
Masih berasa kah libur panjang di masa Pandemi? Pertanyaan itu menjadi menarik tatkala istilah membunuh waktu atau killing time biasa diisi dengan liburan. Waktu yang dihabiskan di kantor beralih ke keluarga atau rumah atau untuk diri sendiri tatkala libur panjang datang.
Tentu agenda libur panjang biasa diisi dengan liburan, karena perlu usaha untuk bener bener membunuh waktu. Istilah yang sadis sih, tapi memang kalo kita tidak siaga, bisa jadi kita manusia yang terbunuh oleh waktu.
Untung nya masa Pandemi COVID 19 telah mengajarkan kita manusia untuk bersahabat dengan waktu. Hingga tak sadar, melebur istilah sadis “membunuh waktu/killing time“.
Akhirnya, berasa tidak nya libur panjang bukan karena kesiagaan dari sadisnya waktu. Atau bukan karena pelampiasan liburan untuk membunuh waktu. Pandemi COVID 19 yang penuh kewaspadaan transmisi manusia telah merubah makna waktu libur panjang.
Toh, sejak pertengahan Maret lalu, bermalas malasan di pagi hari bukan harus dilalui di liburan panjang saja. Toh tidak kemana mana menjadi kebiasaan selama hampir sepuluh bulan. Toh masa Pandemi COVID 19 telah merubah makna hari libur panjang, bahkan mudik sekalipun.