
“Memahami Konteks…. ” penggalan sambutan Alimudin Baso pimpinan pratama urusan dukungan administrasi dan Manajemen Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Gelaran Diklat Service Excelent.
Kata “Konteks” mengingatkanku pada klausul di kearsipan bahwa arsip autentik harus mengandung struktur (format), konten (isi), dan konteks (hubungan kejadian/keterkaitan). Konteks ibarat pembatas konsepsi dan definisi. Tanpa melihat konteks secara tepat, maka tergzrus tingkat keterpercayaan arsip. Bahkan tanpa Konteks, arsip disebut tidak autentik.
Trus, apa yang dimaksud oleh Sesditjen Migas terkait memahami konteks? Pelatihan singkat yang sebetulnya menyasar layanan prima, telah dijudulkan dengan bahasa Inggris. Adakah konteks bahasa asing itu dengan eksistensi unit kerja dalam dukungan layanan perkantoran??
Akhirnya, dari kalimat sambutan untuk diklat itu menawarkan kegelisahan penggalian makna kata “Konteks”. Hubungan kejadian di Birokrasi Cq. Ditjen Migas saat ini dengan peningkatkan kompetensi dan kapablitas ASN dalam peran Layanan Internal oleh Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi.