Zoom Covid by Dr. Gatut RSUI

Seperti kartu yang terbaca saat masuk tol” Analogi dokter Gatut, dokter yang mendedikasikan diri pada Pandemi COVID-19 di RSUI Depok. Renyah dan mudah dicerna pemaparannya. Audience awam sepertiku cukup mudah menangkap pesan pencegahan dan pengendalian virus. 

Orang yang sudah tua pun tak akan kembali seperti dikala muda, begitu pula yang terkena penyakit” tuturnya. Tentu penuturan tersebut melalui analogi, qiyas atau padanan yang langsung nyambung pada frekuensi non eksakta sepertiku. Intinya sih, pencegahan lebih baik dari pengobatan. 

Belum tersedia obat definitif, namun tersedia tatalaksana penanganannya” ungkap dokter Gatut. Disini pentingnya pemahaman orang awam mengenai klinis kesehatan. Tatalaksana menduduki peringkat lebih tinggi sebelum diketemukan obat. 

Aku pun lega, mendengar dari dokter bahwa ancaman kematian manusia disebabkan Virus Covid 19 paling kecil dibanding Virus Mers yang terkenal dari Unta, dan Virus Flu Burung 🐦. Meski secara jumlah terus melonjak seiring dengan jumlah pasien Covid (dua per seratus dikalikan angka paparan). Ratusan negara juga sih. 

Akhirnya, Zoom di level RT ini menyadarkan nalarku “memanusiakan manusia“. Kenapa? Sosok manusia dalam perannya berkontribusi dalam meraih manfaat. Bukan karena dokter saja, namun dokter yang dapat mengajak dokter lain ke area perumahan atau masyarakat tetangga. Pun analogi kalimat yang renyah di frekuensi logika sederhana masyarakat akar rumput seperti saya. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar