
20 tahun yang lalu, budaya kerja di Instansi Pemerintahan telah di pertaruhkan demi memggapai birokrasi yang efektif dan efisien. Cek saja adanya Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 39 tahun 2012 yang merevisi aturan sebelumnya bertahun 2002.

Apa Budaya kerja atawa culture set ????, ada yang tau??? Budaya kerja akan tergambar dari keyakinan, cara pandang, perilaku ,asumsi, dan praktik pimpinan tinggi, administrator, pengawas, dan fungsional tertentu dan fungsional umum dalam memaknai pekerjaan yang berorientasi kepada hasil.
Jenis pekerjaan, cara kerja, sumber daya kerja, lingkungan pekerjaan, dan relasi antar pimpinan serta pegawainya akan menjadi spektrum dalam membentuk budaya kerja. Itu semua akan membentuk sistem nilai bersama yang disebut budaya organisasi.
Seperti di 23 Juni 2021, via daring pembekalan rencana kerja Agen Perubahan (AoC Ditjen Migas). Gelaran diskusi yang digawangi sub koor Organisasi & Kepegawaian Migas dan Tim Zona Integritas menghadirkan Human Resource Migas Comunity.

Perbincangan Akhlak di Hari Jumat menjadi Best praktis dalam membangun culture (system-behavior-symbol)” dipresentasikan Allan Atmaja – Pertamina Hulu Energi. Sedangkan Nine Novisundarie – Petrogas (Basin) Ltd. membawakan metode identifikasi growt/find mindset untuk menggali apa yang bisa dilakukan agar perubahan lebih fluid dan Mindset motivation bagi para agen perubahan oleh Juliana Laura Tompodung – Neptune Energy Muara Bakau B.V.
Dipandu Gesit selalu Co. Founder HRMC, Heru Kautsar – Pertamina (Persero) menembus pada ke arah Effective communication seperti menggali keinginan Dirut Pertamina secara langsung (eks dirut SDM) terkait pentingnya budaya Kerja bagi Kinerja Perusahaan
Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi saranaku menginternalisasi Rencana Kerja Agen perubahan. Dengan mengusung tema Budaya kerja dalam konteks Reformasi birokrasi. Penyusunan rencana kerja agen Perubahan perlu melirik sumberdaya yang tersedia di dalam organisasi. Termasuk di dalamnya terus menarasikan, menebalkan, serta menterjemahkan keyakinan, asumsi, cara pandang, filosofi dari pemangku jabatan (pimpinan tinggi).