesempatan menjadi bagian panitia pencoblosan dan mengambil hak Coblos sebagai satu dari warga Indonesia. 👇 👇 https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/19/jaga-tps-pemilu-2019/?preview=true

Memaknai kata “kuno“, memang perlu berada pada beberapa sudut pandang. Nyatanya di Era Industri 4.0 ini masih disepakati banyak pihak dan dituangkan dalam peraturan negara Indonesia. So, kuno itu karena diukur waktu lampau, atau kuno karena cara yang sangat mudah dan belum dibumbui teknologi??

Selain mencoblos, peradaban kuno lainnya ialah tanda tinta pada jari si pencoblos. Bekas tinta dari mencelupkan beralih ke meneteskan. Sah, sekali hak coblos setelah ada tanda tinta pada jari atau kuku. Satu warga bersyarat pencoblos dengan satu kali hak/kesempatan mencoblos. 

Akhirnya, dari Kelurahan Tanah Baru pada Kecamatan Beji, coblosan sebagai peradaban kuno ini menjadi ketiga kali bagiku. Satu pemilihan Gubernur Jawa Barat, kedua pemilihan Presiden, DPR RI, DPRD, dan DPD. Dan yang ketiga adalah Pemilihan Walikota Depok.

Semoga dengan mencoblos hari ini, terpilih kepemimpinan yang legitimate (terakui dari mayoritas gambar paslon yang tercoblos). Tatkala kepemimpinan terakui, maka terlupakanlah peradaban kuno (Coblos dengan paku dan tanda tinta pada jari). Akhirnya, kuno itu gak papa (gak mama) juga ya 😅😅😅

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar