Ajal Manusia

Kematian, jenazah, lelayu, orang meninggal, cukup menyita tanya dalam benaku. Ramainya media sosial, obrolan tetangga, lingkungan kerja, dan pengeras masjid, tentang datangnyabajal manusia di medio awal Juli 2021. Pun obrolan jarah jauh tatkala menelpon bapak di kampung, tak lupa menceritakan berita pemakaman. 

Seperti tetangga yang bekerja di Kemenkes memposting data laporan harian COVID-19 di WAG Satgas tingkat RT. Seribu lebih kasus kematian sehari telah di klaim sebagai akibat virus Sars. 

Pun dari statistik tulisanku, melepas prasangka ku dari 11 ribuan pembaca sejak 28 Juni 2020) πŸ‘‡

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/06/28/mc-pelepasan-jenazah/?preview=true

Akhirnya, Yakinku atas ajal manusia ditentukan oleh Sang Pencipta. Penyebab kematian tentu sifatnya keduniawian. Dan hakikat dunia adalah tanda kebesaran Nya. 

CPNS Arsiparis 2021

Setujukah? Terjadi pergeseran penerimaan jenjang ketrampilan ke jenjang Keahlian? Saya setuju banget. Pembangunan Kearsipan secara nasional dibutuhkan imajinasi dari Sarjana Terapan dan Sarjana Strata 1 ilmu kearsipan. 

Setidaknya tersedia 83 formasi CPNS dg kualifikasi DIV atau S1 Kearsipan tersebar pada instansi pusat dan daerah baca πŸ‘‡

https://data-sscasn.bkn.go.id/spf?jenisPengadaan=2&instansi=&tkPendidikan=35&pendidikan=5010004#

Meski demikian, kita akan memerlukan pembuktian keterisian formasi CPNS untuk Jabatan Calon Arsiparis. Artinya, dari 83 lowongan dapat diisi dan bukan hanya ditampilkan dalam ajang CPNS an. Patut menjadi pertanyaan, universitas mana saja yang telah mencetak lulusan DIV/S1 Kearsipan. 

Meski peningkatan kompetensi ditinjau dari mayoritas penerima Calon Arsiparis Ahli Pertama, namun 25 formasi CPNS arsiparis dengan kualifikasi D3 kearsipan pun menjadi harapan pembangunan kearsipan. Setidaknya, pada Pemerintah Daerah yang masih membutuhkan tenaga terampil di urusan pengarsipan πŸ‘‡

https://data-sscasn.bkn.go.id/spf?jenisPengadaan=2&instansi=&tkPendidikan=30&pendidikan=4100015#

Zoom Covid by Dr. Gatut RSUI

Seperti kartu yang terbaca saat masuk tol” Analogi dokter Gatut, dokter yang mendedikasikan diri pada Pandemi COVID-19 di RSUI Depok. Renyah dan mudah dicerna pemaparannya. Audience awam sepertiku cukup mudah menangkap pesan pencegahan dan pengendalian virus. 

Orang yang sudah tua pun tak akan kembali seperti dikala muda, begitu pula yang terkena penyakit” tuturnya. Tentu penuturan tersebut melalui analogi, qiyas atau padanan yang langsung nyambung pada frekuensi non eksakta sepertiku. Intinya sih, pencegahan lebih baik dari pengobatan. 

Belum tersedia obat definitif, namun tersedia tatalaksana penanganannya” ungkap dokter Gatut. Disini pentingnya pemahaman orang awam mengenai klinis kesehatan. Tatalaksana menduduki peringkat lebih tinggi sebelum diketemukan obat. 

Aku pun lega, mendengar dari dokter bahwa ancaman kematian manusia disebabkan Virus Covid 19 paling kecil dibanding Virus Mers yang terkenal dari Unta, dan Virus Flu Burung 🐦. Meski secara jumlah terus melonjak seiring dengan jumlah pasien Covid (dua per seratus dikalikan angka paparan). Ratusan negara juga sih. 

Akhirnya, Zoom di level RT ini menyadarkan nalarku “memanusiakan manusia“. Kenapa? Sosok manusia dalam perannya berkontribusi dalam meraih manfaat. Bukan karena dokter saja, namun dokter yang dapat mengajak dokter lain ke area perumahan atau masyarakat tetangga. Pun analogi kalimat yang renyah di frekuensi logika sederhana masyarakat akar rumput seperti saya. 

Layanan Arsip, untuk DUPAK Prakom

mau tanya, mas Nurul pernah mengarsipkan dokumen SLKS tahun 2016 nda ya, eh, SLKS itu per SK ya mas? atas nama Aldi Martino dan Ahmad Luthfi, soalnya mereka seangkatan 2006, buat dupak, biasa… ” Pena Pranata Komputer pada hari Kamis, 8 Juli 2021.

Pena atau WA tersebut mengarahkan nilai KESDM “berarti” yang secepatnya aku bisa lakukan di saat sistem kerja WFH. Ya..kerja dari rumah tentu memerlukan terobosan hingga ku bisa mengimplementasikan nilai “inovatif“.

Aku pun segera mengontak teguh (petugas arsip) yang kebetulan menjalani jadwal WFH /piket kantor di hari Kamis, 8 Juli 2021. Ketujuh anggota tim arsip yang terdiri dari arsiparis dan petugas arsip, secara bergantian WFO sesuai jadwal piket. 

Tolong isi form tersebut, untuk penilaianku. Kalo udah diisi dan ttd, foto aja kirim ke aku, makasih” bales WA ku setelah mengirim file PDF ke Prakom yang sedang menyusun Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit itu. 

Dua file PDF hasil penelusuran arsip hari Kamis itu kumaknai untuk melakukan nilai nilai luhur di kementerian (instansiku). Dan formulir penelusuran atau peminjaman yang telah diisi, ditandatangani dan difoto dan kuterima, menjadi bahan penilaian kinerja arsiparis. 

Akhirnya, penting untuk memaknai dan mengapresiasi sekecil apapun peran kearsipan untuk perkantoran. Termasuk melayani Pranata komputer dalam menyusun bukti kinerja DUPAK. 

Cari arsipnya

Tanpa Arsip, Negara Amnesia“, ungkapan Pak Mordiono Sekretaris Negara di zaman itu. Mungkin itu dulu. Gemana dengan Now, Zaman Minenial??. Tanpa arsip, ya, Gak bisa UTL pekerjaan πŸ€—πŸ€—. (kali….)

Jutaan $ dollar itu memerlukan secarik catatan sepuluh tahun yang lalu, untuk dapat dicairkan. Kamis, 8 Juli 2021, seorang koordinator di Migas bersama Inspektur Migas yang mendatangi ruang arsip.Β 

Penelusuran lembaran kertas sampai buku catatan yang bisa jadi “VITAL“, untuk dukungan pembinaan pengusahaan para usahawan di kantorku. Pasalnya, sejak tanda terima penyerahan jaminan oleh perusahaan, penyimpanan di brangkas, sampai perpindahan kewenangan pengadministasian naskah jaminan yang disampaikan melalui nota dinas, menjadi pembuktian berjalannya tugas fungsi unit kerja.Β 

Rul, ada waktu? Saya telpon y” WA IM lainnya sehari lalu, rabu 7 Juli 2021. Perbincanganku via gawai antar jabatan fungsional itu berujung pada pendalaman keberadaan catatan, naskah, buku yang sama dengan kejadian hari ini.

Pertanyaan demi pertanyaan kujawab dengan penuh antusias. Ya…aku paham betul, peranku di kantor sebagai penjaga rekaman kegiatan. Karena tidak terlibat langsung, aku pun menyebut penjaga rekaman, yang kemudian dipanggil saat saat dibutuhkan saja. 

Meskipun demikian, suatu penghargaan, sudah diajak berdiskusi. Tentu pelajaran berharga buatku dalam peran arsiparis. “Proses bisnis itu memang perlu terekam serta terdokumentasi dengan baik” Pikir ku, setelah merasa diri tak berguna bagi rekan sekantorku itu.Β 

Akhirnya, nalarku terantuk pada kesimpulan klise dari penjaga rekaman kegiatan. Bahwa tersebarnya proses bisnis yang dibatasi oleh unit kerja sampai dengan eselon IV sejak berpuluh puluh tahun yang lalu membuat birokrasi Amnesia. 

Amnesia, lupa dulu brangkasnya yang mana? Lupa apakah sudah diserahterimakan ke unit eselon lainnya? dimana catatannya? Trus kenapa sekarang masih tidak peka dengan rekaman kegiatan, dan catatan kerja?

Selain peka, masih saja khawatir kehilangan arsip. Atau dalih saja, saking cintanya ama pekerjaan, bahkan ketakutan kehilangan lahan, catatan kerja, lembaran naskah disembunyikan di ruangan kerja selama ber puluh puluh tahun lamanya.Β 

Last, ingat juga bahwa perkantoran pun akan mengalami siklus hidupnya. Tuntutan perubahan suasana ruangan demi kesehatan dan produtivitas para ASN nya. Nyatanya: Renovasi, Mutasi, Regenerasi (pensiun dan CPNS) cukup menjadi ancaman atas keberadaan rekaman kegiatan di ruang kerja. 

Cari, SK hari jadi PE

Rul, sorry mlm2, Bsk minta bantuannya ya, kl punya soft file SK Panitia HUT PE Tahun 2019” WA Pranata Humas hasil tranformasi jabatan pada hari Senin, 5 Juli 2021.

Sesaat sampai di kantor, aku pun segera teringat WA permintaan arsip tersebut. Melalui aplikasi sistem informasi persuratan, aku pun berhasil menemukan pdf SK yang dimaksud. “Tolong diisi ya form penelusuran arsip, untuk kredit poinku” Penaku via gawai “Siap rul, makasih ya” balasnya di tanggal 6 Juli 2021

Ilustrasi diatas menjadi bukti kerjaku disaat PPKM Darurat masuk hari ketiga (3-20 Juli 2021). Bersamaan dengan jadwal piket WFO sekali dalam seminggu, kutemukan arsip pdf dengan memgetikkan kalimat kunci “hari jadi pertambangan dan energi”. SK Menteri ESDM bertanda tangan Sekretaris Jenderal tentang Kepanitiaan menjadi lampiran nota dinas Setditjen kepada para Direktur di Lingkungan Ditjen Migas.Β 

Akhirnya, layanan arsip Hari Jadi Pertambangan itu bisa jadi persiapan menyongsong peringatan di setiap September. Sebagaimana tahun lalu yang berpesan “Insan Pertambangan harus kreatif dan inovatif” baca πŸ‘‡

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/09/29/75-th-pertambangan-untuk-indonesia-maju/?preview=true

Sepedaan Ngantor ke-4 (demi Imun)Β 

Pak Nurul, request tulisan berjudul meningkatkan imun” ujar pak Basuki kepadaku pada Selasa siang, 6 Juli 2021 kala rehat. Pak Basuki, bagiku seorang legend.Β Selain itu, sosok setia dalam tarekatnya, alias mulia dalam pilihan dan penerimaan atas pekerjaannya.Β 

Kalimat tanya pak Basuki diatas, seolah memberikan pengajaran kepadaku, betapa pentingnya “Imun“. Pak Basuki bukan bertanya untuk mencari jawaban. Beliau merequest tulisan yang berjudul meningkatkan imunitas tubuh untuk menyebar pesan positif.

Tentu bukan Imun yang diperjualbelikan oleh pialang, makelar bahkan sampai konsultan ahli. Bukan pula semata imun yang terbentuk dari pertukaran nilai rupiah saja. Apalagi imun dari produk modern yang sudah di iklan iklankan. Pokoknya imun dari diri manusia untuk menghadapi kondisi wabah Covid yang terdengar mengganas.Β 

Akhirnya, sepedaan ngantor yang keempat dari VTB Beji Depok Jawa Barat ke Gedung Ibnu Sutowo Jakarta Selatan (20 KM), bertemu dengan nasehat Pak Basuki. Kurang tau, apakah pak Basuki setuju dengan pemikiranku. Bahwa satu diantara banyak hal untuk meningkatkan imun ialah bersepeda ke kantor

Nasihat Mbah “Sepeda 🚴, alat transportasi paling praktis, membahagiakan, menghidupkan kecerdasan emosi, dan paling manusiawi“. Bahkan kata Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib), bersepeda ke kantor ciri peradaban atau budaya manusia yang adi luhung meski berasal dari dunia belahan barat.Β 

Antrian KonyolΒ 

Konyol… Kekonyolan apa yang pernah pembaca alami??? Konyol bisa jadi kebodohan level akut… Kurang teliti atau terhipnotis hingga hilang semangat analisa dan tanda tanya di dalam nalar. 

Via aplikasi Halodoc, kupilih janji jam 12 siang. Tepat 15 menit, sebelum jam janjian secara online. “Pak, setelah mobil merah, petugas swab akan ambil istirahat” kata tukang parkir kepadaku. Tanpa pikir panjang dan mendengar arahan tukang parkir itu, aku pun meringsek masuk. 

Berada di lahan parkir marketing office Grand Depok City, dengan sabar terlewati 30 menit di dalam mobil. Satu jam berlalu, ujian kesabaran diiringi kata2 laper dari anak2 kutemui tukang parkir. Setelah mendengar alasan bahwa petugas pengganti terpapar covid, aku pun minta diarahkan untuk keluar antrian. 

Setelah selesai, aku pun kembali di antrian menjelang jam dua siang. Posisi mobil, persis di lokasi tadi sebelum keluar antrian. Gila abis nih… Drive thrue swab test dan PCR covid. 

Alhamdulillah sampailah antrian tepat di depan l petugas registrasi ber APD Lengkap di dalam loket setelah menunggu dua jam. “Nama Bapak tidak diketemukan di aplikasi,coba pak liat” Kata petugas itu.

Setelah di cek, aku dinyatakan salah antrian. Seharusnya di klinik Helix, bukan Drive Thrue teeet tooooot.. Aku salah tempat. Hal konyol yang kualami hari itu, 29 Juni 2021. Meski berasa konyol dan berkecamuk dalam hati, jeda 2 jam menerima hasil “negatif”, hati pun kembali tenang. 

Esensial apa Kritikal?Β 

Sisi lain dari Bencana Nasional non alam dampak Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yakni mengajak kita menyelami presisi dari kategori sektor pelayanan publik. Apa itu? Yakni kategori Esensial dan Kritikal.

Menyadur dari salinan naskah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM DARURAT CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI WILAYAH JAWA DAN BALI yang menyebutkan bahwa: 

Sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19 dan industri orientasi ekspor. 

Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. 

Instruksi yang di syahkan oleh Muhammad Tito Karnavian tersebut dirujuk pula oleh Surat Edaran MenPAN dan RB Nomor 14 tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN yang disyahkan tanggal 2 Juli 2021.

Bahwa selama dua minggu ke depan (4 sampai 20 Juli 2021) dapat diterapkan WFH 100% (seratus persen), bagi layanan publik terkait sektor non esensial. Sedangkan layanan (internal dan ekternal) terkait Sektor Kritikal dapat diterapkan 100% dan terkait Sektor Esensial 50%.

Akhirnya tulisan ini menjadi internalisasiku agar dapat menempatkan presisi dalam kedudukan pada komunitas pelayan publik. Presisi makna PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) menyudutkan persepsiku pada nilai kejujuran dan profesionalitas dari sistem WFH dan WFO. 

Pun kata “kritikal” , “esensial” dan “non essensial” yang dikaitkan dengan jenis layanan publik (internal dan ekternal) tentu akan berada pada frame pemikiran proses bisnis dan Standar Operasional Prosedur yang efektif tanpa mengurangi kualitas output hasil layanan. 

Pdf Covid, Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Siaran pers Satgas Covid Depok, varian Delta πŸ‘‡

Presentasi Percepatan Vaksinasi 2021 oleh Ibu Nadia Tarmizi πŸ‘‡

PPKM Mikro di Kota Depok πŸ‘‡

Vaksinasi Tahap 3 πŸ‘‡

Siaran pers Satgas Covid Depok Juni 2021 πŸ‘‡

Panduan Isolasi Mandiri πŸ‘‡

Pembatasan Proporsional Depok Ke-7 sebelum PPKM Mikro πŸ‘‡

Edaran Percepatan Vaksin πŸ‘‡

Buku Saku (edisi 2) Pasca Sembuh Covid πŸ‘‡

Buku saku (edisi 1) Covid

Ikatan Dokter Indonesia, Rekomendasi Vaksin COVID-19 untuk anak dan remaja 2021 πŸ‘‡

PPKM Mikro Juni 2021 πŸ‘‡

Atas nama Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Perkeretaapian

Buku panduan Sholat Idul Adha πŸ‘‡

Kurban 2021, Walikota Depok πŸ‘‡

Instruksi Menteri Dalam Negeri no. 15 tahun 2021 πŸ‘‡