
Bagiku, warung Mbah Ndumuk bukan sekedar kuliner. Meski Kabupaten Sleman tumbuh subur wisata lidah, namun kesederhanaan warung selama puluhan tahun mengisyaratkan lebih dari kuliner. Warung yang mencatatkan diri kesetiaan kepada masyarakat sekitar. Ya…mendapuk warung sebagai sarana melayani kebutuhan perut untuk masyarakat sekitar.
“Mbah Ndumuk” mengindentikan si pendiri warung. Meski hanya sekedar nama, namun eksistensi puluhan tahun meneriakkan arti kesetiaan. Tepat di pinggir Jalan Magelang KM 12, Sleman 55511, berdiri warung sejak puluhan tahun yang lalu.
Masyarakat di sekitar wadas Tridadi Sleman, sampai wilayah Pasar Sleman bahkan seantero kelurahan dalam kecamatan Sleman merasakan keberadaan bakmi mbah ndumok. Seperti aku yang merasakan layanan kesederhanaan warung itu. Jam makan sahur di tahun 2002 – 2005 sangat beruntung mendapati warung cepat saji seperti mbah Ndumuk.
Rumahku di Sucen Triharjo Sleman tak begitu berjarak untuk menuju ke warung mbak Ndumuk. Bakmi goreng, Nasi Goreng, dan Bakmi Godhog cukup melegenda buatku untuk pengantar puasa di ramadhan.
Satu pendapat untuk “Warung Bakmi Jogja Mbah Ndumuk”