
Rabu, 20 Februari 2018, Rubiyatni, Analis kepegawaian pada Ditjen Migas, menghubungi penulis untuk dapat menjadi narasumber pada pelatihan untuk calon pegawai negeri sipil atau CPNS.
Pelatihan dimaksud untuk membekali kemampuan administrasi maupun teknis bagi calon aparatur sipil negara yang ditugaskan di Ditjen Migas. Terdapat enam orang hasil proses seleksi cpns 2018 dengan dua orang pranata komputer, dua analis kegiatan usaha hulu migas, dan dua analis kegiatan Hilir Migas.
Ketika penulis masih berstatus CPNS (2009), kegiatan semacam ini disebut dengan pembekalan. Kegiatan tiap tahun dalam menyambut pegawai baru, unit kepegawaian Ditjen migas menyelenggarakan kelas CPNS dengan narasumber dari unit kerja sesuai tema sharing yang ditentukan.
Tema sharing knowledge yang diberikan kepada penulis adalah tata persuratan dinas dan elektronik persuratan. Suatu tema yang mengasyikkan hingga penulis bawakan bahkan tanpa bantuan paparan bentuk slide PowerPoint. (sebenernya gk mungkin buat paparan, krn pagi di hubungi, siang langsung tampil hehe) 😜
Tak ada alasan untuk menolak kesempatan menjadi narasumber, jam satu siang langsung menuju ke Lantai 15 Gd Migas. Setelah bertemu ibu Kasubag dan menghadap Bapak Kabag, Bp. Aco untuk memohon ijin mewakili unit sebagai narasumber dan sekaligus melaporkan sarana disposisi surat yakin aplikasi e surat, penulis pun menuju kelas CPNS Ditjen Migas 2018
Sesaat setelah diperkenal oleh panitia, maka penulis pun mulai mengakses aplikasi surat.migas.esdm.go.id untuk memusatkan perhatian peserta kelas CPNS sebagai pengganti paparan.
Sebagaimana ceramah pada umumnya, perkenalan diri dan para peserta kelas CPNS. Dua dari enam orang memperkenalkan diri pada jabatan calon pranata komputer mengantarkan sharing pengalaman pembanguan aplikasi persuratan sebagai sarana pelaksanaan administrasi di Ditjen Migas.
Penulis mengawali ceramah dengan sharing pengalaman dalam menerima tugas pimpinan untuk mengawal pelaksanaan persuratan elektronik. Penugasan dari Direktur Jenderal sejak tahun 2016 (Prof. Wiratmaja) kepada Kabag Rencana dan Laporan sebagai unit IT migas, jatuh ke tangan penulis sebagai Arsiparis meskipun secara organisasi dibawah unit Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi atau SDMU.
Cerita pengalaman tersebut membawa ke pengenalan model pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dengan memperkenalkan jenis jabatan, yakni jabatan fungsional, jabatan struktural, jabatan pengelola anggaran. Jabatan tersebut mempunyai kode misalnya untuk jabatan pengelola anggaran terdapat kode PPK, PPBJ, ULP, Pokja, PPSPM. Jabatan struktural mempunyai kode DJM DME, DMO, DMI, DMT, dan seterusnya
Penulis maksudkan agar nyambung pada sesi kelas pagi yang didapatkan oleh CPNS dari tema pengelolaan SDM di Ditjen Migas. Perbedaan pengenalan jabatan pada sesi tata laksana persuratan adalah kode unit kerja yang mempermudah dalam komunikasi sehari hari di kantor Ditjen Migas.
Terkait dengan jabatan pengelola anggaran, penulis menyampaikan untuk menghidupkan suasana karena terkait pendapatan sebagai pegawai. Pegawai baru Pastilah terusik dalam pikiran, terkait pendapatan dari bekerja di Ditjen Migas.
Selain pendapatan gaji dan tunjangan kinerja, terdapat unsur pendapatan lain dalam peran serta melaksanakan program kegiatan berdasarkan anggaran sampai peran pegawai pada proses pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, tata cara pengadaan barang dan jasa di pemerintah harus di mengerti oleh para pegawai baru, agar nantinya pelaksanaan program kegiatan dapat mencapai tujuannya.
Salah satu pengadaan yang dicontohkan penulis adalah pembangunan aplikasi persuratan dinas. Dari contoh tersebut, peserta kelas CPNS pun menyampaikan pernah bekerja pada salah satu vendor dalam mengikuti pengadaan aplikasi di kementerian BUMN senilai 5 milyar.
Menurut peserta kelas CPNS bahwa pengadaan aplikasi termasuk pembelian server dan peralatan jaringan dan lain lain. Mereka tercengang ketika penulis menyampaikan pengalaman bahwa pengadaan aplikasi persuratan ditjen migas tanpa ada pembelanjaan peralatan lainnya, hanya semata mata pengadaan jasa tenaga ahli programer.
Sehingga anggaran pembuatan aplikasi persuratan dinas elektronik Ditjen Migas dapat diminimalkan dengan total 300 juta selama 3 tahun pengembangan (tahun 2016 dua paket @50 juta, tiga paket @50 juta pada tahun 2017, dan satu paket 50 juta di tahun 2018.
Orientasi pembangunan Aplikasi berdasarkan kebutuhan pengguna dan proses bisnis persuratan sehingga menjadi dasar pemaketan. Kebutuhan pengguna saat itu diarahkan langsung oleh Prof. Wiratmaja selaku Direktur Jenderal. Selain itu pada tiap dua bulan masuk dalam tema rapat pimpinan diperluas (s.d pejabat pengawas eselon 4)
Hal tersebut disampaikan penulis untuk menggambarkan kepada CPNS bahwa pencapaian tujuan suatu program tidak semata mata hanya terletak pada besarnya anggaran.
Beberapa kejadian indikasi penyelewengan anggaran yang diberitakan di media, tidak luput di Ditjen Migas semua mengarah ke Jabatan pada pengelola anggaran. Penulis menyampaikan pesan kepada CPNS agar memiliki fokus pencapaian tujuan dari program anggaran.
Terdapat program nasional seperti Pembangunan Kilang Mini LPG di Banyuasin, Jargas di Sengkang, dimana menjadi bagian cerita berat namun dapat diambil pelajaran dari jabatan pengelola anggaran seperti PA, KPA, PPK, PPSPM, dan seterusnya.
Cerita pengalaman tersebut penulis alami ketika menerima puluhan penyidik penegak hukum yang mendatangi ruang arsip migas.
Meskipun dengan anggaran 300 juta Aplikasi persuratan Dinas Elektronik dapat di Adobe dan telah dipergunakan untuk 4 satker di kementerian ESDM, tata usaha menteri dan wakil menteri, Sekretariat Jenderal KESDM, Ditjen Migas, BPSDM, dan Badan Geologi.
Seluruh surat yang beredar di empat satker tersebut telah mempergunakan sarana aplikasi persuratan sehingga mengurangi beban kertas di kantor.
Termasuk di Direktorat Jenderal Migas, seluruh pengurusan surat baik registrasi masuk dan keluar, pelaksanaan pemberian dan penerimaan disposisi surat atau arahan pimpinan terhadap surat masuk dari Direktur Jenderal sampai dengan staf telah mempergunakan aplikasi persuratan dinas.
Aplikasi tersebut merupakan prestasi kinerja dari Unit IT (SDML) Ditjen migas. Untuk itu, penulis menitipkan pengembangan dan perawatan aplikasi termaksud kepada dua orang cpns pada jabatan pranata komputer.
Seru jalannya kelas CPNS, banyak interaksi dari para peserta seperti pernyataan dari calon analis kegiatan usaha hulu migas, bahwa “Aplikasi persuratan dinas Ditjen Migas dapat dipergunakan sebagai pusat atau sumber informasi”
Tanggapan penulis sebagai Arsiparis yang tau persis lalu lintas informasi kedinasan melalui media surat atas pernyataan tersebut adalah ada satu pejabat administrator di Ditjen Migas yang ngomong dengan nada bercanda “harus hati dengan mas nurul, karena khawatir disabotase”
Pernyataan penulis tersebut mengajak peserta pelatihan untuk menafsirkan dengan dikaitkan dengan pernyataan “aplikasi surat sebagai sumber atau pusat informasi kedinasan”.
Menurut penulis, bahkan melebihi pernyataan dari calon analis kegiatan hulu migas termaksud, karena seluruh komunikasi kedinasan di Ditjen Migas yang terekam melalui surat terselenggara melalui sarana aplikasi persuratan dinas elektronik.
Aplikasi persuratan dinas elektronik bukan hanya sebagai pusat informasi, namun dapat pula didudukan sebagai prasyarat berjalannya roda organisasi dan pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Untuk itu, semua peserta kelas CPNS mendaftar sebagai USER aplikasi persuratan dinas agar nantinya menerima disposisi dari atasan masing masing.
Mereka pun mendapati tampilan aplikasi pada level user staf. Level user aplikasi persuratan dinas elektronik adalah
1. user admin
2. user operator
3. user Sekretaris pimpinan
4. user Dirjen
5. user direktur/sesditjen dan user pejabat eselon
6. user staf
7. user arsiparis.
Salah satu peserta kelas CPNS yang telah terdaftar sebagai user aplikasi surat.migas.esdm.go.id mendapat disposisi pada kotak surat masuk berwarna putih. Penulis pun membuka aplikasi melalui user staf terdapat warna merah, hijau dan putih. Atas perbedaan warna tersebut, maka peserta kelas CPNS menanyakan perbedaan warna pada data surat di aplikasi surat.migas.esdm.go.id
Surat masuk diketagorikan dengan warna sesuai kategori disposisi atau arahan pimpinan yakni
🌟 MERAH untuk arahan
– untuk diselesaikan
– menghadap
– siapkan jawaban
🌟 Hijau
– bahas bersama
– buat resume
– tanggapan dan saran
🌟 Putih untuk arahan
– untuk di file
– untuk diketahui sebagai info

User Level staf diharapkan melakukan menindaklanjuti disposisi pada kota masuk dengan klik selesai, balas, atau komentar pada menu di aplikasi tersebut.
Hampir dua jam ceramah persuratan dinas dan elektonik surat berlalu ketika penulis mendapati jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Penulis pun mengakhiri ceramah dengan berpesan pada peserta kelas CPNS untuk menghubungi via wa pada nomor 087886919182.
Nomor HP penulis yang siap dan terbuka untuk berdiskusi terkait persuratan, kearsipan, komunikasi kedinasan via tata naskah kedinasan sampai penelusuran arsip sebagai bahan dan referensi.