
“Tanpa Arsip, Negara Amnesia“, ungkapan Pak Mordiono Sekretaris Negara di zaman itu. Mungkin itu dulu. Gemana dengan Now, Zaman Minenial??. Tanpa arsip, ya, Gak bisa UTL pekerjaan 🤗🤗. (kali….)
Jutaan $ dollar itu memerlukan secarik catatan sepuluh tahun yang lalu, untuk dapat dicairkan. Kamis, 8 Juli 2021, seorang koordinator di Migas bersama Inspektur Migas yang mendatangi ruang arsip.Â
Penelusuran lembaran kertas sampai buku catatan yang bisa jadi “VITAL“, untuk dukungan pembinaan pengusahaan para usahawan di kantorku. Pasalnya, sejak tanda terima penyerahan jaminan oleh perusahaan, penyimpanan di brangkas, sampai perpindahan kewenangan pengadministasian naskah jaminan yang disampaikan melalui nota dinas, menjadi pembuktian berjalannya tugas fungsi unit kerja.Â
“Rul, ada waktu? Saya telpon y” WA IM lainnya sehari lalu, rabu 7 Juli 2021. Perbincanganku via gawai antar jabatan fungsional itu berujung pada pendalaman keberadaan catatan, naskah, buku yang sama dengan kejadian hari ini.
Pertanyaan demi pertanyaan kujawab dengan penuh antusias. Ya…aku paham betul, peranku di kantor sebagai penjaga rekaman kegiatan. Karena tidak terlibat langsung, aku pun menyebut penjaga rekaman, yang kemudian dipanggil saat saat dibutuhkan saja.
Meskipun demikian, suatu penghargaan, sudah diajak berdiskusi. Tentu pelajaran berharga buatku dalam peran arsiparis. “Proses bisnis itu memang perlu terekam serta terdokumentasi dengan baik” Pikir ku, setelah merasa diri tak berguna bagi rekan sekantorku itu.Â
Akhirnya, nalarku terantuk pada kesimpulan klise dari penjaga rekaman kegiatan. Bahwa tersebarnya proses bisnis yang dibatasi oleh unit kerja sampai dengan eselon IV sejak berpuluh puluh tahun yang lalu membuat birokrasi Amnesia.
Amnesia, lupa dulu brangkasnya yang mana? Lupa apakah sudah diserahterimakan ke unit eselon lainnya? dimana catatannya? Trus kenapa sekarang masih tidak peka dengan rekaman kegiatan, dan catatan kerja?
Selain peka, masih saja khawatir kehilangan arsip. Atau dalih saja, saking cintanya ama pekerjaan, bahkan ketakutan kehilangan lahan, catatan kerja, lembaran naskah disembunyikan di ruangan kerja selama ber puluh puluh tahun lamanya.Â
Last, ingat juga bahwa perkantoran pun akan mengalami siklus hidupnya. Tuntutan perubahan suasana ruangan demi kesehatan dan produtivitas para ASN nya. Nyatanya: Renovasi, Mutasi, Regenerasi (pensiun dan CPNS) cukup menjadi ancaman atas keberadaan rekaman kegiatan di ruang kerja.