Ke Sleman lagi

Setelah lebaran 2022, I Juli menjadi perjalananku ke Sleman. Berbekal Surat tugas kantor, semangat menapaki jalan tol bersama keluarga berbarengan harapan kembalian ongkos transport. Kebetulan rapat di hari sabtu di Yogyakarta.

Sisi yang tidak terduga dari perbaikan mushola dan menjauhi perjalanan dinas yang bukan menjadi tugas nya, kudapatkan penugasan bersamaan kembali lagi di sleman yogyakarta. “Sambil menyelam minum air” Istilah yang ku pas pas kan untuk kejadian di hari ini. Bertugas kantor dan mengantar cucu untuk kakek dan neneknya

Rest area 102 dan 207 menjadi tempat pemberhentian di tengah perjalanan. Hanya cerita perjalanan jalan bebas hambatan trans Jawa yang tak semulus biasanya. Perbaikan jalan tol sedikit merusak bebas hambat laju kendaraan.

Perjalanan non tol kutempuh melalui exit tol Weleri mampir Kuliner mie dengan toping daging ayam berkuah. Bukan beralaskan mangkuk atau piring, melainkan wajan kecil. Sepuluh ribu rupiah untuk tiap porsi cukup melegakan dompet kala kepulangan ke Sleman secara ekonomis.

Akhirnya, bermalam di rumah Sucen menjadi idaman dengan hiburan bakmi mbah ndumok dan Mie Ayam Mbak Dewi yang berada di Pinggiran Jalan Magelang Wadas.

Diterbitkan oleh Nurul Muhamad

Pencerita dan Pencari Makna

Tinggalkan komentar