
Ternyata waktu lebih cepat tercapai daripada angka kilometer. Bertambahnya waktu maka akan menambah biaya perawatan sesuai batasan kilometer pada kendaraan.
“Terima kasih Mas Ucu Lahamudin”. Berkat penawaran sales advisor, aku tak harus merogoh kocek terlalu dalam. Paket perawatan kendaraan yang dapat kulakukan hanya dengan General Chek Up seharga 231.000 rupiah yang seharusnya di poin 700 – 800 ribu.
Selisih harga jasa perawatan itu mentrigerku pun menawar petugas Auto 2000 untuk tidak mengambil perawatan standard di KM. 80.000,-.
Jika menengok catatan buku manual perawatan pabrikan, seharusnya perawatan kendaraanku telah sampai pada KM 80.000. Logikaku pun terantuk pada rendahnya capaian kilometer yakni di poin 61.000 KM.
Sampai disini, nalarku teringat akan doktrin dalam agamaku, bahwa waktu bener2 dahsyat. Waktu ibarat pedang, jika tidak pandai memaknai akan tertikam. Dalam konteks ini, maka aku sendiri yang akan memaknai waktu. Jika ngikutin waktu tanpa melihat indikator capaian kilometer pada kendaraan, tentu akan muncul biaya yang lebih.
Setidaknya untuk menekan keluarnya kocek terlalu dalam, aku memutuskan tidak menerima tindakan perawatan meski secara waktu telah terpenuhi.
Tentu ini sudut pandang dan akan berdampak pada sisi lain dari biaya. Sisi lain itu akan memunculkan kegelisahan baru. Setidaknya dengan pertanyaan, benarkah keputusan ini untuk kondisi kendaraan ku?