
Serba serbi Mushola al Ukhuwah VTB
“Islam bukan hanya aturan, karenanya harus jadi tuntutan” penggalan syair lagu grup Nasyid acapella gradasi berjudul “Islam” itu masih menempel di memoriku. Irama lagu jawa berjudul “Gethuk” menambah lengket di memori seorang jawir seperti saya. Padahal telah puluhan tahun lalu, saat era syiar islam memalui syair nasyid acapella dikala remaja.
Islam memang bukan sekedar ibadah semata. Islam yang dimaknai sebagai jalan hidup, tentu bersamaan lelaku atawa peran dalam kehidupan di sekitar. Sebagai manusia yang tidak dapat dilepaskan dengan kehidupan sekitar, maka kita telah sepakat bahwa pengkondosian kemasyarakatan akan berdampak pada keislaman seseorang.
Hal diatas mengantarkanku untuk menuliskan pemikiran sebelum bertugas sebagai imam dan penceramah di Mushola Al Ukhuwah VTB. Tentu selain mempersiapkan hafalan surat untuk bacaan sholat Isya dan Tarawih sesuai Jadwal ku pada giliran ke sepuluh.
Kecamuk pemikiran isi kuliah tujuh menit berikut, saya dudukan sebagai bentuk persiapan dalam peran di area komunikasi publik sebagai ajang yang dapat dimanfaatkan guna dakwah Islam. Kenapa komunikasi publik, karena waktu yang tepat untuk menyampaikan ikrar dan segala harapan atawa sudut pandang dalam berislam kepada masyarakat sekitarku. Kenapa aku tulis dakwah, ya karena doktrin dalam islam, manusia diperintahkan untuk berdakwah sekemampuan dan sesuai peran masing masing.
Sebelum berlanjut, sebagai bentuk disclaimer, kultum ini mungkin belum dapat dikatakan ceramah agama islam atau sebutan dakwah Islamiyah yang serius. Kultum ini saya maknai hanya sebagai curahan pendapat, atau curhat seorang nurul dalam peran kemasyarakatan dalam berislam saja. Selain bukan juru agama atau ustad, secara pengetahuan metodologi, dalil dan sanad keilmuan islam belum memenuhi kriteria sebagai juru agama.
Bersamaan disclaimer tersebut, maka jadwal kesempatan ini saat pergunakan untuk menyampaikan kesan dalam pemaknaan nikmat islam yang telah diberikan Allah kepada saya. Kontruksi syukur kepada Allah tentu dibarengi dengan ucapan terima kasih kepada sesama manusia. Maka sini saya menyampaikan beribu ribu Terima kasih kepada bapak ibu di Villa Tanah Baru.
Kebersamaan bapak ibu semua di Villa Tanah Baru telah menguatkan keislaman saya. Sebagaimana lagu yang tadi, islam bukan hanya aturan tapi tuntunan. Dengan kebersamaan bapak ibu di Viila tanah baru, saya merasakan peningkatan keislaman.
Misalnya, Berawal dari 31 Desember 2019, awalnya taman kini terbangun suatu bangunan yang bermanfaat dalam berislam. Tepat di angka 240 juta yang 95 persen berasal dari warga villa tanah baru, terbangun mushola yang kemudian diberikan nama Al Ukhuwah menjadi momentum keislaman saya kembali. Sholat berjamaah, saling pengertian dan berbagi antar sesama, sarana berkontribusi untuk kebaikan, dan yang paling kerasa ialah diberikan sarana membunuh waktu dengan mengalihkan fokus cobaan dan ujian hidup. Termasuk saat dapat marah dari istr, atau kenepatan duniawi.
Tentu kita bersama masih ingat romantisme interaksi kemasyarakatan dikala setahun pertama (tahun 2019) masa pembangunan. Berbekal penuh keyakinan dalam berislam, inisiasi pembangunan mushola ini landing sebelum serah terima kepengurusan RT di Bulan Februari 2020.
Kini, mushola yang telah menjadi sarana keislaman dapat dikatakan berkah rasa kebersamaan masyarakat di Villa Tanah Baru. Sampai dengan kepengurusan DKM tahun pertama, puluhan juta dari wakaf atau infaq para jamaah telah melengkapi mushola ini. Tahun 2021 ini menjadi tahun ketiga dimana keislaman mulai bertumbuh seiring peran di operasional mushola.
Endingnya, tentu dalam tingkah laku di Mushola ini tak luput dari khilaf dan tingkah laku yang kurang berkenan. Misalnya terkesan menguasai dimana hobi pengolahan sampah (ketertarikan pada dunia cinta lingkungan) dan nongkrong di pantry mushola menjadi kebiasaan saya di bulan Pandemi ini. Tentu semua butuh permakluman bapak ibu semua, karena harapan kami, dengan banyak meluangkan waktu di Mushola, maka tantangan berikut setelah mushola ini terbangun, dapat terinisiasi.
Apa itu, yakni mengisi dan memanfaatkan mushola agar sebagai sarana bangunan keislaman. Islam yang bukan hanya aturan, namun juga tuntutan kehidupan manusia termasuk warga sekitar. Untuk itu, mohon dapat dibuka kan pintu permakluman dan maaf jika kurang atau belum berkenan di hati bapak ibu warga Villa Tanah Baru.
Demikian, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Satu pendapat untuk “Draft Kultum Ramadhan”