Insan Kearsipan pada Memori Kolektif

Saya menuntut peran Insan Kearsipan dalam penjagaan memori kolektif” tutur Pakar Kearsipan sekaligus Dosen UGM, Bapak Machmoed Effendhie. Disampaikan pada Webinar FORSIPAGAMA (forumnya arsiparis di lingkungan UGM Yogyakarta) pada Rabu, 31 Maret 2021.

Tak heran, pasalnya peserta diskusi dalam jaringan (Daring) Google Meet yang disuport oleh Pusat Arsip UGM Yogyakarta tersebut, diikuti puluhan mantan mahasiswa didikan Bapak Machmoed yabg kini berprofesi sebagai arsiparis

Pun dalam memoriku, Kaprodi Diploma III Kearsipan yang saat ini menjadi D IV pernah diampunya setidaknya selama masa kuliahku di tahun 2002-2005. Terakhir mendengar diksi kalimat dari beliau di Tahun 2012 saat seminar Offline, garapan Himpunan Mahasiswa DIII Kearsipan UGM Yogyakarta.

Baca juga http://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/01/perkembangan-paradigma-kearsipan-di.html?m=1

Akhirnya, tulisan ini menjadi bagian kisah diri mengenal kearsipan, satu diantara nya bersama Pak Machmoed Effendie. Tetep sehat bapak, dan terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam klaster Kearsipan.

Tak terlupakan saat satu temen di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bercerita kiprah pak Machmoed sebagai expertis yang mengawal konsensus sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diberikan Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar