
Menulis dianggap sebagai pekerjaan keabadian. Dengan meninggalkan deskrepsi kejadian dan keadaan dalam wujud tulisan, menurutku dapat diposisilan proses menuju keabadian. Ya…tatkala pengakuan Mat Robbi 14 tahun meniti tugas sebagai arsiparis ANRI Cq. PUSAT jasa Kearsipan yang melakukan pembenahan arsip lintas sektoral, tentu menyiratkan pengalaman luar biasa.
Telepon dari bang Mat Robi malam ini, mengingatkanku kala diminta menulis ilmiah. Terasa stag meski poin poin gagasan telah terskema. “liar dan meluas kemana mana” terang Mat Robbi, seniorku dalam pembenahan arsip. Dengan agak sedikit merendah, Bang MAT Robbi memintaku memotivasi agar segera merilis tulisan pengalaman pembenahan arsip.
Kira2 di pertengahan september, aku diajak sharing dengan beliau terkait project pembenahan arsip di BPH Migas. Secara sadar , ku sampaikan bahwa sangat disayangkan, jika setiap kejadian dan keadaan kearsipan di klien pembenahan arsip selama 14 tahun itu, tidak terdokumentasikan dalam suatu tulisan. Setidaknya sebagai monumen diri arsiparis dalam berkiprah dalam pembangunan kearsipan. Baca 👇 https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/14/konsultansi-pembenahan/
Terlebih dalam setiap penugasan instansi Pusat Jasa Kearsipan ANRI menghasilkan laporan yang terukur dan terstandarisasi. Bahkan bisa dibilang sarat metodologi teknis pekerjaan kearsipan (area manajemen arsip inaktif). Akhirnya, aku pun merasa bahagia tatkala diperkenalkan oleh Bang Mat Robbi, Arsiparis Pusat Jasa Kearsipan yang keluar masuk lintas Kementerian dan lembaga sampai BUMN dalam melakukan pembenahan arsip inaktif.