Sektor pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia pada tahun 1996 terganbar secara tematik diantaranya distribusi gas bumi untuk Rumah Tangga dan Industri, pengusahaan sumur tua, sertifikasi tenaga teknik, pelimpahan wewenang tahap pelaksanaan kontrak bagi hasil migas, dan spesifikasi bahan bakar
- 162.pdf: Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 162.K/92/M.PE/1996 tentang Penetapan Status Sementara Jaring Distribusi Gas pada Proyek-Proyek Pembangunan Jaring Distribusi Gas di Lingkungan Perusahaan Umum Gas Negara Tahun Anggaran 1987/1988 s.d. 1994/1995, ditetapkan pada 3 April 1996.
- 103.pdf: Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 103 K/03/DJM/1996 tentang Persetujuan Prinsip Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur-sumur Tua oleh KUD Hasta Bumi Jaya di Lapangan Tungkul dan Trembes, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditetapkan pada 7 Oktober 1996.
- 107.pdf: Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 107.K/702/M.PE/1996 tentang Panitia Penguji Sertifikasi Tenaga Teknik Khusus Perawatan Sumur Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, ditetapkan pada 1 Maret 1996.
- 1610.pdf: Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1610.K/702/M.PE/1996 tentang Panitia Penguji Sertifikasi Tenaga Teknik Khusus Operator Pesawat Angkat Pertambangan Minyak dan Gas Bumi dan Pengusahaan Sumberdaya Panasbumi, ditetapkan pada 10 Desember 1996.
- 1272.pdf: Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1272.K/03/M.DE/1996 tentang Pelimpahan Wewenang untuk Memberikan Persetujuan pada Tahap Pelaksanaan Kontrak Bagi Hasil dan Kontrak Lain dalam Usaha Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, ditetapkan pada 19 Agustus 1996.
- 1285.pdf: Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 1285.K/30/M.PE/1996 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur-sumur Tua, ditetapkan pada 26 Agustus 1996.
- 03.pdf: Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 03.K/72/DDJM/1996 tentang Spesifikasi Bahan Bakar Bensin Prima TT, ditetapkan pada 9 Januari 1996.