Keluhan untuk Bank

Hujan ☔ cukup deras mengiringi parkir kendaraan di Kantor Cabang Utama Bank Central Asia (BCA) di Jalan Margonda Raya Depok Jawa Barat. Lepas disambut petugas berseragam safari, aku pun melakukan pembacaan E-KTP pada mesin pergantian Kartu ATM. “Belum terbaca,dan harus update data pak” Kata petugasnya kepadaku

Dua jam berada pada antrean, kembalilah jutaan rupiah itu. Selama tujuh tahun, uang simpanan hanya mengendap bahkan berkurang demi menutupi biaya layanan bank. Senin, 21 Juni 2021 dengan mendatangi layanan perbankan, kupegang lagi sejuta pertamaku.

Aku pun tak akan membandingkan nilai tiga juta yang telah dikurangi demi penjagaan akun rekening selama tujuh tahun tidak bertransaksi. Justru, serasa ketimpa rejeki (demi menginisiasi sifat Syukur) lepas layanan keluhan pelanggan yang kuterima dengan baik.

Kini update data diri sesuai data KTP pun telah terlaksana. Begitu juga pergantian kartu ATM dan pengaktifan kembali PIN. Semua itu karena diingatkan teman dari istri, bahkan tanpa buku rekening pun, tabungan dapat diurus kembali. Cukup dengan mendatangi Kantor Bank BCA berbekal KTP Asli. 

Sampai disini, nalarku tersudutkan pentingnya data diri. Bisa jadi dari NIK yang diberlakukan secara nasional. Lanjut dengan beberapa wawancara saat bermula mencatatkan diri sebagai nasabah. Begitu juga dengan pertanyaan kunci, nama ibu kandung, riwayat status dan riwayat tempat pekerjaan. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar