Komunitas Arsiparis ESDM

Kehadiran via Zoom Meet dari 10 arsiparis yang tersebar di beberapa unit organisasi menarasikan keterhubungan antar arsiparis di Lingkungan Kementerian ESDM. Kamis, 1 Juli di petang hari (18.30 – 20.45 WIB), menjadi ajang perkenalan. 

Di Ditjen EBTKE ada Rizal, Hero, dan Nico yang menggelisahkan grand desain penempatan arsiparis dan juga keberadaan jenjang keterampilan. Apakah penempatan arsiparis harus kembali ke model “sarang tawon“? 

Di Ditjen Minerba, ada Bu Murti, ahli Muda yang berhasil inpasing dan dilantik di April 2021. Pendalaman penyusunan SKP menjadi sudut pandang integritas nya di dalam Kearsipan. Pun BU Davit du Politeknik Migas Cepu yang menggelisahkan dokumen SKP 2020 bersamaan dengan pending nya hasil penilaian kinerja. 

Dari jalur transformasi, munculah Bu Enni di Pusdatin KESDM. Meski tak menampik tanpa arsiparis di unit kerjanya, menunjukkan semangat penyelaman kearsipan. Pun dari Bandung, Ayu Fadilah di jenjang Keterampilan pada Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. 

Sedangkan di Biro Umum ada pak Sumarjo yang telah melenggang di arsiparis Penyelia hasi inpasing. Begitu juga Meta dengan setia mengikuti perbincangan kopi darat hampir dua jam. Bertindak sebagai host di obrolan santai OBRAS atau kopi darat adalah Dua orang arsiparis penyelia di Ditjen Migas. 

Akhirnya, tulisan ini kugunakan untuk menarasikan perlunya rutinitas obrolan santai. Titipan kepengurusan IKADE (Ikatan Arsiparis Departemen ESDM) di penghujung 2019 di Cirebon itu, secara tulisan nonformal telah kukembalikan ke Biro Umum.

[10/5 11.14] Nurul Muhamad: Selamat pagi, Bapak ibu Sejak menerima penunjukan jadi ketua IKADE (Ikatan Arsiparis KESDM) di bulan Desember 2019, formatur pengurus belum secara resmi di lantik atau disyahkan dan disaksikan pihak lain.Dan sampai hari ini, saya sudah dititipin catatan keuangan dan saldo kas sebesar 1 juta.

[10/5 11.17] Nurul Muhamad: Pemberitahuan ini sekaligus menjadi pernyataan kami bahwa secara kepengurusan arsiparis dikembalikan ke Biro Umum selaku Koordinator Arsiparis di lingkungan KESDM sesuai Kepmen No 90/2019 bulan mei

[10/5 11.20] Nurul Muhamad: Demikian, agar nanti jika terlaksana penataan kembali (legalitas dan administratif) asosiasi arsiparis tingkat Kementerian ESDM, itu adalah menjadi ranah kewenangan pihak yang telah diatur sesuai peraturan

Memaknai Perubahan

Selain melayani, juga mengarahkan” Dua kata berkonsepkan “Civil Servant” , masih terngiang di memoriku saat perkenalan Bapak Tutuka, Dirjen Migas yang ke enam belas pada 17 November 2020. Baca juga 👇

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/11/17/dirjen-migas-melayani-dan-mengarahkan/?preview=true

Merengkuh makna melayani dan mengarahkan, tentu berbeda enggelnya, sesuai perspektif masing-masing individu. Bahkan suatu kata akan mengalami perjalanan makna (berubah sesuai konteksnya). 

Beranjak dari komunitas pelayan publik di Ditjen Migas, bisa jadi dua kata “melayani & mengarahkan” tersirat pemaknaan perubahan. Seperti yang kualami, terlibat di komunitas mikro dengan sebutan “agen perubahan”. 

Akhirnya, curhatan diatas menjadi bentuk internalisasi diri yang bisa jadi tak bisa disamakan dengan orang lain. Bahkan dalam kesamaan komunitas, Ditjen Migas sampai di agen perubahan. 

Memaknai perubahan yang disulut oleh nilai nilai Kementerian (Jurnal Inti/Jujur, Profesional, Inovatif dan Berarti), perlu juga terus menarasikan cara pandang pemangku jabatan (Direktur Jenderal). Bukan semata untuk mengaburkan kesan “menuntut perubahan“, namun mentransformasi dan menginspirasi dalam konteks perubahan yang lebih baik. 

Percepatan Vaksinasi

Setelah 181.554.465 juta warga Indonesia vaksinasi, maka kita baru boleh melepas masker, seperti penonton di Piala Eropa” Tutur Siti Nadia Tarmizi, Jubir Vaksinasi pada Kamis, 1 Juli 2021 via Zoom. 

Direktur P2 Penyakit Menular Langsung pada Kementerian Kesehatan menjadi narasumber pada Bincang Kesehatan Ditjen Migas melalui Daring (zoom). Kesimpulan nya : pandemi belum berakhir, perkembangan virus sangat dinamis (mutasi, long covid, Positif persisten, reinfeksi,Vaksin), Pengobatan masih empiric karena belum ada obat yang definitif, pencegahan menjadi hal utama (3M+3T),Vaksinasi sebagai salah satu unsur pencegahan. 

Bincang Kesehatan Pegawai Ditjen Migas tersebut menjadi yang kedua bagiku setelah di bulan Maret 2021 yang menjadi awal program vaksinasi yang dibuka Bapak Alimuddin Baso selaku Pimpinan Tinggi Pratama urusan Dukungan Manajemen Internal Direktorat Jenderal. 

Akhirnya, tulisan ini mengantarkan nalarku untuk mendukung percepatan Program Vaksinasi. Tantangan 7 bulan kedepan (2021) untuk mencapai target lebih dari 141 juta sasaran vaksinasi. Tentu sesuai kapasitas dan kapabilitas ku sebagai warga negara, pun dalam komunitas pelayan publik. 

Spasi Satu,

Pakailah Spasi satu. Kenapa sih standar ngetik naskah dinas itu berspasi satu? Tentu beda saat ngetik tugas kuliah, dianjurkan spasi 1.5 atau bahkan 2.

Pengetikan dengan satu spasi bisa jadi bentuk penyajian komuni kata kedinasan yang efektif. Bayangin, jika satu pimpinan mendapati ratusan surat. Tentu penyajian kata pernah kata di dalam naskah dinas yang ringkas akan memangkas waktu baca. 

Seperti halnya penyajian berita dan penyajian informasi pada buku. Lebih ringkas dengan spasi satu. Terlepas dari itu semua, nyatanya pembuatan naskah dinas berlandaskan ketentuan atau kaidah baku. Di Kementerian ESDM, tata naskah dinas diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No.2 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan KESDM. 

Akhirnya, tulisan ini menjadi cara menginternalisasikan kesepakatan berbentuk peraturan agar menjaga standar naskah dinas di Instansi yang menaungiku. Tentu standarisasi pengetikan naskah dinas dengan satu spasi menjadi cara menaati kaidah peraturan kearsipan. 

Antigen ke-3 di Juni 2021

Bukan karena transmisi keluar daerah atau naik pesawat terbang dan kereta api. Swab antigen dikarenakan tracing, kontak erat kepada teman yang dikabarkan positif Covid-19. Tiga kali di test di penghujung Juni 2021, Puji Syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa, hasil nya “Negatif”.

29 Juni

Metode pengambilan sampel dari hidung itu, tentu menjadi kisah klasik masa pandemi COVID-19 yang akan menjadi cerita puluhan tahun kedepan. Bersamaan dengan turunnya nilai rupiah yang harus dibayarkan, tentu ada perbedaan pandangan terkait rapid antibodi, swab antigen, dan PCR.

25 juni

Kini, nilai rupiah yang harus dibayarkan untuk swab antigen paling rendah di 74 ribu rupiah. Di tanggal 22 Juni 2021, aku ambil yang seharga 85 ribu rupiah. Dan di tanggal 29 Juni, aku ambil antigen di harga 179 ribu rupiah.

22 juni

Akhirnya, tulisan ini menyisakan tanya di dalam nalar. Pertama, antigen disyahkan pemerintah sebagai bagian dari sistem pengendalian penularan virus Sars COVID-19 yang sebelumnya hanya PCR.

Kedua, di tahun kedua masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 merebak dimana mana bisnis layanan swab dan PCR . Ketiga, meski banyak pendapat tingkat validitasnya, minimal saya harus mengakui hasilnya sebagai bagian dari pengujian diri. Bahwa apapun kejadian di muka bumi ini, manusia harus melewati nya. Tentu dalam presisi kebijaksanaan dalam hubungan sistem peradaban dan antar manusia.

Ucapan Ulang Tahun

Spechless, kalo ngomongin ulang tahun. Selain berasa diri bukan apa-apa, bukan siapa siapa, tiada memori yang tersimpan untuk ulang tahunan.

Terimakasih yang telah berkenan menjadi ayah, suami, anak, teman, bos rekan, sobat, tetangga, guru, komunitas, dan semua yang telah menginspirasi ku. Suatu Anugerah dari Nya melalui bapak, ibu, sobat, bro, akang, adik, kakak, senior yang telah meningikan kehormatan ku.

Sepedaan Monas

Tepian persis diatas Waduk Setia Budi itu, pit stop pertama sejak bertolak dari basecamp VTB. “Dua puluh satu kilo pak” Jawab Pak Ari, setelah kulempar pertanyaan. Tak berapa lama, puncak Monas menambah gairah Deri. “Pulang Kampung pak” Teriak Deri yang lahir di Jakarta Pasar Baru Metro yang kini menetap di Depok. 

Setelah mengitari Monas, perbincangan rute pulang berada persis di depan Istana Presiden RI. Tabuh 8.30 WIB, target sebelum jam 11 siang telah mendarat di VTB. Pilihan rute via Tugu Tani, lanjut Patung Pancoran pun terlewati dan berhenti sebelum Aston Simatupang. “Kita sudah dapet 46 KM pak” Tutur Pak Baderi disaat pit stop. 

Akhirnya, sepedaan seri ke 33 bersama Roda Vit melibas 58,9 KM selama empat jam. Hari Minggu 27 Juni 2021 dengan nuansa Jakarta Bangkit 494 tahun mengiringi sikap optimis dan ketenangan dari kabar lonjakan paparan Covid yang melebihi 21 ribu versi Update harian Satgas Nasional. 

Arsiparis Teladan Nasional

Kontestasi Arsiparis Teladan Nasional, bukan semata kompetisi, namun menjadi ajang untuk menguak kontribusi diri dan institusi terhadap perkembangan kearsipan secara Nasional😂. 

Untaian kata itu ⬆ bukan hanya bernada pilosopis 😄 ya… Namun setidaknya jadi perspektif lain setelah dimintain saran dari calon utusan arsiparis KESDM untuk mengikuti ajang tahunan, pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat Nasional. Ya.. Sejak dua telepon 📞tak terangkat itu, dilanjut dengan saling berkirim pesan singkat.

Wa.alaikum salam wr wb Bapak Sehat mugi sehat Aamiin.betul tlp tadi itu persiapan arsip teladan namun berat….tapi pada tdk mau .nuhun” WA arsiparis Madya pada Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi pada Jum’at, 25 Juni 2021. 

Mas nurul, Selo ra mas?, Hehe arep konsul, Mas mbiyen pas pemilihan arsiparis teladan ki proses e pie to?, Presentasi, debat, po ming nggarap soal mas?” Tulisnya pada gawai Nico Arsiparis Terampil di Ditjen Energi Baru Tervarukan dan Konservasi Energi pada Sabtu, 26 Juni 2021. 

Pertama, menunjukkan passion kearsipan. Ketertarikan urusan yang unik menarik tapi tetep saja tidak di lirik. Ini poin penting, bagaimana rasa penasaran tentang kearsipan terus bergelora bersamaan perannya di instansi masing-masing.

Kedua, menjadi diri sendiri. Dari sinilah terbangun presisi yang mantab untuk memancarkan gelora kearsipan. Konteks diri sebaiknya cenderung acuh dengan niatan kompetisi/perlombaan. Acuh bukan berarti tanpa persiapan ya…..

Ketiga, memiliki pemikiran untuk saling memperkenalkan diri dan instansi dalam komunitas kearsipan yang lebih luas (Nasional). Sederhananya, anggepin aja sarana mendapat kenalan baru, wawasan baru, dan berada dalam komunitas kearsipan number wahid. Poin ini akan menjadikan peserta lebih enjoy dan menikmati seluruh rangkaian acara pemilihan arsiparis teladan Nasional. 

Keempat, pesona diri pada unit kerja sampai dengan unit organisasi, seyogyanya berlanjut ke segmentasi instansi. Ini yang tentu diharapkan dari panitia. Simpelnya, kenapa ada syarat “teladan di instansi masing masing”. Setidaknya telah terdapat keterukuran secara personal dari arsiparis atas kiprah nyata yang diberikan kepada instansi. 

Kelima, bisa saja setiap tahun akan terdapat penyesuaian mekanisme kontestasi. Selain penyesuaian tahapan seperti ujian tertulis dan lisan, dinamika kelompok, sampai presentasi, tentu dalam konteks tema yang diusung di tahun 2021. Yakni “Terwujudnya transformasi digital di bidang kearsipan”

Akhirnya, tulisan ini hanya sekelumit angan anganku sebagai mantan peserta selama tiga kali perhelatan pemilihan Artelnas. Pernah menyabet nomor tiga di level ketrampilan bahkan hanya berbekal rekomendasi pimpinan unit kerja (mengisi kekosongan). Sekali ikut karena murni ketertarikan (2016), bermodalkan kepercayaan panitia. Dan terakhir (2019) menjadi pengganti bakal calon usulan kementerian ( tak jadi dalih regenerasi) 

Berikut memoriku pada teladan terbaik kalau itu:

  1. 2014, tergambar Kementerian Luar Negeri dengan kiprah dalam kerjasama, dan kemunculan jabatan arsiparis (level ahli). Sedangkan di level terampil tergambar pada Pusat Arsip UGM dengan kiprahnya mobilisasi mahasiswa di ranah penataan Arsip.
  2. 2016, Kementerian Kehutanan sebelum menjadi KLH di level terampil dengan peran arsiparis terampil berkonsep simpul terkecil JIKN (Ditjen Planologi), dan level ahli ada di Pusat Arsip IPB yang memang memiliki konsen pada pengembangan kualitas SDM ( jago ngajar).
  3. 2019, Kementerian Kesehatan dengan passion arsiparis terampil di STIKES Yogyakarta, (melalui jabatan pengadaan untuk sarana simpan arsip dan tukang lembur nata arsip). Sedangkan di Level Keahlian oleh Pusat Arsip UGM dengan peran redaktur penerbit Kearsipan serta desiminasi kearsipan. 

Last, selamat 🎊🎉berpesta ria. Bagiku, ajang itu menjadi hari dimana arsiparis merayakan eksistensi nya di dunia kearsipan. Bisa jadi jutaan rupiah sampai perjalanan ke luar negeri menjadi wujud penghargaan.

Namun bukan itu, yang lebih terasa dan terkesan adalah penghargaan batin serta keterhubungan dengan para arsiparis lintas sektoral, lintas daerah, lintas instansi, lintas pendidikan, lintas keahlian dan keterampilan, lintas dukungan pimpinan,lintas unit kearsipan, lintas lembaga kearsipan. 

Sekembalinya dari ajang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional tentu akan memancarkan aura perubahan dan pengembangan Kearsipan. Tentu harus sesuai orchetrasi dari Lembaga Kearsipan Nasional (ANRI). 

Berikut delapan catatanku tentang Artelnas 2019 (tahun 2020, ditiadakan karena pandemi). 

  1. Kompetisi Arsiparis Teladan, 17 Juli 2019 https://wp.me/pa4ylH-7f
  2. Arsiparis Teladan 2019 , 14 Agustus 2019  https://wp.me/pa4ylH-8j
  3. Arsiparis Pekerja Intelektual, 15 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8p
  4. Teladan atau Terbaik, 17 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8w
  5. Finalnya Teladan 18 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8z
  6. Starter Kearsipan, 19 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8B
  7. Penulis Ilmiah atau Cerpenis 19 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8D
  8. Rela Demi Organisasi, 20 Agustus 2019 https://wp.me/pa4ylH-8G

Salam perpisahan, Lemigas

Mas Nurul maaf mau ngerepotin mau cari surat Nomor 15662/28.02/DMT/2005 tgl 27/12/2005 tentang LOBP” WA Arsiparis Madya yang sudah purnabhakti. Tak berapa lama, disusul Banowati, penerus tugas arsiparis di Lemigas. 

Fasilitas Pabrikasi Pelumas Percontohan LOBP yang telah mendapat rekomendasi UKL dan UPL oleh Kementerian ESDM, memerlukan penguatan bukti administrasi dari kearsipan. Dan di hari Kamis, 24 Juni 2021, unit kearsipan Ditjen Migas telah memberikan layanan penelusuran terkait bukti tersebut. 

Mungkin tak perlu publikasi berlebihan, peran kearsipan yang telah turut menyediakan kembali bukti dukung tersebut. Toh keadaan kearsipan masih jauh untuk di anggap handal dalam menerima setiap kebutuhan akses rekaman kegiatan organisasi. 

Akhirnya, tulisan menjadi bentuk keterhubungan ku sebagai arsiparis Ditjen Migas dan arsiparis Lemigas. Cerita dulu, Lemigas menjadi bagian dari Ditjen Migas dan harus terpisah. Ke depan, Lemigas akan menjauh dari KESDM, bergabung dengan BRIN (Badan Riset Nasional)