Nindita Fatimatuzzahra (bag 2)

Sebagai pertimbangan mengambil kamar sendiri adalah nantinya Kakak 👪 dan Tole bisa ikut nunggu Ibu di RS 🏥. di Gd. Galilei nomor. 2

Pada Malam 💡 pertama, tole mengajak tidur di mobil, di parkiran. Kebiasaan ngompolnya menjadikan 🚙 bau 🙊 pesing. Sedangkan kakak ditemani uti, tidur disebelah ibu.

Pada hari ketiga di RS Bethesda (8 Juli 2018), aku mengantar tidur Kakak dan Tole di ranjang disebelah istri. Istri bener2 bed rest setelah operasi SC dan sterilisasi (pemotongan organ tubuh agar sudah tidak hamil lagi 👶 ).

Semalam, setelah menyaksikan timnas Sepak 🥅 ⚽ U19 menang melawan Vietnam 🇻🇳, anak2 tertidur di sebelah kanan dan kiri dg memegang botol 🍼 masing masing. 😴 Posisi sedikit berubah ketika akan dipakaiin popok penahan keluarnya pipis dari celana 👖.

Malam itu pula, ketika Suster perawat menyampaikan info, bergetarlah dan ciut nyali atas si bayi akan dimasukan ruang rawat ibunya, krn memang konsepnya adalah rawat gabung. Ciut Nyali karena memikirkan 2 krucil dimana masih sering ngompol. Kebiasaan anak ketika ngompol pasti nangis, palagi space tidurnya cukup sempit dg lebar bed penunggu kurang dari 1 meter. 🛏

Sampai pagi 👶 bayi tidak jadi ke ruangan gabung, Kakak dan Tole terbangun jam 7 pagi. Dg sedikit rayuan, tole berhasil dimandikan 💦 sebelum jalan2 ke depan untuk sekedar mencari suasana. bukan mencari sarapan, karena sudah dibawakan uti nya.

Suasana Jogja pagi di sekitaran RS Bethesda menyusuri jalan menuju Galeria mall, bertemu dg petugas security, dan memberikan info bahwa mall buka jam 10, kemudian balek badan mengarah kembali ke RS.

 

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar