Sampah plastik dan kertas di container, menarik diri untuk perapian. Bukan di bakar, melainkan dirapikan sebagai bentuk partisipasi warga atas keberadaan Bank Sampah. Bungkus makanan kering sampai plastik bekas belanja online. Bungkus cemilan sang bocah dalam kubangan industri jajanan. Gelas dan botol air mineral kemasan. Kemasan susu uht dan minuman ringan.
Entah, hati ini bahagia dengan merapikan sampah. “Tak mau menambah beban kehidupan dengan beberapa jenis sampah yang kuhasilkan” Pikirku kalau memilah sampah.
Jenis duplek seperti kotak makan siang, makanan siap saji, hantaran, karton susu sampai pembungkusan mainan anak. Jenis kardus dari supermarket sampai air mineral.
Lanjut ke organik, sisa makanan dari cucian piring pun kutimbun pada sepetak tanah fasos perumahan. Pun daun daun pohon sekitar rumah yang kuambil dengan tangan.
Begitulah rutinitas sebelum tidur, selain nongkrong di pantry mushola diantara magrib dan isya. Kesederhanaan hidup sembari menunggu datangnya ajal menjemput.