
“Tantangan pengelolaan sistem tata cahaya dan tata udara pada Perkantoran berdampak pada Gedung Hemat Energi, selain perilaku para pegawai dan tim gugus hemat energi” menjadi kalimat akhir paparan narasumber pertama, Praktisi Manajemen Building Gedung Hemat Energi ( PT Arkon Pratama)
Di dalam sistem tata cahaya dan udara terdapat potensi penghematan energi. Bahkan buruknya sistem tata udara dikaitkan kemunculan klaster perkantoran pada Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID 19, yang juga berdampak munculnya Sick Building Syndrome.

Kemudian narasumber kedua acara Sosialisasi Lomba Hemat Energi (LHE) untuk Gedung Perkantoran di Lingkungan Kementerian ESDM yang aku ikuti secara daring pada Hari Selasa, 9 Maret 2021 menghadirkan wakil Himpunan Ahli Konservasi Energi (HAKE)
Menurut ahli Konservasi Energi, pengejawantahan konsep energi berkeadilan sebagaimana UU tentang Energi, dapat direngkuh dengan pendekatan SEU (Akutansi penggunaan energi yang menawarkan peningkatan kinerja energi/ISO:50001-2018. Wujudnya Program Audit Energi

LHE yang diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal EBTKE memasuki tahap Sosialisasi tersebut menghadirkan pula Best Praktis yakni Biro Umum Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI menerjemahkan revolusi mental dengan Program Strategis “Kantor Berhias” dengan indikator Ramah, Kearsipan, Efisiensi Energi, Keselamatan Kerja, dan Budaya 5R (Rajin, Resik, Ringkas, Rawat, Rapi)