17,7 kilo meter setiap hari. Menginjak umur 12 tahun, kunaiki sepeda 🚲 menuju ke sekolah🏫. Enam kali dalam seminggu, belum jika ada ekstra kurikuler “pramuka“. Sepeda đźš´ BMX dan Federal, tersemat dalam memori sarana transportasi sebelum adanya angkutan perdesaan (angkudes).
Sabtu, 4 September 2021 adalah waktuku untuk napak tilas. Sepedaan Ngesempe, gowes menyusuri kenangan Sekolah 🎒 Menengah Pertama. Memori kala remaja, sehari hari bersepeda demi menghadiri belajar 📚✏ mengajar di kelas. Sepedaan untuk menemui guru 👳🔮 dan teman 👬 teman sebaya.
Dari sudut Yogyakarta, Kabupaten Sleman, terpisah dua kecamatan. Antara Kecamatan Sleman dengan Kecamatan Tempel. Disiitulah terpisah jarak 17,7 kilo meter demi secarik ijazah. Pengantar babak menengah atas di masa remaja.
Akhirnya, sepedaan Ngesempe menjadi sarana kewarasan. Mengulang memori demi merasa diri ditempa dan menghargai rasa perjuangan. Demi sekolah, jauhnya perjalanan dari rumah tak menjadi halangan.