Sepedaan Bundaran HI

BerNyali, mensyukuri Anugerah Allah atas otot kaki pada injakan pedal sepeda 🚵 menembus 46 KM. Bersama Roda Vit, aku melumat 3.5 jam perjalanan dengan spot Bundaharan Hotel Indonesia. Sejak start dari VTB, 10 KM pertama turun minum di depan Gedung Arsip Nasional.

Sebentar di pinggir Jalan Ampera Raya No. 7 itu, roda vit sengaja berhenti di spot Underpass Mampang Kuningan. Pada memoriku, lepas dioperasionalkan di tahun 2019, kemacetan pada simpang mampang dan simpang Kuningan pun sirna. Super macet pagi dan sore, menjadi pemandangan wajar kala kedua simpang tersebut menjadi akses daerah segitiga emas Jakarta Selatan.

Lepas meneguhkan keyakinan atas stamina di depan Gedung Ibnu Sutowo, spot iconic Jakarta Indonesia (tugu selamat datang) dan jantung Ibukota Negara (Sudirman – Thamrin), terlalu sayang untuk dilama lamakan. Setidaknya dari pengakuan mas Indra, Petugas Keamanan SDIT Izzati yang kali kedua gabung bersama Roda Vit. 

Pemandangan sepeda bagus dan orangnya yang tak kalah elok berada di sepanjang jalan dengan diwarnai gedung pencakar langit di kanan dan kiri, menuntun Roda Vit melewati Track yang direncanakan permanen oleh Gubernur Anis Baswedan. Hingga satu celetuk yang tak sanggup tertahan “kayaknya harus upgrade sepeda” kata Pak Margono (warga taman tanah baru yang mangkin mesra dengan Villa Tanah Baru). Ya… Keramaian di jalur CarĀ Feeday tiap pekan kedua dan keempat itu, membelalakkan kualitas sepeda.Ā 

Roda Vit kembali turun minum, tepat di Depan Masjid Agung Kebayoran Baru yang dibangun 1953. Masjid yang saat ini diberi nama Masjid Agung Al Azhar (MAA) Dari situ terlihat jelas Moda Transportasi LRT (jalur Lebak Bulus – Bundaharan HI) yang juga telah merubah wajah Jakarta menjadi lebih indah. Pun sebelum turun minum ketiga, tepatnya di depan pelataran One Bellpark Fatmawati. 

Akhirnya, di Hari Minggu, 7 Maret 2021 atawa seri ke-17 buatku bersama Roda Vit, mencatatkan rekor terbaru. 46 KM selama 3.5 jam. Selain itu bersama tujuh orang,  jiwa ini perlu sarana dalam merengkuh  sifat Syukur atas Karunia Allah. Seperti kata Gus Baha dari Channel YouTube, ## perlu hati senang untuk merengkuh syukur kepada Tuhan. Dan untuk hati senang, tidak harus melanggar Norma (kemaksiatan). ## cukup dengan Sepedaan šŸ˜šŸ‘ŒšŸ˜œšŸ˜‚šŸ˜‚

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar