Halal bil Halal Ditjen Migas

Jikalau pandai mensyukuri, maka keberkahan dan kesehatan akan menyertai” Kalimat Bapak Tutuka Ariadji, Dirjen Migas. Kalimat yang terucap kala acara halal bi halal Ditjen Migas di Gedung Ibnu Sutowo, Jumat 13 Mei 2022.

Pun tatkala terucap “….meski dengan cara yang sehari hari, namun hasil kerja Ditjen Migas akan meletakkan pondasi kemajuan pembangunan migas yang diapresiasi dunia”... Tentu dua kalimat magis itu memiliki keterhubungan.

Berikut beberapa penggalan informasi yang kudengarkan menyertai dua kalimat magis di atas. Bapak Profesor akademik dari ITB Bandung yang telah mengimami Ditjen Migas sejak November tahun 2020.

Membawa gas untuk kebutuhan rakyat Indonesia dengan proyek nasional jalur pipa batang – cirebon, cirebon -semarang, batang – semarang, menjadi amanat kepada Ditjen Migas. Suatu pekerjaan besar yang nantinya akan menghubungkan transmisi Sumatera ke Jawa Timur. Infrastruktur energi menjadi program nasional yang setidaknya merogoh APBN triliunan rupiah.

Bidang hilir, tantangan besar LPG tepat sasaran. Ditjen Migas sebagai regulator punya andil untuk menswit dari ekspor ke kebutuhan domestik. Kedepan 2 per tiga produksi LPG dialokasikan kepada kebutuhan dalam negeri. Tentu hal tersebut dapat meletakkan fondasi pembangunan Indonesia ke depan.

Bidang Hulu Migas membikin orang surprise, secara revolusioner menarik investasi dengan skema bisnis. Dengan nantinya penemuan gas utara Bali dan Lombok, serta Aceh bisa menjadi penemuan terbesar di dunia. Investasi hulu Migas masih menarik sekali.

Di bidang keteknikan, beberapa negara menyambut baik adanya gagasan pengelolaan gas suar dan teknologi pengurangan emosi GRK atau carbon capture Utilization Storage atau CCUS. Yang dilakukan bisa dilihat dunia.

Akhirnya,sambutan Halal bi Halal diakhiri dengan kalimat motivasi yang menyentuh dan menumbuhkan cara berpikir yang kritis. Mengutip filosof dunia einstein “saya ada karena saya berfikir’. Seluruh pegawai diajaknya berkontribusi positif, terlepas salah atau tidak itu nanti akan build up. Setidaknya dengan membatasj diri untuk skeptis dan mengatakan salah, demi membuka ruang kreativitas.

Baca juga Halal bil halal tahun lalu

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar