Sambal Dadakan

Ikan Mas, Gurami, Nila, cumi, udang terpajang di sudut muka warung makan Sambal Dadakan. Ayam paha maupun dada jenis kampung dan bukan ras pun tersaji siap dipilih oleh pelanggan. Jargon “pedasnya melejit” lebih menyerupai warung sambel setan yang merebak seantero jakarta dan sekitarnya. Terik matahari tepat di atas kepala, menjadi saksi lidah dan indra perasaLanjutkan membaca “Sambal Dadakan”

Soto Kuning Khas Bogor

Bogor, 8 September 2021. Sambutan senja dengan sisa sisa hujan mengantarkanku mengenal soto kuning. Hidangan khas kota hujan ini telah menenangkan perut. “Surya Kencana” Ujar Haji Tatang kepada driver Hiace Rudy. Tak berapa lama, rombongan pun mendarat di warung sederhana yang mengadap jalan pas untuk terparkirnya mobil.  “Daging dan kikil, campur, daging aja, nasi separo”Lanjutkan membaca “Soto Kuning Khas Bogor”

Kuliner malam, Bakmi 

Bakmi Sleman ya….Mbah Dumuk. Jalan Magelang No.12 Sleman 55511. Teringat sewaktu mengelandang Calon Direktur dan Calon Kasubdit di Migas kala itu.  https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/12/19/warung-bakmi-jogja-mbah-ndumuk/ “Mbah Ndumuk yuk” Ajak Bapak menjelang jam 10 malam. Kebetulan, Jumat 3 September 2021 aku menginap di Sucen. Tak berapa lama mengiyakan ajakan bapak, aku pun memilih Bakmi Goreng.  Jarak warung yang takLanjutkan membaca “Kuliner malam, Bakmi “

Soto Bu Tjondro

Warung soto plus, bukan hanya menu soto namun masih ada Gudeg, Pecel, Urap, Sayur Asem yang dijajakan di warung Bu Tjondro. Kebetulan untuk dua kali nya, aku mengajak keluarga menjajal di Jl Tole Depok.  Sebelumnya, beberapa tahun lalu aku menjajal warung yang berada di sebelah Lapangan Terbang TNI AL Pondok Cabe. Ternyata warung harus bercabangLanjutkan membaca “Soto Bu Tjondro”

Soto Kadipiro

Berkembangnya Kota Pelajar ke Kota Kuliner semakin tertangkap mata. Legenda makanan berkuah sebutan Soto, bisa jadi bukan hanya di Jalan Wates saja, namun warung dengan Plakat Kadipiro, Kadipiro Baru, Kadipiro Plus, dan Kadipiro II, cukup menjadi mengandung magnet bagi pelancong di Yogyakarta.  Beberapa kali mendatangi warung ini, aku pun harus mengarsipkan melalui untaian kata demiLanjutkan membaca “Soto Kadipiro”

Sate Pak Pong

Tujuan utama wisata kuliner jogja. Ramai parkir kendaraan di depan warung, memaksa aku membanting stir. Tepat di area kepulan asap perapian sate, tukang parkir berseragam biru meniup peluitnya. Tak lama duduk pada area lesehan, datanglah mbak dengan kalimat “antri tunggu 45 menit sampai satu jam”  Woow banget, sempat terhenyak dari duduk untuk meninggalkan warung sateLanjutkan membaca “Sate Pak Pong”

Soto Sedaap Boyolali (SSB)

  Tepat di pinggiran jalan RE Martadinata Pamulang Timur, Tangerang Selatan terpampang foto Hj. Widodo pada plakat warung Soto. Penjaja makanan yang katanya Khas Boyolali. Ciri kuah gurih dari kaldu ayam kampung bercampur nasi putih, serasa bikin nagih.  Sempat tutup di awal masa Pandemi COVID 19 dan buka model drive in (makan di mobil), kiniLanjutkan membaca “Soto Sedaap Boyolali (SSB)”

Soto Barokah

Dulu sih belum soto betawi. Sepuluh tahun lalu aku mengenal warung Soto Barokah cabang pasar Pondok Gede di utara perempatan pertanian Jakarta Selatan. Kala libur kerja (sabtu or minggu) kelar joging di Ragunan, berbarengan menyempatkan sarapan soto Barokah. Soto Barokah, pun langsung akrab dengan lidah jawaku ini. Bagiku, warung Soto Barokah tak semata penjaja makananLanjutkan membaca “Soto Barokah”

Soto Mbok Giyem

Halo penikmat Soto… Tentu tidak asing lagi dengan Soto Seger Mbok Giyem asli Boyolali. Foto mbok Giyem telah dipajang di plakat pada cabang di Jalan Gandul Raya Depok ini mencerminkan penghargaan kepada penjual pertama. Atau bisa juga sebagai bentuk kenangan untuk pendahulu yang bernama “Giyem”.  Mangkuk kecil dan sendok bebek dalam penyajian soto memang hampirLanjutkan membaca “Soto Mbok Giyem”