
Tak terhitung permohonan keselamatan dari mulut manusia. Namun, berjuta juta prasangka dan perasaan atas kesulitan. Atau paling tidak ungkapan rasa “kasihan” kepada keadaan atas kesulitan.
Tulisan ini beranjak dari Logika Sang Kyai, Gus Baha (Bahaudin Nursalim) yang diakui para juru agama Islam sebagai Qur’an dan Hadits berjalan. Logika keren dalam menghidupkan doktrin agama Islam. Dunia itu penting, tutur Gus Baha dari Youtube yang aku dengarkan. Bahkan tak segan Ayat Suci Al Qur’an mengajarkan logika kritis mendudukkan kebutuhan pokok yakni makan.
Di kehidupan dunia, manusia akan memahami kebesaran dan keagungan Sang Pencipta. Kehidupan dunia juga mengajarkan makna harapan atas keselamatan. Contohnya, pentingnya kebutuhan makan yang dimaknai sebagai jalan menuju keselamatan. Namun, karena di zaman ini makan sudah biasa, maka manusia di dunia pun telah melupakan betapa kerennya rahmat Allah untuk dapat makan.
Hal hal di atas mengantarkan tulisan ini dalam memaknai ide gagasan Haji Ade Akhyar, ketua DKM Mushola Al Ukhuwah VTB. Terlaksana penyaluran bahan pokok kepada delapan Kepala Keluarga. Selama empat kesempatan (dua kali di bulan Februari 2021 dan dua kali di bulan Maret 2021), peduli sesama Mushola Villa Tanah Baru telah menyalurkan beras, mie instan, telur, minyak goreng, gula, dan sebagainya.
Akhirnya, beranjak dari Mushola, bangunan multi dimensional itu mengajarkanku akan makna menebar salam (keselamatan). Mushola sebagai tempat keberjamahan dalam sujud kepada Allah, Sang Penguasa Jagad raya, diperkaya dengan dimensi sosial dalam peduli kepada sesama. Penyaluran sembako kepada sesama.
Hal itu sejalan dengan ketegasan makna kalimat penuh kesucian yang diartikan dalam bahasa Indonesia “Semoga keselamatan serta rahmat Allah dan juga keberkahannya terlimpah untukmu“, yang mengakhiri tiap ibadah sujud Umat Islam.