Sleman lagi…

Jabong Desa Trimulyo, Sucen Desa Triharjo, Ndemi Desa Sariharjo dalam putaran roda dan terparkirnya kendaraan. Kedua di 2021, pulang ke Sleman Yogyakarta. 

Potongan kertas bertotal 384 ribu untuk cikampek Utama (20K) Palimanan (107,5 K) , Kalikangkung (238,5K)dan Bawen (18K), fokus ngiras ngurus wawancara ke Purworejo. Kertas kecil bukti tebusan lintas Jalan Bebas hambatan Trans Jawa itu, pertanda harapan rembes desiminasi 300 pembaca dari secuil peran pada area budaya. 

Pun untuk pertamax senilai 600 ribu pada empat SPBU. Japex KM 19 (300K), Jalan Ambarawa Magelang (100K) dan terakhir di pinggir jalan Brigjen Katamso Purworejo Jateng (200K). Bahan bakar dan tol yang mendekati satu juta menjadi ongkos perjalananku kembali ke kampung halaman dengan kendaraan darat (mobil). 

Ongkos pokok yang belum termasuk jajan, tips parkir, maupun untuk para pengamen di jalanan. “Untuk makan gemana itu” Kata temen di kampungku saat bertemu. Aku tak memikirkan berapa rupiah sebagai pengisi perut. Bekerja di luar kota dengan diiringi keluarga, teristimewa bagiku. 

Kamis malam, tanggal 2 September berteduh di Jabong. Lanjut 3 September pagi menuju Purworejo dan bermalam di Sucen. 4 September menyusuri jalan imogiri menuju Ndemi – Sucen – Jabong. 5 September pun meluncur ke Jakarta. 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar