“...Ego sektoral, daerah, dan keilmuan” pungkas nada tebal Presiden RI Joko Widodo pada Hari Jadi KemPAN dan RB, Selasa 27 Juli 2021. Sambutan kepala pemerintahan dalam peluncuran core value Ber-AKHLAK & Employer Branding ASN atau nilai dan identitas komunitas pelayan masyarakat.
“Entah“, bagi nalarku yang ada di level akar rumput. Pemaknaan sambutan yang perlu internalisasi sedari pemegang tampuk kepemimpinan politik pada sektor masing masing. Tentu yang aku maksud, perlu presisi dalam berkomunitas dan bekerja dengan seabrek persinggungan lintas urusan kepemerintahan.

Rangkaian otongan video Menteri Kabinet Kerja(2019-2024) mensinyalkan akan pentingnya tagline atau pemaklumatan dari nilai dan identitas ASN. “berorientasi pada pelayanan, kami berkomitmen memberikan layanan prima demi kepuasan masyarakat” Tjahyo KumoloKumolo, Menteri PAN&RB
“Akuntabel, kami bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan” Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI
“Kompeten, kami terus belajar dengan mengembangkan kapabilitas” Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek
“Harmonis, kami saling peduli dan menghargai perbedaan” Pratikno, Menteri Sekretaris Negara RI
“Loyal, kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara” Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI
“Adaptif, kami terus berinovasi dan antusias dalam menghadapi setiap perubahan” Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
“Kolaboratif, kami membangun kerjasama yang sinergis” Erick Tohir, menteri BUMN
Akhirnya, nalarku pun menggelinjang. Bagiku, luncuran nilai dan identitas ASN tersebut, secara alami akan bertemu dengan personalitas diri PNS dan PPPK. Aku jadi teringat, dengan filosofi pimpinan di kantorku (Dirjen Migas) yakni “mengabdi dan mengarahkan” Di bulan November 2020 tautan 👇