
Dulu sih belum soto betawi. Sepuluh tahun lalu aku mengenal warung Soto Barokah cabang pasar Pondok Gede di utara perempatan pertanian Jakarta Selatan. Kala libur kerja (sabtu or minggu) kelar joging di Ragunan, berbarengan menyempatkan sarapan soto Barokah.
Soto Barokah, pun langsung akrab dengan lidah jawaku ini. Bagiku, warung Soto Barokah tak semata penjaja makanan penghilang lapar, namun terisi kenangan kebersamaan semasa kos di gang Sawo (Depan ANRI) jalan Ampera Raya Cilandak Jakarta Selatan. Ciri hidangan kuah khas panas ini, cocok disantap di pagi hari. Setidaknya sebelum jam 10 WIB.
Akhirnya, tulisan soto bukan semata mengikuti tren kuliner, namun nyatanya Gus Baha (Kyai Idola terkini) mempunyai sudut pandang “hidangan dan makan sebagai bahasan top di dalam Islam. Bahkan lebih dari logika obat demi terangkat derita sakit. Makan menjadi penting dikala sakit dan dikala sehat.
Tulis tersebut sebelum mengikuti Vaksinasi COVID 19 di Kementerian ESDM padaJumat, 12 Maret 2021