Tranformasi Digital bukan sekedar aplikasi. Tujuan akhirnya adalah peningkatan layanan publik yang mengarah perbaikan berkelanjutan. Selain itu melebur personalitas Aparatur Sipil Negara / ASN ke identitas organisasi negara (kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah).
E government yang mulai teraba di tahun 2003, terdewasakan seiring berjalan nya roda pemerintahan. Aplikasi menjadi sarana yang perlu pendalaman, setidaknya bermula dari standar data dan alur proses bisnis yang dapat diterima berbagai pihak.
Dari seorang pakar kriptografi yang sering menemani dengan obrolan pantry mushola, kudapati informasi bahwa layanan sertifikat elektronik sejak tahun 2005. Tentu menjadi urusan atau core bisnis nya lembaga sandi negara atau disingkat dengan Lemsaneg.
Kemudian, saat tenar dengan digitalisasi di berbagai bidang dari beranjaknya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, aku pun mulai memaknai keberadaan aplikasi. Proyek menejemen perubahan yang berujung pada pembuatan aplikasi, perlu dikayakan dengan pendekatan ekosistem.
Infrastruktur Teknologi Informasi memang vital, seperti keberadaan Hardware dan Software. Namun prasyarat untuk dapat user friendly, diperlukan kondisi seperti proses bisnis yang clear serta terpetakan dari level 0 sampai level 3.
Akhirnya, hal hal diatas menjadi catatan kecil ku, dalam kedudukan diri dalam konteks sistem pemerintahan berbasis elektronik. Lebih dalam lagi, mencari presisi pola pikir digital.