Mesin ๐Ÿ“ absensi

Pekerjaan di instansi pemerintahan belum menjadi dasar perhitungan besaran tunjangan kinerja ASN. Bukan volume arsip, bukan pula daftar arsip, bukan jumlah layanan kearsipan, bukan berkali kali bimbingan teknis, bukan beban kerja, dan masih banyak ‘bukan bukan’ lainnya. Rajin dan Istikomah beraktivitas di ruang arsip sampai pada predikat terbaik atau teladan pun tidak mempengaruhi besaran tunjangan kinerja.

Hampir tiap bulan, tunjangan kinerja dipotong sebagai akibat alpha, datang telat dan pulang cepat. Suatu ketika, seorang petugas kepegawaian menyapaku, ‘miris mas memperhatikan data potongan tunjangan kinerjamu’ ucapnya. Rata rata tiap bulan antara 300 s.d. 800 ribu.

Hari Kamis, 27 Juni 2019 mendapat pesan singkat dari seorang analis kepegawaian terkait ketidakhadiran. Sesuai data rekap pada mesin absensi sejumlah 15 hari pada tahun 2019. Data tersebut dibawa pada acara rekonsiliasi data kehadiran pegawai yang diselenggarakan oleh Biro Sumber Daya Manusia pada Kementerian ESDM.

Kehadiran ASN sangat bergantung pada mesin absensi. Rekaman sidik jari pada mesin tersebut harus terbaca di saat rekap oleh petugas absen baik di pagi hari dan sore hari.

Kebijakan pembinaan kepegawaian yang dilaksanakan oleh KESDM mewajibkan dua kali, jika rekaman sidik jari hanya pagi saja maka dianggap Alpha. Begitu juga jika hanya di sore hari saja, maka dianggap Alpha.

Meski kebijakan tersebut bisa jadi berbeda untuk kementerian dan lembaga pusat lainnya. Kebijakan yang bersifat internal, bahwa dianggap Alpha/ ketidakhadiran meski lupa merekam sidik jari saat datang, atau saat pulang.

Untuk memberi kesempatan para ASN, sistem perekaman kehadiran pegawai KESDM memberikan fasilitas perbaikan. Pegawai dapat mengajukan permohonan perbaikan pada sistem dengan alasan lupa absen datang, lupa absen pulang.

Namun demikian terdapat batasan jumlah atau kesempatan untuk mempergunakan fasilitas tersebut. Selain itu terdapat batasan lima hari kerja dalam mengajukan permohonan perbaikan kehadiran. Jika lebih dari lima hari, sistem otomatis akan menolak.

Hal – hal di atas hanya salah satu sudut pandang sistem kerja yang dapat diceritakan penulis pada instansi pemerintah. Sistem kerja mengajarkan universitas kehidupan. Maksudnya sistem yang mengakui sifat universalitas kompetensi manusia. Kompetensi dasar sekali dari ASN. Kompetensi merekam sidik jari. Bukan hanya hadir saja, tp menempelkan sidik jari ke mesin.

Dulu pernah muncul istilah PGPS (Pinter Goblok Pendapatan Sama). Saat ini muncul istilah kelas jabatan. Lebih dari itu, fenomena yang diungkap di tulisan ini adalah kehadiran pegawai di kantor.

Kehadiran menjadi dasar perhitungan besaran tunjangan kinerja dan menjadi tolok ukur kedisiplinan ASN. Mau tidak mau, sistem ini harus diterima dan dilaksanakan. Jika tidak melaksanakan sesuai ketentuan, sebagai ASN siap untuk proses penegakan disiplin sampai pemberhentian pegawai.

Pun secara pribadi, dituntut bersiap diri menerima bentuk konsekuensi dari kebijakan pembinaan pegawai. Meski merasa telah berkinerja dan telah berprestasi, namun harus pula menghitung kehadiran. Hitungan kehadiran berdasarkan mesin absensi. Tidak hitung jika tidak merekam sidik jari. Itupun harus dua kali, pagi dan sore.

Kerelaan diri atas potongan tunjangan tiap bulannya, bukan menjadi hukuman dari ketidakhadiran. Hilangnya pendapatan bukan sebagai denda dalam menaati aturan. Penegakan disiplin pegawai tidak terganti dengan denda potongan tunjangan kinerja.

Bentuk hukuman penegakan disiplin bagi ketidakhadiran di kantor, mulai teguran sampai pemberhentian. Bisa jadi serem bisa jadi biasa saja, adanya hukuman bagi pegawai yang tidak merekam sidik jari.

Akhirnya, penulis berpendapat bisa jadi mesin perekaman sidik jari ๐Ÿ‘†adalah alat yang super power bagi kinerja ASN. Mesin dan sistem absensi pegawai berkekuatan tinggi. Mesin itu bisa jadi mengalahkan kedaulatan dan kemerdekaan dalam menjalani pengabdian bagi nusa dan bangsa.

Bagaimana sikap kita dalam mendudukan mesin itu? Semoga mesin itu tidak berkedudukan sebagai pimpinan, bahkan jangan sampai didudukkan sebagai pengatur pemberi rejeki berupa tunjangan kinerja. Berabe hidup inj jika sampai mesin dianggap mendekati sebagai Pengatur Hidup. Karena pengatur hidup tetap Yang Maha dan bertahta di Langit Ketujuh.

#berfikirPositif

Semoga bermanfaat

Bijak di Media Sosial (WAG)

Hampir semua sisi kehidupan di sekitar kita telah lekat dengan media. Dengan media yang terhubung dengan teknologi, kita cepat mendapat kan informasi. Begitu juga kita berhak untuk meneruskan dan merangkum informasi untuk dikabarkan kepada orang lain.

Menyampaikan dan mendapatkan informasi merupakan hak semua orang. Informasi berupa pendapat yang berbeda, ketidaksetujuan atau berseberangan dengan orang lain itu syah syah saja.

Ketidaksukaan kepada kondisi lingkungan kerja pun, dapat disampaikan melalui media asalkan memahami kontek dan keterkaitan dengan yang lain. Misalnya pada Whatsapp grup yang dibentuk sebagai sarana komunikasi antar pegawai dalam unit kerja.

Berikut kutipan percakapan di suatu WAG semoga menjadi pelajaran berharga bagi saya pribadi
[26/6 16.10] si Bapak: Bu ….. gak ikut rapat arsip …๐Ÿ™๐Ÿ˜œ
[26/6 16.14] si Bapak: Bu … gk diajak rapat arsip ๐Ÿ™
[26/6 16.16] si Ibu: bapak kaya ga tau aja ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ
[26/6 16.16] si bapak: Oh kira sy sekretaris diajak…
[26/6 16.17] si bapak: Cakep
[26/6 16.32] si Ibu: Oh…saya sekretaris ya pa ???…… Saya sampe lupa pa .
[26/6 18.48] si bapak: Hahaha bu sektetaris utama es3.. loh…๐Ÿ™
[26/6 18.50] si bapak: Bu….. sy ingatkan y Ibu adalah sekretaris utama unit es 3…loh…๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
[26/6 18.52] si bapak: Jadi y ada acara apapun tolong dilibatkan … jangan ditinggal…๐Ÿคช bila menyangkut unit es.3
[26/6 19.55] si ibu: Saya juga ga tau …bapak yg tau..
[26/6 19.59] si ibu: Pa saya bukan Sekretaris di unit es3. Hanya tukang catat surat masuk keluar dan nomorin surat aja pa.

Kutipan diatas menunjukkan sikap menyindir terkait salah satu informasi. Kegiatan rapat di luar kota tentang tema tertentu menjadi informasi yang ditangkap oleh si Bapak dan si Ibu dalam percakapan tersebut.

Meski hanya percakapan biasa, namun ketika dilakukan pada media grup, memberikan informasi kepada para anggota grup terkait. Sikap nyinyir dan menyindir tersebut di tangkap berbeda bagi anggota grup yang berasal dari beberapa unit kerja.

Diawali dari rasa iri, atau merasa tidak dilibatkan, dan tidak tercatat dalam surat tugas maka terjadi perbincangan sebagaimana kutipan di atas. Si bapak yang merasa membela hati si ibu, memulai dengan kalimat bertanya.

Si Ibu menjawab dengan kepura puraan dengan tujuan agar percakapan diselingi nuansa humor. Si bapak melanjutkan dengan kalimat yang menunjukkan sikap pembelaan atas perasaan si Ibu. Pernyataan si Bapak tersebut yang seolah olah menunjukkan sikap menolong untuk si Ibu. Hehehe

Yuk, kita bahas kutipan percakapan tersebut!!!

Bisa jadi, percakapan tersebut meresahkan para anggota WAG yang membaca. Bisa jadi seorang anggota grup menerima bahwa informasi percakapan tersebut merupakan bentuk ketidakadilan yang dirasakan oleh si Ibu. Bisa jadi muncul persepsi bahwa si Bapak adalah pahlawan pembela ketertindasan.

Atau bisa juga, kedua orang tersebut baik si Bapak dan si Ibu merasa dirugikan jika tidak diajak pada kegiatan rapat di luar kota.

Dengan demikian media menjadi sarana curhat. Media menjadi sarana menyampaikan informasi dengan kesan menyindir, meski tidak sampai nyinyir. Secara tidak langsung, hal ini menciptakan kondisi yang berbeda beda sesuai persepsi si pembaca. Bisa negatif dan sangat sedikit bernilai positif.

Bagi pembaca atau anggota grup sebagai pihak yang menginisiasi kegiatan rapat, percakapan tersebut membuat perasaan risih. Perasaan bernuansa negatif.

Bagi pembaca atau anggota grup yang merasa dalam satu unit kerja akan berasa terprovokasi. Provokasi ketidak adilan, provokasi ketertindasan, provokasi atas perasaan yang tidak menguntungkan bagi si Bapak dan si Ibu termaksud.

Mungkin Si Bapak dan si Ibu butuh suporter dan pendukung untuk meluapkan perasaannya. Atau si Bapak dan si Ibu, sudah malas dan gak tega menyampaikan langsung kepada pihak yang menginisiasi kegiatan rapat tersebut di atas.

Padahal informasi kegiatan rapat masih akan berlangsung di bulan depan. Padahal panitia juga menjadwalkan bahwa si Ibu dan si Bapak diajak sebagai peserta rapat.

Berikut kutipan konfirmasi dari panitia kegiatan rapat
[26/6 17.41] si panitia: maaf bu.. itu rapat tgl berapa…?
[26/6 20.04] si panitia: kalau rapat tgl 4 memang saya belum bikin PD nya, saya udah jadwalkan semua staf unit terkait..

Nah lo….
Ternyata hanya kesalahan komunikasi. Ternyata muncul percakapan dalam WAG dari perasaan yang tidak menguntungkan bagi si Bapak dan si Ibu. Hanya perasaan saja, bukan suatu fakta ketidakadilan, atau kondisi tidak menguntungkan bagi pihak tertentu.

Di akhir tulisan ini, saya menjadi belajar. Belajar bagaimana menyikapi suatu informasi. Informasi yang tidak menguntungkan, informasi yang menumbuhkan rasa ketidakadilan. Bukan berasal dari substansi informasi namun berasal dari perasaan si pembaca informasi.

Orang bisa baper jika membaca dan mendengar informasi yang terkesan tidak menguntungkan. Terlebih informasi yang sudah dibumbui perasaan negatif.

Akhirnya informasi membuat seseorang menjadi kompor, menjadikan seseorang memprovokasi. So kita perlu berhati hati dalam mempergunakan media sosial. Kita sebisa mungkin bijak dalam menyikapi suatu informasi.

Bagi saya pribadi, ini adalah pelajaran luar biasa di hari ini. Kadang secara pribadi, saya mungkin bisa melakukan hal yang sama.

Terima kasih
Semoga bermanfaat

Menteri ESDM

26 Juni 2019.
Siang ini, pertama kalinya selama lebih dari 10 tahun berdinas di Ditjen Migas, mendengar dan melihat Bapak menteri ESDM, yakni Bapak Ignatius Jonan terlihat makan di kantin Pakdhe Mul. Kantin yang berlokasi di besmen pada Gedung Migas. Kabar tersebut diperoleh penulis dari WAG Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi Ditjen Migas.

Berderet nama Menteri ESDM pada lima belas terakhir adalah Purnomo Yusgiantoro, Darwin Zahedi Saleh, Jero Wacik, Sudirman Said, Archandra Tahar, dan Ignatius Jonan.

Biasanya kedatangan Menteri di Satuan Kerja yang terpisah dari Gedung induknya melalui agenda yang dipersiapkan unit. Namun berbeda pada pemandangan siang ini.

Komandan petugas keamanan Ditjen Migas, Arif mengunggah foto mobil R1 34 yang terparkir di Loby Gedung Migas pada hari Rabu, jam 12.26 WIB. Jam menunjukkan waktu makan siang, tak lama kemudian Bapak Menteri terlihat sedang berada di meja prasmanan. Kantin yang menyuguhkan makanan secara prasmanan.

Terlihat pada foto ๐Ÿ“ทselanjutnya, Bapak Menteri ESDM duduk di kantin Pakdhe Mul didampingi Bapak Ego Syahrial (Sekretaris Jenderal) dan Bapak Djoko Siswanto (Dirjen Migas). Terlihat pula dalam foto Bapak Mustafid Gunawan (Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas) mendampingi makan siang.

Menu santap siang pilihan Bapak Menteri adalah tanpa nasi, sayur kacang panjang, ayam goreng, ikan bawal, tahu, krupuk udang dan jus buah naga. Tulis bu Roosriani yang sempat berfoto bersama dengan Bapak Jonan.

Tentunya menjadi kebanggaan untuk pengelola Kantin Pakdhe Mul, tercatat pernah dikunjungi seorang Menteri. Disamping itu, untuk para pegawai Ditjen Migas mendapat apresiasi dengan kedatangan Menteri di akhir masa Jabatannya.

Masjid di Jalan Kahfi I

Semoga tulisan ini dapat menjadi referensi tempat berhenti sejenak untuk menampakan jiwa penghambaan kepada Sang Penguasa Jagat Raya. Tulisan bernuansa kehidupan religi dari gerak rukuk dan sujud di bangunan peribadatan, #MASJID

Perjalanan sore hari sepulang kantor ๐Ÿข terpenggal di jalanan. Sejenak berhenti di Masjid untuk tiga rakaat menjelang petang. Laju jalannya motor terhenti tatkala terdengar panggilan sholat.

Selalu di Jl. Kahfi 1, suara ๐Ÿ”Š dari TOA sahut menyahut mengantar matahari tenggelam di peraduannya. Suara yang berasal dari Masjid di sepanjang jalan itu menghentikan laju motorku.

Masjid pertama pada jalan arah pulang menuju gubuk ๐Ÿ  kudapati masjid di kanan jalan. Masjid Al Akhyar.

Masjid kedua adalah Masjid El Syifa. Terbaca yayasan El Syifa yang bergerak pada bidang pendidikan, pikir ku, karena terlihat bangunan sekolah di belakang masjid.

Masjid ketiga berada di daerah sebelum brigif. Bangunan bernama Masjid Assa’adatain. Masjid ini juga dalam pengelolaan yayasan. Terlihat bangunan sekolah yang berdekatan.

Masjid keempat terletak sebelum perempatan timbul, masih di Jalan Kahfi I. Kita dapat menjumpai Masjid Al Makmur. Meski berdekatan dengan sekolah, namun posisi berseberangan. Kini berdiri ruko ma’mur disebelahnya, mungkin saja pendiri nya keluarga Ma’mur ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜€๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Masjid kelima di Cipedak, bernama Masjid Asy Syakirin. Masjid ini juga tepat dipinggir jalan Kahfi I. Pada pintu masuk, disediakan parfum gratis untuk dipakai sebelum masuk masjid.

Masjid ke-enam, se penglihatanku bernama Mushola, lepas renovasi jelas terbaca tulisan Masjid Arriadut Taqwa. Pernah suatu petang saat tiba berbuka puasa, saya mampir dan melihat disebelah kanan Masjid berkumpul para santri. Mungkin ada pondok pesantren di sebelah masjid tersebut.

Di penghujung jalan Kahfi I, sebelum berbelok jalan menuju daerah Matoa Golf, terdapat Bangunan Al Inayah. Sore tadi, saat lepas sholat magrib, saya mengambil air ๐Ÿ’งminum, air mineral berwadah gelas yang disediakan gratis untuk para jamaah.

Demikian ceritaku hari ini. Cerita dari sudut rutinitas keseharian berangkat dan pulang dari dan ke rumah yang beralamat Perumahan Villa Tanah Baru, kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat menuju dan meninggalkan Gedung Migas di Jl. HR Rasuna Sa’id Kav.B5 Setiabudi Kuningan Jakarta Selatan.

Kurang lebih 25 kilo meter dengan waktu tempuh 1 jam s.d. 1,5 jam, saya mengendarai moda kendaraan favorit dan termurah, yakni sepeda Motor.

Apa iya, kata orang orang, hidup di kota besar seperti Jakarta, menua di jalan???? Jika diitung dengan asumsi waktu tempuh tercepat (kala jalan lancar), selama lima tahun telah melewatkan lebih dari empat bulan.

Begini gambaran kasar perhitungan waktu nya:
– sehari : 1 – 1,5 jam
– seminggu : 10 – 15 jam.
– satu bulan : lebih dari 2 hari
– satu tahun: mendekati 4 minggu
– lima tahun: lebih dari 4 bulan

Memang bukan waktu berturut turut, namun jika kita bayangkan, lama juga ya…, selama lebih dari empat bulan engendarai motor. Maka selama itu pula, tersimpan memori dan catatan nuansa hidup di jalanan.

Pada tulisan sebelum, nuansa hidup di jalan terdapat cerita warung jus buah. https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/06/21/kenapa-harus-jus-buah/

Masih banyak sudut kehidupan jalanan lain yang perlu dituliskan, semoga menjadi catatan kenangan di saat tua nanti.

Semoga bermanfaat.

Menulis

Asyiknya menulis. Selain seni literasi juga bikin pengalaman merinding. Bulu kuduk merasa berdiri ketika seorang dosen kearsipan di salah satu Universitas ternama mengkonfirmasi artikel untuk dijadikan salah satu bahasan dalam gelar doktoral. Tulisan pada tautan https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/01/perkembangan-paradigma-kearsipan-di.html?m=1
Artikel tersebut terkait perkembangan paradigma kearsipan yang dipengaruhi oleh teori administrasi negara.

Meski beda platform blog dengan saat ini, namun masih bertujuan sama, hanya untuk menyimpan catatan tentang apa yang saya laksanakan di kehidupan keseharian. Salah satunya dalam melaksanakan tugas sebagai arsiparis. Saya beranggapan bahwa tulis menulis akan menuntun pola pikir dan pola tindakan dalam menjalani kehidupan.

Sehubungan dengan tujuan menulis dan isi tulisan hanya terkait aktivitas keseharian, metode penulisan pun boleh dibilang jauh dari kriteria ‘ilmiah’. Tulisan pada blog ini pasti tidak memenuhi persyaratkan metode penulisan pada jurnal kearsipan, majalah kearsipan, atau media publikasi lain yang dimiliki suatu lembaga.

Berkah tulisan berkesempatan menjadi pengajar dalam suatu workshop dalam rangka pekerjaan konsultan. Pada tahun 2009, seorang tenaga ahli di perusahaan konsultan manajemen perkantoran memberikan porsi seperempat hari kepada saya untuk menjadi pembicara workshop bersama para sekretaris di suatu perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Waktu itu tema “index”

Lebih dari itu semua, saya kepikiran untuk mengulangi lagi karena penuangan ide tulisan masih belum terstruktur dan sistematis. Jika hidup boleh memilih, cukup dua pengalaman di atas saja yang menjadi catatan untuk memotivasi kebiasaan menulis.

Tulisan yang menceritakan keseharian dalam urusan kearsipan, hanya saya jadikan bumbu dan menjadi pemanas semangat bekerja. Pilihan bidang pekerjaan yang sesuai dengan angan2 sejak lepas dari pendidikan menengah atas.

Coba saja jika para pembaca berkenan untuk mereview judul judul tulisan dalam blog saya ini. Penentuan judul tulisan yang kadang belum sepenuhnya mencerminkan isinya.

Judul tulisan pada blog ini pun belum mengelompok sesuai dengan sistematika dalam bekerja. Tema tersebut antara lain aturan pekerjaan, bahan kerja, tata cara bekerja, perkembangan pengetahuan dan ketrampilan bekerja, pengalaman kerja, hasil kerja, perlengkapan bekerja, jabatan arsiparis, dan lingkungan kerja, serta serba serbi lainnya.

Namun demikian, saya merasa termotivasi dan menjadi kepuasan dalam menulis adalah ketika mereview kembali blog dan melihat statistik pembaca. Statistik pembaca berdasarkan artikel atau tulisan sampai dengan hari Selasa, 25 Juni 2019 masuk dalam kelompok tema ‘jabatan arsiparis” telah dibaca sebanyak 173 kali.
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/13/penilaian-arsiparis-via-skp/

Peringkat kedua setelah artikel di atas adalah tema ‘ hasil kerja’ yang telah dibaca sebanyak 154 kali pada tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/01/catatan-kerja-arsiparis/

Posisi ketiga yakni sebanyak 154 kali adalah artikel pada tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2018/12/03/arsiparis-teladan/

Dari ketiga judul tulisan di atas, mempunyai kesamaan judul yakni kata “arsiparis”. Jumlah pembaca tersebut mencerminkan promosi tulisan yang sering dilakukan hanya pada WAG arsiparis.

Platform wordpress versi android ini menjadi lapak kedua saya setelah sebelumnya blogspot. Sebagai pendatang baru, tepatnya sembilan bulan yang lalu terdaftar sebagai warga wordpress, capaian total pembaca 6.200 kali merupakan tambahan motivasi untuk menulis.

Pada blog sebelumnya dg platform blogspot, capaian pembaca sampai hari ini adalah 284 ribu yang hanya menampilkan 200 an artikel.

Akhirnya, semoga kebiasaan menulis dapat membentuk pola pikir yang lebih sistematis dan terstruktur. Semoga bermanfaat

SKUP Migas

Senin, 24 Juni 2019

Salah satu kewenangan yang dilaksanakan instansi pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam membina dan melakukan pengawasan sektor migas adalah penerbitan surat kemampuan usaha penunjang migas atau lebih dikenal dengan singkatan SKUP.

Menjadi persyaratan bagi perusahaan yang berkaitan langsung dengan usaha hulu migas memiliki SKUP. SKUP merupakan bukti pembinaan dan pengawasan agar investasi atau usaha sektor minyak dan gas bumi dapat berjalan dengan baik.

Selain itu terkait kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri pada kegiatan usaha hulu migas. Kelayakan suatu perusahaan ditetapkan melalui serangkaian aktivitas penilaian berdasarkan aspek usaha finansial, aspek kemampuan produksi, sistem manajemen, aspek jaringan pemasaran, dan aspek layanan purna jual sesuai dengan kategori dan kelompok usaha.

Jenis dan kategori usaha penunjang yang langsung berhubungan dengan usaha hulu migas telah ditetapkan oleh Menteri ESDM guna menjamin peningkatan produksi migas dan penggunaan produksi dalam negeri. Hal ihwal penilaian kemampuan usaha penunjang migas akan terkait dengan produksi migas dan melindungi produk lokal sehingga diharapkan dapat memberikan dampak investasi.

Paragraf di atas merupakan isi dari rekaman kegiatan yang mau tidak mau harus dibaca dalam menata Arsip migas. Isi informasi yang mengisi otaku pagi ini sebagai tuntutan pekerjaan sebagai arsiparis. Otak terisi pengetahuan baru.

Pagi ini, sesaat sampai di ruang arsip. Haji tatang dengan sigap menyediakan segelas kopi di meja. โ˜•. Se sruput kopi hitam yang terasa di mulut mengawali pekerjaan. Sesuai job deskripsi seorang arsiparis, dengan segera otak dan tangan berkoordinasi untuk menyelesaikan bahan kerja.

Tak jauh jauh, bahan kerja di meja telah menanti dari sisa bahan pada hari Jumat. Aku pun mulai membaca baca, dan memperhatikan isi dari berkas. Puluhan Map berwarna hijau tertulis nama perusahaan menjadi pengenal semasa aktif.

Dibagian depan map, terstaples nota dinas yang bertandatangan kepala subdit investasi migas yang ditujukan kepada Direktur Pembinaan Program Migas. Berkas pengurusan surat kemampuan usaha penunjang migas merupakan isi dari berkas bermap hijau tersebut.

Kumpulan berkas ini merupakan hasil evakuasi Arsip dari ruang unit kerja yang telah ditinggalkan begitu saja oleh para pegawai. Namun demikian, terbaca kurun waktu Arsip tahun 2018, segera kita proses untuk disatukan dengan kelompok Arsip dari unit investasi migas (DMBI).

Berdasarkan kebiasaan dan SOP penataan Arsip di ditjen migas, Arsip dikelompokkan berdasarkan unit kerja setingkat eselon tiga (subdit atau bagian). Kali ini, dari pilihan map berdasarkan nama perusahaan, saya gabung menjadi berkas penolakan SKUP.

Penamaan berkas inaktif bukan lagi menuliskan nama perusahaan, namun digabung dari kesamaan proses administrasi yakni “ditolak dan dikembalikan kepada perusahaan pemohon”.

Karakteristik berkas SKUP selesai proses yang saya dapati, semula ditempatkan dalam tumpukan untuk puluhan perusahaan yang ditolak dan dikembalikan kepada perusahaan pemohon. Penempatan berkas sesuai kesamaan proses inilah yang meyakinkan saya untuk melakukan pemberkasan kembali. Hasil pemberkasan menjadi dasar deskripsi arsip. Tercipta lah berkas penolakan SKUP tahun 2018.

Ratusan perusahaan penunjang migas tergambar dari ratusan jumlah map hijau yang berasal dari Subdit Investasi Migas. Jika pemberkasan SKUP inaktif sesuai nama perusahaan, maka akan tercipta ratusan data Arsip inaktif. Hal tersebut dapat menambah ribuan data baru. Dampaknya mempersulit penataan arsip.

Untuk itu, menjadi kewenangan arsiparis dengan tujuan mempermudah penataan berkas SKUP, maka pemberkasan terhadap berkas SKUP inaktif berdasarkan kesamaan hasil akhir proses administrasi (ditolak dan dikembalikan). Kemudian disusun berdasarkan kronologis, yakni bulan kemudian per tahun.

Demikian ceritaku hari ini. Cerita pekerjaan arsiparis. Pekerjaan untuk menjaga informasi yang bersumber dari rekaman kegiatan. Hari ini menjadi tahu karena membaca dan membekaskan rekaman kegiatan penerbitan SKUP Migas.

Berbagai alasan penolakan antara lain
– belum melengkapi berkas persyaratan
– bukan pemasok, bukan agen, bukan suplier yang dipersyaratkan sesuai kebijakan usaha penunjang usaha hulu migas( tidak berhubungan langsung dengan usaha hulu migas)
– sertifikat ISO yang tidak sesuai kebenarannya
– tidak disertakan bukti kepemilikan software dan tenaga terampil terkait
– dan seterusnya

Semoga bermanfaat

AAI (Asosiasi Arsiparis Indonesia)

Asosiasi Arsiparis Indonesia atau yang sering disebut dengan AAI merupakan wadah organisasi untuk profesional kearsipan. Pada enam tahun yang lalu, https://nurulmuhamad.blogspot.com/2013/02/arsiparis.html?m=1 penulis mencoba memaknai wadah organisasi bernama AAI. Ikut nyengkuyung (dalam istilah Jawa)/mendukung dari rasa memiliki wadah organisasi profesi.

Rangkaian kalimat yang diunggah pada blogspot tersebut terjadi pada bulan kedua tahun 2013. Tulisan yang dilatarbelakangi dari rangkaian semangat kearsipan pada tahun sebelumnya. Yakni ketika penulis yang merasa turut sebagai arsiparis, mendukung dengan meng endorse wadah profesional kearsipan untuk berbicara di Seminar Nasional tahun 2012 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Meski belum pernah mendaftar, tidak tercatat sebagai anggota, tidak mempunyai kartu anggota namun sebagai wujud rasa memiliki pada bidang kearsipan, mengusulkan kepada panitia, agar AAI melalui Ketua Umum dapat diundang sebagai salah satu pembicara pada waktu itu.

Respon yang baik dari panitia dan peserta kala itu nampak terlihat ada sesi diskusi tanya jawab. Seorang peserta merasa tertarik untuk menanyakan wadah organisasi para profesional kearsipan di lingkup daerah. Ketertarikan kepada AAI merupakan motivasi dalam mengikuti seminar.

Pertanyaan dari seorang arsiparis pada pemerintah daerah pada tahun 2012 ditanggapi oleh sang ketua bahwa perkembangan AAI masih di berada di level pemerintahan pusat, sedangkan untuk di daerah belum dapat maksimal, namun kita sebagai arsiparis perlu menumbuhkan rasa kepemilikan dan bangga karena organisasi arsiparis dituangkan dalam Undang undang.

Meski demikian penulis tak mengingat lagi respon balik dari peserta seminar tersebut. Selama tujuh tahun sejak dibentuk pada tahun 2005, Sang ketua AAI baru dapat menjawab “baru berada di level pemerintah pusat”.

Gambaran perbincangan terkait AAI pada tujuh tahun yang lalu, saat seminar nasional kearsipan tahun 2012 di Yogyakarta menunjukkan bahwa organisasi para profesional yang diharapkan dapat memberikan dan dapat dimanfaatkan untuk wujudkan kearsipan yang lebih baik.

Kini, saat kearsipan mengalami perubahan, dimana perubahan tersebut menciptakan gelombang resistensi, bagaimana sikap AAI??

Setidaknya ada tiga hal gambaran perubahan yang menyebabkan arsiparis resisten sebagaimana tautan berikut https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/29/48-th-kearsipan-indonesia/

Perubahan pada sistem penilaian kinerja, kewajiban sertifikasi untuk kenaikan pangkat dan jabatan, dan kebijakan impasing. Ketiga hal yang sangat erat dengan pe arsiparis.

Bagaimana sikap organisasi AAI???

Penulis akan mengakhiri tulisan ini dengan sebuah harapan. Sebagai organisasi para profesional kearsipan, AAI dapat turut meng harmonisasi kondisi kearsipan, dengan dinamika yang terjadi saat ini. Ketika perubahan yang tidak dapat dinafikan dihadapkan dengan para profesional kearsipan yang masih bersikap resisten, maka menjadi tantangan bagi AAI untuk dapat mengharmonisasi.

Catatan kecil penulis dalam memaknai kehadiran AAI di tahun 2012 sebagaimana cerita di atas, menjadi memori dalam rasa memiliki. Meski saat ini tidak punya bukti ke anggotaan AAI.

Walau bukan anggota AAI namun keikutsertaan penulis dalam acara arsiparis teladan nasional tahun 2014 dan tahun 2016 mengkondisikan jalinan hubungan komunikasi antar arsiparis.

Sedikit flashback bahwa sepengetahuan penulis AAI dibentuk sejak tahun 2005. Organisasi yang menamakan Asosiasi arsiparis Indonesia yang disIngkat dengan AAI. Organisasi termaksud merupakan forum komunikasi dan komunitas kearsipan yang terdiri dari Arsiparis, tenaga kearsipan baik instansi pusat maupun daerah, serta BUMN dan BUMD dan pemerhati kearsipan yang berasal dari masyarakat.

Empat belas tahun sudah, keberadaan AAI meski sampai saat ini lekat erat dengan regulator. Organisasi profesi yang punya tantangan besar dalam menjaga ke profesionalan. Organisasi profesi yang bukan hanya menjadi corong regulator, namun dapat meng harmonisasi kepentingan regulator dan kepentingan stakeholder dan pekerja kearsipan.

Semoga bermanfaat

Kenapa Harus Jus Buah??

KENAPA harus jus buah??? Kenapa bukan warung kopi??? Bermula rasa tertekan dari tubuh akibat minum ๐Ÿป kopi tiap hari. Sebagai akibat dampak kebiasaan di kantor. Kantor dan kopi sudah menjadi dua sejoli nampak saling mengisi selama bertahun terakhir ini. Rasa rasa terhambat keluarnya dahak dari saluran pencernaan. Solusi konsumsi air ๐Ÿ’ง putih yang cukup kadang mengakhiri.Kini menjadi alternatif minum cairan buah plus plus yang dihaluskan. Dan memang, dahak keluar lancar dengan minum jus buah. Begitu juga kondisi tubuh mendapat sugesti ketahanan dari ancaman lungkrah (sakit). Bertambah info kampanye manfaat konsumsi jus buah di salah satu warung.Kampanye berupa tulisan yang cukup terbaca dipajang di dinding warung. “Kenapa harus jus?”Jawabannya adalah “Meningkatkan daya tahan tubuh, Menurunkan kadar kolesterol, Melancarkan proses pencernaan, Sebagai anti oksidan dan anti kanker, Mempercepat proses penyembuhan, Membuat awet muda.Begitu gambaran ” kenapa harus jus buah?”. Disaat curi-curi waktu dan cari kondisi untuk mengedit kata, kalimat, dan paragraf sebelum posting tulisan di wordpress blog. Curi dan cari akhirnya terdampar di warung jus buah kala perjalanan kantor ke rumah di sore hari. Sejauh 25 kilo meter searah pulang, mata ini tertuju pada warung jus buah.Sepanjang jalan Kahfi I Jagakarsa Jakarta Selatan, mata terhenti pada gambar buah, menemukan lima warung jus. Dari warung ke warung pesanan favorit adalah belimbing mix tomat. Meski terbatas suara adzan magrib, namun cukup waktu dan dapet kondisi untuk menuangkan ide melalui tulisan.Lepas lebaran ini, menjadi hari hari โ˜€petang yang indah untuk mengunjungi warung jus buah. Cukup 12 ribu s.d 15 ribu untuk membayar jus favorit ku, belimbing mix tomat.
Khasiat belimbing untuk mengatasi hipertensi, mengatasi gangguan hati, menyehatkan jantung untuk mengimbangi kebiasaan buruku sebagai ๐Ÿšฌ perokokMari, konsumsi buah…
Semoga bermanfaat

Penilaian Kearsipan

Penilaian kearsipan di suatu institusi dapat ditinjau dari indikator seperti di antaranya adalah pengawasan kearsipan, lomba unit kearsipan, atau metode ISO

Meski demikian terkadang kearsipan menampilkan kesan melalui lalu lalang informasi dari media sosial. Informasi yang disajikan dari ketujuh hal yang dimaknai sebagai standar minimal yang harus dimiliki dalam kearsipan.

Kearsipan Ditjen Migas terkesan baik di mata beberapa orang. Meski demikian, kesan penilaian dari sudut pandang penglihatan umum.

Tautan berikut pernah menceritakan capaian kinerja pengolahan Arsip di Ditjen Migas
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/15/kinerja-arsip-migas-50-hari-2019/

Menurut penulis, penglihatan umum dalam menilai kondisi kearsipan antara lain adanya ruang penyimpanan, tim kerja, anggaran, aktivitas kearsipan, tim kerja, ruang penyimpanan, apresiasi pimpinan, layanan dan koleksi arsip.

Tulisan ini mencoba merangkum beberapa catatan dalam blog yang mengulas hal terkait dasar penilaian beberapa orang terhadap kearsipan Ditjen Migas.

1. Ruang penyimpanan.
Tautan berikut menggambarkan potret kecil kearsipan Di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. https://nurulmuhamad.blogspot.com/2019/06/evaluasi-pengelolaan-arsip.html?m=1

Luas ruang Arsip di Gedung Migas kurang lebih 240 meter persegi (Panjang 23.4 M X Lebar 9.6 Meter) dengan kapasitas simpan sebanyak 5.400 boks, selain itu penambahan kapasitas simpan off storage sistem sewa sebanyak 5.200 boks.

Tingkat pertambahan arsip kertas di Ditjen Migas kurang lebih 1.000 s.d. 2.000 boks pernah tahun. Selain itu tersedia pula ruang penyimpanan bentuk server yang dapat menyimpan Arsip alih media dan sarana aplikasi Arsip berbasis web dengan IP lokal.

Kesan ruang penyimpanan arsip yang terasa berkurang dilaksanakan dengan penentuan metode kerja yang menjadi solusi permasalahan kearsipan dan tetap mendasari dengan ketentuan perundangan yang berlaku di kearsipan.

Misalnya metode kerja pengolahan Arsip kertas untuk memberikan solusi ruang simpan pada tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/05/normalisasi-ruang-arsip/

Kemudian pemanfaatan teknologi untuk pengarsipan surat surat sebagaimana tautan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2018/10/19/pengarsipan-ditjen-migas/

2. Tim kerja
Ketersediaan personil wajib disediakan oleh unit kearsipan. Meski kondisi riil saat ini tersedia sepuluh orang yang terbagi atas tiga orang petugas pramu kantor, dua orang arsiparis, dan empat orang staf PNS serta satu orang pekerja waktu tertentu. Meski berbeda dengan kondisi bulan Oktober 2028 sebagaimana tautan
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2018/10/12/tim-kerja-arsip-ditjen-migas/

Ketersediaan sumber daya manusia pada bidang kearsipan perlu dikaitkan dengan unit kerja yang bersifat teknis. Ketimpangan volume arsip dan araiparis diatasi dengan pembentukan tim kerja.

3. Anggaran kearsipan.
Jumlah total anggaran pada sub bagian tata usaha pada tahun 2019 adalah 900 juta. Namun demikian untuk belanja kearsipan secara langsung sebesar 426 juta dengan rincian:
– belanja peralatan seperti boks Arsip: 36 juta
– belanja sewa penyimpanan arsip: 170 juta
– belanja penataan Arsip: 70 juta
– belanja paket meeting: 50 juta
– belanja perjalanan dinas: 100 juta

Kecukupan anggaran dipengaruhi oleh penetapan jumlah dan volume target yang ditetapkan pada Rencana kerja anggaran dan rencana kinerja tahunan.

4. Apresiasi pimpinan
Pelaksanaan fungsi kearsipan di ditjen Migas bersifat terbuka terhadap inovasi dan menggapai kemajuan pada seluruh bentuk layanan asalkan masih sesuai rencana kerja anggaran (Renja atau RKA).

Pimpinan dapat mengerti dan memahami beberapa metode kerja yang ditetapkan unit atau bahkan perubahan teknis untuk penyesuaian kondisi lapangan namun tetap berpedoman pada rencana kinerja tahun (RKT)

Tautan berikut merupakan bukti apresiasi pimpinan terhadap kearsipan https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/26/kado-jumat-di-ruang-arsip/

Kunjungan salah satu Direktur ke ruang penyimpanan arsip merupakan bentuk apresiasi pimpinan.

5. Layanan kearsipan
Kedudukan kearsipan pada layanan perkantoran dalam rangka pemberian dukungan manajemen internal ditjen. Kesiapan dalam penyediaan dukungan berupa layanan penelusuran dan penyimpanan arsip untuk seluruh unit kerja. Sebagaimana tautan berikut ini :
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/07/layanan-kearsipan-untuk-infrastruktur-migas/

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/04/25/261/

Sifat layanan kearsipan di Ditjen Migas adalah back office, yakni pelayanan kepada unit kerja, pejabat dan pegawai di lingkungan ditjen Migas. Bukan melayani pihak luar secara langsung.

6. Aktivitas kearsipan
Kearsipan yang terlaksana dari mulai penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan sampai dengan penyusutan telah dilakukan pengelolaan setiap hari kerja. Seperti halnya penyusutan ada tautan berikut
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/02/21/penyelamatan-memori-organisasi/

Pemindahan ke gedung pusat arsip KESDM merupakan bentuk penyusutan arsip.

7. Pembinaan petugas arsip
Menjalin komunikasi dan koordinasi antar staf atau pelaksana pada urusan arsip merupakan usaha untuk mencapai keadaan kearsipan yang lebih baik

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2019/03/28/forum-kearsipan-ditjen-migas/

Forum komunikasi petugas arsip dibentuk dan dilaksanakan sebagai bagian dari cara pembinaan kearsipan dengan pelaksanaan rapat di luar kantor.

Di akhir tulisan ini, ketujuh hal yang tersebut di atas merupakan dasar penglihatan umum yang menjadikan kesan kearsipan Ditjen Migas bernilai lebih baik.

Pelantikan “promosi & rotasi”

Sisi lain dari adanya prosesi pelantikan untuk promosi dan mutasi jabatan adalah pianis ๐ŸŽค๐ŸŽผ๐ŸŽน๐ŸŽถ. Apa jadinya jika pianis itu adalah arsiparis??????

Bnernama pak Puji, arsiparis di Pusdiklat Migas Cepu, malang melintang di dunia pianis meski seorang arsiparis. Kepiawaian dalam memainkan alat musik menjadikan berkah sendiri. Untung banyak deh, dari surat tugas luar kota dari pimpinan di Cepu, sampai sempat dilamar langsung oleh kepala biro SDM.

Sejak masa kepemimpinan Bapak Menteri Sudirman Said, prosesi pelantikan dipusatkan dan dipimpin langsung oleh Menteri ESDM. Begitu pula pada dua tahun terakhir ini, setelah adanya pergantian kepemimpinan ke Bapak Menteri Ignatius Jonan.

Mungkin pada lima tahun yang lalu, prosesi pelantikan tidak semua dipimpin langsung oleh Menteri, namun saat ini khusus nya di instansi pemerintah pusat seperti di Kementerian ESDM, pada tiap bulan terlaksana acara pelantikan. Dan tentunya sangat membutuhkan iringan musik ๐ŸŽค๐ŸŽผ๐ŸŽน๐ŸŽถseperti piano.

Catatan penulis dalam kurun empat tahun terakhir, mendengar dan membaca informasi pelantikan setiap bulan. Menteri ESDM memimpin prosesi pelantikan baik promosi maupun mutasi jabatan struktural. Sebagaimana tautan https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/jonan-rotasi-jabatan-jalan-untuk-hasilkan-pemimpin-yang-baik

Pegawai yang menerima Kenaikan jabatan atau promosi diberikan ucapan selamat. Pun demikian dengan mutasi, meski kadang membawa orang bertanya, namun saat ini sudah menjadi hal yang wajar untuk tujuan misalnya penyegaran organisasi, penyesuaian potensi pegawai, untuk mendekati lahan basah, karena telah lima tahun dalam jabatan, dan seterusnya.

Peristiwa promosi dan mutasi identik dengan ucapan selamat. Di akhir prosesi pelantikan, menjadi pemandangan umum bahwa pimpinan suatu instansi yang membacakan surat keputusan memberikan jabat tangan sembari memberi mengucap ‘Selamat’.

Melalui tulisan ini, saya juga mengucapkan selamat buat pianis sekaligus arsiparis yang laris manis. Arsiparis pun bisa menjadi pianis dan berguna untuk prosesi pelantikan.

Pada Rabu, 19 Juni 2019 di Kementerian ESDM terlaksana prosesi pelantikan. Promosi dan rotasi jabatan administrator di lingkungan Ditjen Migas antara lain:
Kepala Bagian Keuangan: Drs. Agustinus Sudarmo (rotasi)
Kasubdit Penyiapan Wilayah Kerja Konvensional: Ardhi Krisnanto, S.T (rotasi), Kasubdit Pengawasan EksplorasiE: Ir. komar Hutasoit (promosi), Kasubdit Penilaian dan Pengembangan Usaha Hulu Migas Yulianto, SE (promosi)
Kasubdit Penyiapan Wilayah Kerja Non Konvensional: Ir. Dody Pribadi (rotasi)

Sedangkan untuk pejabat pengawas antara lain;
Ahmad Lutfi: Kasubag Evaluasi dan Laporan (rotasi)
Achmad Fauzi Budiman: Kasubag Informasi Hukum (rotasi)
Hening Sasmitaning Tyas: kasubag Kepegawaian dan organisasi (rotasi)
Firdaus Wajdi: Kasie. Penerima Negara Migas
Heri Nurjito: Kasie Pemantau Usaha Eksploitasi Migas
Rachmat Jatmiko: Kasie Standarisasi Hilir Migas
Agustin Hermawan: Kasie Keselamatan Lingkungan Migas