Memaknai Perubahan

Selain melayani, juga mengarahkan” Dua kata berkonsepkan “Civil Servant” , masih terngiang di memoriku saat perkenalan Bapak Tutuka, Dirjen Migas yang ke enam belas pada 17 November 2020. Baca juga 👇

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/11/17/dirjen-migas-melayani-dan-mengarahkan/?preview=true

Merengkuh makna melayani dan mengarahkan, tentu berbeda enggelnya, sesuai perspektif masing-masing individu. Bahkan suatu kata akan mengalami perjalanan makna (berubah sesuai konteksnya). 

Beranjak dari komunitas pelayan publik di Ditjen Migas, bisa jadi dua kata “melayani & mengarahkan” tersirat pemaknaan perubahan. Seperti yang kualami, terlibat di komunitas mikro dengan sebutan “agen perubahan”. 

Akhirnya, curhatan diatas menjadi bentuk internalisasi diri yang bisa jadi tak bisa disamakan dengan orang lain. Bahkan dalam kesamaan komunitas, Ditjen Migas sampai di agen perubahan. 

Memaknai perubahan yang disulut oleh nilai nilai Kementerian (Jurnal Inti/Jujur, Profesional, Inovatif dan Berarti), perlu juga terus menarasikan cara pandang pemangku jabatan (Direktur Jenderal). Bukan semata untuk mengaburkan kesan “menuntut perubahan“, namun mentransformasi dan menginspirasi dalam konteks perubahan yang lebih baik. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar