
Bermain di pematang sawah, mencoba keseimbangan dengan berjalan pada parit paritnya. Menjadi pengalaman pertama mereka. Raut muka keasyikan dan kepuasan mendekat dengan alam. Meski tak seberapa dengan anak anak kuat lainnya.

Anak kuat? Ya….mereka adalah anak anak petani atau anak buruh sawah di Yogyakarta. Bukan sekali dua kali layaknya outbobd yang dijalani siswa sekolah medorn, adrenalin anak penatani gurem meningkat dengan keluasan kesempatan.
Setidaknya, memberikan kesempatan kepada anaku sampai di parit sawah. Tanaman 🌾 padi yang belum berumur menyaksikan tertanamnya memori kebahagiaan. Semoga bahagia dengan sederhana, tanpa kemana mana, cukup di sebelah rumah kakek neneknya.

Akhirnya, Pulang kampung ke 4 di masa Pandemi COVID 19 dengan kekhawatiran bercampur dengan kebandelan untuk tetap menyambangi kampung kelahiran. Tak ada urgensi yang tepat selain mendekatkan dengan keluarga.
- Februari 2020 ke Sleman dengan tema merasa kehilangan saudara “sripah” https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/02/17/sleman-menelisik-peristiwa-kematian/
- Agustus 2020, menguntai kembalinya restu orang tua kepada anak lelaki yang segera menikah https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/08/19/kembali-ke-sleman/
- September 2020, demi persiapan gu rampe melepas adik yang menenpuh tiket pernikahan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/05/java-village-resort-di-sleman/
- Oktober 2020, hari H prosesi kelanjutan nasib di hari tua https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/10/10/pernikahan-panampineng-gesang/?preview=true
- Desember 2020, mengenang memori Sucen Sleman, sampai ke kali Bedhog (arena bermain kala kecilku)