POHON NANGKA

Aku menanam satu pohon nangka “gori” dari seukuran dapat dibawa memakai motor, kini telah berbuah beberapa kali. Sejak tahun 2014, ketika pertama kali menempati perumahan Villa Tanah Baru Jl. PALAKALI kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok Provinsi Jawa Barat, yang terpikir olehku adalah suasana udara sejuk. Untuk itu, beberapa pohon kutanam di depan rumahLanjutkan membaca “POHON NANGKA”

Infrastruktur gas

Tema Infrastruktur pada sepuluh terakhir memuncak pada tahun 2019. Desakan agenda kepemimpinan nasional terus mendera keberadaan instansi selaku administrator kepemerintahan. Infrastruktur Migas terus digenjot dengan alasan pemerataan dan tersampaikannya manfaat yang langsung kepada rakyat. Bahkan bentuk ketahanan energi bukan lagi bertumpu pada ketersediaan ladang minyak bumi, melainkan ketersediaan infrastruktur gas. Wajar saja, tatkala telah terjadiLanjutkan membaca “Infrastruktur gas”

Kebebasan Menulis

Bisa jadi tulis menulis adalah pekerjaan bebas merdeka tanpa ada suatu tuntutan y. Aku masih sering merasa terbebani jika ada permintaan untuk menulis. Otak mendesak anggota tubuh lainnya untuk mencari cari bahan agar tergambar kerangka berfikir yang jelas atas tema yang dimintakan. Seperti hari ini, Kamis 12 Desember 2019, aku mendapati permintaan tulisan dari salahLanjutkan membaca “Kebebasan Menulis”

Gas Bumi untuk Ketahanan Energi

Nyaris satu dasawarsa, sejak tahun 2010, pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar angkutan umum perkotaan dan rumah tangga,menjadi salah satu Prioritas Pembangunan Nasional untuk ketahanan energi (Inpres 1/2010) Rangkaian kebijakan sebelumnya melalui Peraturan Presiden RI no 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Yang menyebutkan bahwa Diversifikasi Energi adalah penganekaragaman penyediaan dan pemanfaatan berbagai sumberLanjutkan membaca “Gas Bumi untuk Ketahanan Energi”

Antara Kerja dan Keluarga

Berada lah pada satu potret ketemu kenalan untuk beberapa hari. Saling berinteraksi dengan staf dan pelaksana pada unit kerja yang berbeda memang meningkat jangkauan wawasan. Telpon sana sini untuk berkoordinasi dengan tujuan pasti, melintasi gedung birokrasi dan bahkan antar geografi menjadi pemantik peningkatan kepercayaan diri. Bukan rutinitas di dalam ruangan dengan obyek kerja yang belumLanjutkan membaca “Antara Kerja dan Keluarga”

Konversi BBM ke BBG untuk nelayan Tanah Bumbu Kalsel

10 Desember 2019 Aku pun turut mengiringi program yang menghadirkan negara untuk rakyatnya. Stimulus bantuan untuk mereka yang menutupi kebutuhan keluarga. Mata kepalaku menyaksikan sendiri ratusan orang berkumpul di seberang kantor desa Satiung dan desa pagarruyung. Senyum mereka para kepala keluarga setelah menerima paket peralatan sarana transportasi untuk menembus aliran sungai. Bagi mereka, sungai adalahLanjutkan membaca “Konversi BBM ke BBG untuk nelayan Tanah Bumbu Kalsel”

Lestarinya rumpun Arsiparis

Seolah berasa dekat banget dengan perubahan birokrasi Indonesia. Sambutan ASN pada urusan kearsipan pun, tak kalah ramai. Misalnya saja kudapati 673 pembaca pada beberapa tulisan terkait pengalihan pejabat administrator dan pengawas ke jabatan fungsional melalui penyesuaian/ Inpassing. Itulah berasa, atau rasa rasanya, sedangkan kondisi nyata itu masih sama. Tatkala jabatan Pengawas ditiadakan, siapa yg menjadiLanjutkan membaca “Lestarinya rumpun Arsiparis”

Serba Serbi Pertemuan

Aku hanya ingin membalas hutang kebaikan kehidupan yang telah datang padaku. Kalimat tersebut kusampaikan kepada seorang senior yang baru aku kenal kemaren. Malang melintang diurusan auditor, beliau memberikan beberapa wejangan kepadaku. Salah satunya adalah, jangan memasang Girik dalam pelaksanaan kerja di kantor. Apapun bentuknya, berjiwa bebas merupakan pilihan lebih baik. Mungkin seperti perjodohan saja, pertemuanLanjutkan membaca “Serba Serbi Pertemuan”

Bantuan nelayan wonosobo

5 Desember 2019. Terbaring di ruangan tengah sawah yang disebutnya homestay, kuuntai kata demi kata sebagai tanda pernah menapaki kaki gunung dieng. Puncak sikunir bisa jadi menjadi kenangan Bapak Agus Sunaryo, Ardhi, Arman, dan Irvan. Atau setidaknya menjadi kenangan ku pada bagian akhir dari perjalanan kunjungan lapangan pengecekan BMN Konkit untuk nelayan. Lepas dari WadukLanjutkan membaca “Bantuan nelayan wonosobo”

Merasa asing di kota kelahiran. 

Gudeg Permata adalah tempat pertama setelah mendarat di Bandara Adisucipto. Aku hanya bisa bercerita bahwa nama Permata dari warung penjual Gudeg diambil dari bioskop bernama Permata. 37 tahun mengenal Jogja, makan Gudeg Permata dengan temen kantor dalam perjalanan Dinas Persiapan Hibah BMN ke Wonosobo. Sejak 20.45 WIB di Garuda di CGK, perut memang sudah terasaLanjutkan membaca “Merasa asing di kota kelahiran. “