Hemat Energi Nasional 

Hemat Energi mengandung maksud kebijaksanaan manusia dalam melestarikan alam, pengendalian penggunaan energi, proses pembakaran yang efisien dari pemanfaatan energi primer. 28 Tahun yang lalu, hemat energi dilambangkan dengan warna, segi empat, bulatan, lingkaran, garis dan tangan serta jari kanan. 

8 Januari 1993, Menteri Pertambangan dan Energi  melalui penetapan bernomor 47 menetapkan Logo Hemat Energi Nasional. Segi empat vertikal dengan setengah bagian atas berbentuk bulatan tiga perempat lingkaran terdiri dari:

  1. bulatan bagian atas dilengkapi oleh tiga warna (pelangi) hijau medium, kuning dan merah yang mengandung arti kelestarian alam harus dijaga dan penggunaan energi harus dikendalikan
  2. dalam lingkaran warna merah yang mengarah kebawa berwarna merah kekuning kuningan dengan lima garis putih dari bawah melebar keatas, menggambarkan pemanfaatan berbagai sumber energi primer melalui proses pembakaran secara efisien
  3. Gambar tangan menghadap keatas mulai pergelangan sampai dengan jari jarinya berwarna biru refleksi dengan ibu jari tangan kanan berwarna biru langit melambangkan bahwa efisiensi bergantung pada kebijaksanaan manusia melalui tangan tangan terampil

Kini, Hemat energi bukan sebatas efisiensi namun merengkuh konservasi. Sebagaimana terbaca dari rencana Launching Lomba Hemat Energi Gedung Perkantoran di Kementerian ESDM.

Promosi kesadaran dan partisipasi sektor bangunan gedung dalam upaya penerapan efisiensi dan konservasi energi melatarbelakangi kegiatan termaksud.

Melalui Naskah dinas Direktur Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal Energ Baru dan Terbarukan, gelaran Launching Lomba Hemat Energi Bangunan Gedung Perkantoran pada Kamis 25 Januari 2021, bakal diisi dengan pemasaran Kisah sukses predikat Green Bulding dan Energi Management Building yang digondol oleh gedung Perkantoran Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar