Arsiparis Teladan Nasional

Kontestasi Arsiparis Teladan Nasional, bukan semata kompetisi, namun menjadi ajang untuk menguak kontribusi diri dan institusi terhadap perkembangan kearsipan secara NasionalšŸ˜‚.Ā 

Untaian kata itu ⬆ bukan hanya bernada pilosopis šŸ˜„ ya… Namun setidaknya jadi perspektif lain setelah dimintain saran dari calon utusan arsiparis KESDM untuk mengikuti ajang tahunan, pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. Ya.. Sejak dua telepon šŸ“žtak terangkat itu, dilanjut dengan saling berkirim pesan singkat.

Wa.alaikum salam wr wb Bapak Sehat mugi sehat Aamiin.betul tlp tadi itu persiapan arsip teladan namun berat….tapi pada tdk mau .nuhun” WA arsiparis Madya pada Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi pada Jum’at, 25 Juni 2021. 

Mas nurul, Selo ra mas?, Hehe arep konsul, Mas mbiyen pas pemilihan arsiparis teladan ki proses e pie to?, Presentasi, debat, po ming nggarap soal mas?” Tulisnya pada gawai Nico Arsiparis Terampil di Ditjen Energi Baru Tervarukan dan Konservasi Energi pada Sabtu, 26 Juni 2021. 

Pertama, menunjukkan passion kearsipan. Ketertarikan urusan yang unik menarik tapi tetep saja tidak di lirik. Ini poin penting, bagaimana rasa penasaran tentang kearsipan terus bergelora bersamaan perannya di instansi masing-masing.

Kedua, menjadi diri sendiri. Dari sinilah terbangun presisi yang mantab untuk memancarkan gelora kearsipan. Konteks diri sebaiknya cenderung acuh dengan niatan kompetisi/perlombaan. Acuh bukan berarti tanpa persiapan ya…..

Ketiga, memiliki pemikiran untuk saling memperkenalkan diri dan instansi dalam komunitas kearsipan yang lebih luas (Nasional). Sederhananya, anggepin aja sarana mendapat kenalan baru, wawasan baru, dan berada dalam komunitas kearsipan number wahid. Poin ini akan menjadikan peserta lebih enjoy dan menikmati seluruh rangkaian acara pemilihan arsiparis teladan Nasional. 

Keempat, pesona diri pada unit kerja sampai dengan unit organisasi, seyogyanya berlanjut ke segmentasi instansi. Ini yang tentu diharapkan dari panitia. Simpelnya, kenapa ada syarat “teladan di instansi masing masing”. Setidaknya telah terdapat keterukuran secara personal dari arsiparis atas kiprah nyata yang diberikan kepada instansi. 

Kelima, bisa saja setiap tahun akan terdapat penyesuaian mekanisme kontestasi. Selain penyesuaian tahapan seperti ujian tertulis dan lisan, dinamika kelompok, sampai presentasi, tentu dalam konteks tema yang diusung di tahun 2021. Yakni “Terwujudnya transformasi digital di bidang kearsipan”

Akhirnya, tulisan ini hanya sekelumit angan anganku sebagai mantan peserta selama tiga kali perhelatan pemilihan Artelnas. Pernah menyabet nomor tiga di level ketrampilan bahkan hanya berbekal rekomendasi pimpinan unit kerja (mengisi kekosongan). Sekali ikut karena murni ketertarikan (2016), bermodalkan kepercayaan panitia. Dan terakhir (2019) menjadi pengganti bakal calon usulan kementerian ( tak jadi dalih regenerasi) 

Berikut memoriku pada teladan terbaik kalau itu:

  1. 2014, tergambar Kementerian Luar Negeri dengan kiprah dalam kerjasama, dan kemunculan jabatan arsiparis (level ahli). Sedangkan di level terampil tergambar pada Pusat Arsip UGM dengan kiprahnya mobilisasi mahasiswa di ranah penataan Arsip.
  2. 2016, Kementerian Kehutanan sebelum menjadi KLH di level terampil dengan peran arsiparis terampil berkonsep simpul terkecil JIKN (Ditjen Planologi), dan level ahli ada di Pusat Arsip IPB yang memang memiliki konsen pada pengembangan kualitas SDM ( jago ngajar).
  3. 2019, Kementerian Kesehatan dengan passion arsiparis terampil di STIKES Yogyakarta, (melalui jabatan pengadaan untuk sarana simpan arsip dan tukang lembur nata arsip). Sedangkan di Level Keahlian oleh Pusat Arsip UGM dengan peran redaktur penerbit Kearsipan serta desiminasi kearsipan. 

Last, selamat šŸŽŠšŸŽ‰berpesta ria. Bagiku, ajang itu menjadi hari dimana arsiparis merayakan eksistensi nya di dunia kearsipan. Bisa jadi jutaan rupiah sampai perjalanan ke luar negeri menjadi wujud penghargaan.

Namun bukan itu, yang lebih terasa dan terkesan adalah penghargaan batin serta keterhubungan dengan para arsiparis lintas sektoral, lintas daerah, lintas instansi, lintas pendidikan, lintas keahlian dan keterampilan, lintas dukungan pimpinan,lintas unit kearsipan, lintas lembaga kearsipan. 

Sekembalinya dari ajang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional tentu akan memancarkan aura perubahan dan pengembangan Kearsipan. Tentu harus sesuai orchetrasi dari Lembaga Kearsipan Nasional (ANRI). 

Berikut delapan catatanku tentang Artelnas 2019 (tahun 2020, ditiadakan karena pandemi). 

  1. Kompetisi Arsiparis Teladan, 17 Juli 2019 https://wp.me/pa4ylH-7f
  2. Arsiparis Teladan 2019 , 14 Agustus 2019  https://wp.me/pa4ylH-8j
  3. Arsiparis Pekerja Intelektual, 15 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8p
  4. Teladan atau Terbaik, 17 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8w
  5. Finalnya Teladan 18 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8z
  6. Starter Kearsipan, 19 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8B
  7. Penulis Ilmiah atau Cerpenis 19 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8D
  8. Rela Demi Organisasi, 20 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8G

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar