
Infrastruktur Gas Bumi untuk pengguna Rumah Tangga, terus dibangun oleh Pemerintah. Melalui Kementerian ESDM Cq. Direktorat Jenderal Migas, Penggelaran Pipa Transmisi Distribusi Gas Bumi sampai pemasangan sambungan ke dapur rumah tangga dialokasikan dengan anggaran negara. Dari rakyat kembali ke rakyat.
Ilustrasi diatas menjadi simpulanku tatkala harus memisahkan bahan arsip dan non arsip di ruang pengolahan. Amplop surat yang masih melekat dari kepala Daerah yang kooperatif menghadirkan energi untuk rakyat Indonesia.
Pun di tengah keasyikan memilah arsip, kedatangan salah seorang staf Direktorat Infrastruktur Migas, Bapak Justin selaku salah satu dari Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jargas. Kedatangan beliau dengan maksud memberikan informasi awal penyerahan rekaman kegiatan pembangunan baik dari kontraktor pembangunan maupun dan PMC.
“Ruang kerja di Lantai 9 (Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas) Gedung Ibnu Sutowo, tidak memungkinkan lagi untuk menyimpan dokumen hasil pelaksanaan kegiatan jargas” tuturnya kepadaku.
Dengan nada sedikit menjelaskan, Aku sebagai arsiparis Ditjen Migas bersedia mengalokasikan space untuk penyimpanan dokumen jargas. Itu sudah aku lakukan bertahun tahun yang lalu tatkala seluruh PPK Jargas sebelumnya menemuiku di ruang arsip.
Akhirnya, aku harus turut bangga bahwa instansi dimana menaungiku dalam peran Jabatan Fungsional Arsiparis telah mengambil peran menghadirkan negara untuk rakyatnya. Meski sebatas peran si penjaga gudang, namun cukup memberi arti kepadaku. Meski belum sekalipun melihat secara langsung pembangunan fisik JARGAS, namun tatkala aku dapat memudahkan penyimpanan arsip, sudah cukup berarti.