Penyelia, galau

Sebulan ini (Juli 2021), kubiarkan tumpukan itu dalam penantian. Pun syahdunya ruangan yang selalu kuperdengarkan lagu lagu koplo demi merangsang gairah meneliti rekaman kegiatan organisasi, harus kulupakan sejenak. Kini, menjelang akhir bulan, mendadak terusik kerinduan. 

Persentuhan keseharian dengan ratusan lembar kertas, terhenti dari kebijakan PPKM darurat Jawa dan Bali. Hanya di tanggal 6 dan 13 Juli, kuberanikan naik sepeda menengok kemesraanku dengan ruangan dan tumpukan kertas kertas itu. Itu pun terselimuti rasa was was, dan empati atas nasib rekan kerjaku yang terpapar Covid 19.

Berawal dari ceramah guru spiritualku, Gus baha. Hingga terbersit kewarasanku untuk memikirkan pertanggungjawaban atas beban penerima tiap bulan di rekening gaji yang dikelola istri. Ribuan lembar yang belum terjamah, perlu kokoh dalam penentuan prioritas kerjaku. Yakni penataan dan penyimpanan arsip inaktif, fisik kertas yang tak terhalang ruangan dan waktu. 

Sebulan ini, gembiraku pun surut bersamaan dengan penjagaan produktivitas kerja dengan rutin menyelenggarakan zoom meet. Pada tanggal 8 Juli 2021 bersama dengan Direktorat Hulu untuk inventaris arsip terjaga. Dan selang beberapa hari, 14 Juli 2021 dengan zoom meet bersama Direktorat Program dengan dukungan TTE pada aplikasi SKUP Online. 

Endingnya, di minggu terakhir Juli 2021, menyelesaikan pengisian data dukung laporan pengawasan kearsipan internal untuk lima Direktorat. Kemudian terseret penyiapan paparan untuk pemaparan hasil pengawasan kearsipan. Dan tergerak untuk menyelenggarakan sharing sesion aplikasi PDF dan TTE. 

Akhirnya, dini hari 28 Juli 2021,aku tulis kegelisahan berada di persimpangan. Peran sang penjaga kertas usang harus terseret pada unsur pekerjaan pembinaan kearsipan. Peran kearsipan untuk memilah, mengelompokkan, mendata, memperingkas penyimpanan, mengurangi duplikasi, bergeser pada pemberian bimbingan teknis kearsipan. 

Berharap, dapat kembali pada prioritas kerjaku sebagai penyelia. Loyalis jabatan sang penjaga rekaman kegiatan dalam lautan kertas. Meski akan menenggelamkanku dalam kegelapan. 

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/07/05/esensial-apa-kritikal/

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar