Contigency Aplikasi Surat

Sekali dalam setahun, gangguan aplikasi surat. Terakhir di 15 Mei 2020, saat maintenance jalur data center. 👇

https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2020/05/15/kehandalan-tik-di-tengah-pandemi/

Melalui WAG, Info jam 11.10  sampai dengan 18.38 WIB di hari Senin 7 Juni 2021. Pengelola Aplikasi Surat Pusdatin: Yth. Bapak/Ibu Pegawai Kementerian ESDM Sehubungan dengan adanya gangguan pada aplikasi Nadine, kami informasikan bahwa layanan Nadine untuk sementara ini tidak dapat digunakan. Kami sedang menindaklanjuti dan memonitor perkembangannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, terima kasih. Kapusdatin ESDM,🙏🏻

Seperti tahun lalu, penyelesaian kendala aplikasi surat pun telah memangkas satu hari kerja. Hal tersebut tentu memiliki perbedaan sudut pandang. Pun yang terekam melalui grup para petugas persuratan. 

Jika dikelompokkan, terdapat tiga hal yang mengerucut pada tindakan kontigency yakni

  1. Metode konvensional (karena memang output surat ke luar masih bertandatangan basah). 7/6 19.26] pengelola Persuratan tingkat Menteri:”….di TU Menteri, misal hari ini nadine error bisa lihat dulu dari daftar arsip yg di buat manual oleh staf, atau bisa di lihat dari arsip fisik (ttd basah) yg kmrn di nomorin”
  2. Back up konvensional : 7/6 19.55] pengawas TU Kementerian: “Bapak/ibu, rekan2, sebagaimana sering kami sampaikan, bahwa seyogyanya apa yg telah ditandatangani oleh pimpinan, sekretariat tetap menyimpan berkasnya dlm oudner, meskipun ditandatangani secara elektronik. Sehingga jika terjadi kendala sistem, penomoran tetap berjalan meskipun manual terlebih dahulu”
  3. Menunggu aplikasi surat selesai diperbaiki. Pada kondisi ini lebih bernalar. Terlebih bagi unit organisasi yang memiliki kepercayaan tinggi atas keberadaan SPBE. Hal ini memerlukan disclaimer atau pernyataan resmi dari Otoritas pemilik bisnis proses. 7/6 18.43] pengawas TU Menteri: “Baiknya ada rilis resmi dr Pusdatin terkait gangguan ini, apa akan ada estimasi waktu perbaikan sampai kapan,  kemudian apa akan ada pengaruh terhadap proses yg sempat dijalankan hari ini, rilis formal saat problem selesai (trouble ticket) sehingga menjadi acuan bagi pelaksana ataupun pimpinan bahwa memang ada masalah Nadine pada rentang waktu saat ini sehingga mempengaruhi proses waktu penyelesaian persuratan,…..menyiapkan mekanisme penanganan sementara proses persuratan apabila terjadi kendala Nadine, dengan estimasi waktu perbaikan yg terukur (misal, kalau 1 jam harus bagaimana, lebih dr 3 jam bagaimana)..”

Akhirnya, tulisan ini akan menjadi dokumentasi dalam penyiapan umpan balik dalam menjaga kehandakan TIK untuk urusan persuratan. Tentu memerlukan kendali dari manajemen sebagai pemilik bisnis proses. Pada otoritas berwenang, terdapat bentuk Contigency sebagai inisiasi mempertahankan tingkat kepercayaan SPBE. 

Desiminasi Arsip

Ir. Soekarno
Tan Malaka
Logo Hari Kearsipan Nasional
RM Djokomono Tirto Adhi Soerjo
BPUPKI
Presiden Soeharto 1972
PON 1953
Batavia 1920
Taman Mini Indonesia Indah 1988
Roeslan Abdulgani
Ratulangi
Kepolisian 1958
Sri Sultan 1966
Sukarno, 1949
Kabinet RI ke V 1947
Jemaah haji 1950
Sri Sultan
Istana Negara
Istana Negara
Olimpiade
Gamelan
Pramuka
Soekarno
Soetomo
Ahmad Dahlan

Sepedaan Ban Bocor

tidak bisa” jawab tukang tambal ban di Jalan Lenteng Agung, persis sebelah soto Boyolali. Aplikasi Gojek pun mempertemukanku dengan Tukang taksi Online setelah lima menit menunggu. Sepedaan Ban Bocor menjadi cerita di kali ke-30 bersama Roda Vit dengan torehan nyaris 700 KM. 

Minggu 6 Juni 2021. Pada 12 KM pertama meninggalkan VTB, paku kecil menusuk ban belakang. “anginnya habis tuh” sela Pak Iqbal di depan Indomaret tanjung Barat sembari membuka botol air mineral. 

Akhirnya, aku pun tiba di VTB mendahului rombongan. Terutama pak Baderi dengan empat kali teleponnya. “sejam ditunggui, eh mendahului” bisiku dalam hati 😊😊😊😅

Kaidah, Ngonsep Surat

Pengukuran ketepatan pembuatan naskah dinas seperti pencantuman kode klasifikasi, penentuan ukuran kertas, gramatur/berat kertas, struktur naskah, pemakaian jenis dan ukuran huruf, kata sambung perpindahan halaman, batas tepi, nomor halaman, tembusan, penggunaan logo, pembunuhan paraf, penandatanganan sesuai kewenangan, pelimpahan kewenangan, dan  penggunaan cap dinas menjadi satu diantara pembahasan berkumpulnya ASN Ditjen Migas pada peran pengadministrasi, sekretaris pimpinan dan petugas persuratan serta analis tata usaha di Ruang Strategis pada Jumat 4 Juni 2021. 

Nyatanya, kaidah pembuatan naskah dinas menjadi perhatian agar sesuai kaidah yang telah ditetapkan. Apa alat ukur nya? Yakni Peraturan Menteri ESDM No 02 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Kementerian ESDM. 

Forum pengumpulan bukti dukung pengawasan kearsipan internal Kementerian ESDM di Ditjen Migas pada hari Jumat 4 Juni 2021. Forum yang diikuti seluruh pengadministrasi umum yang tersebar di Subdit dan bagian di Ditjen Migas.

Akhirnya, tulisan ini hanya menjadi satu enggel dalam penerapan kaidah pembuatan naskah dinas di Ditjen Migas. Pengumpulan sampel naskah dinas yang diterbitkan pada unit pengolah (Direktorat, subdit, dan Bagian di Lingkungan Direktorat Jenderal Migas) menjadi kesepakatan forum tersebut. 

Sampel Naskah dinas tersebut secara kuantitatif akan membuktikan penerapan kaidah pembuatan naskah dinas. Tentu dengan tidak mempermasalahkan perubahan format tanda tangan, berat kertas dan seterusnya yang ditinggalkan kala penerapan tata naskah dinas elektronik. 

Inspirasi dari Bapak

Wahono, Solmisasi keyboard

Figur yang melengkapi tumbuhnya jiwa dan raga. “ngopo kuliah le..nek ujung ujunge kerjo kasar” tutur Bapaku. Meski nggak persis di hampir dua puluh tahun yang lalu kala terucap, namun pitutur itu yang menancap di memori pembentuk jiwaku. 

Apa yang terjadi, dengan pitutur itu? Justru yang kulakukan mengambil dua universitas sekaligus berbarengan tantangan bapak untuk langsung bekerja.

Kurang lebih di tahun 2003, pitutur seorang bapak bagiku bukan ancaman atau larangan. Justru menjadi tantangan untuk bisa membuktikan, asal penuh kepercayaan diri. Selain dua kampus (IAIN Sunan Kali jaga dan FIB UGM Yogyakarta), aku jalani bekerja berkeliling dengan motor sebagai tukang roti. 

Meski pada akhirnya, lepas sembilan bulan keterujian sakit fisik dengan opname di RSUD Sleman beberapa hari, telah menghentikan episode bekerja dan kuliah. 

Bapak

WAHONO

Memori kepada Bapak, menemani sepanjang hayat. Apapun pencapaiannya, tentu menjadi idola. Setidaknya harus mengidolakan. Sebagai bukti tunduk penghayatan “Bhakti kepada Orang Tua” .

Tak menggubris rendahnya derajat pekerjaan ukuran dunia. Toh semua hanya sebagai sarana menggapai rejeki yang berasal dari Sang Pencipta. Tentu si Bapak lebih Hebat dari si Anak.

Kemahiran seni seruling yang tak bisa aku dapatkan. Mungkin itu titisan. Karena hanya Bapak saja yang bisa memainkan alat musik suling bambu.

Pun solmisasi yang sudah tertanam di perasaannya. Perabaan nada 🎼 yang bisa jadi tanpa kursus atau sekolah sebelumnya. Pokoknya hebat lah, Bapaku.

Layanan Arsip, Tugas Berarti

Mas Noee, Nyimpen dok ukl upl taun 2018?, Kota pasuruan dan kota probolinggo” pena Inspektur Migas pada Direktorat Infrastruktur Migas pada  [1/6 15.56]. Meski hari libur, ada saja pertanyaan terkait layanan arsip. 

Kita tau kalo 1 Juni 2021 adalah hari libur nasional memperingati hari Lahir Pancasila. Meski libur, mereka yang ngurusin pembangunan infrastruktur migas masih saja membutuhkan arsip. Pertanda bahwa mereka selalu on call ya… 

Namun demikian, tidak pada layanan arsip.  Pemenuhan layanan arsip harus terbatas dengan hari kerja dan perkantoran. Selaku, petugas arsip Ditjen Migas berhasil menyajikan dua buku dokumen UKL dan UPL pada tanggal 2 juni 2021. Selain layanan penelusuran, menyatu pula layanan pemindaian atau alihmedia ke format pdf. 

Akhirnya, tulisan ini hanya akan menjadi bagian dari bukti kerjaku dalam pemberian layanan kepada pengguna. Layanan kebutuhan arsip untuk mendukung pelaksanaan tugas para profesional di bidangnya demi mensuport pelaksanaan instansi sektor migas. 

Layanan arsip menjadi jalan untuk petugas arsip merasa lebih berarti. Sebagaimana nilai nilai Kementerian ESDM: Jujur Profesional Melayani Inovatif dan Berarti

Sepedaan Kantor Migas

40 KM, VTB Depok – Gd. Ibnu Sutowo Jaksel (PP) menambah koleksi jarak tempuh sepedaanku. Orang bilang Bike to Work (BtW), sepedaan menuju ke tempat kerja. Aku pun mem BtW kan diri di hari Rabu, 2 Juni 2021.

1 jam 10 menit saat berangkat, selisih lebih 15 menit saat pulang. Ke kantor, jalan lebih cenderung turun daripada saat kembali ke rumah. Ya…karena arah utara mengarah Laut Utara Jawa, sedangkan ke arah selatan mengarah ke puncak bogor. 

Akhirnya, badan dan semangat terpacu sepedaan membekas pada kaki yang terasa panas. Lepas mandi di jam 5 sore, kantuk pun tak dapat kubendung hingga terdengar kumandang Adzan Isya. 

Soto Bu Tjondro

Warung soto plus, bukan hanya menu soto namun masih ada Gudeg, Pecel, Urap, Sayur Asem yang dijajakan di warung Bu Tjondro. Kebetulan untuk dua kali nya, aku mengajak keluarga menjajal di Jl Tole Depok. 

Sebelumnya, beberapa tahun lalu aku menjajal warung yang berada di sebelah Lapangan Terbang TNI AL Pondok Cabe. Ternyata warung harus bercabang ya… Biar didatangi banyak pelanggan. 

Aku tidak memesan menu andalan yakni Soto. Kesukaan anak anak pada ayam Kremes, menjadi alternatif tatkala menu paket hemat disajikan dengan sayur seharga 30.000 rupiah. Aku pun memilih sayur Pecel, sebagaimana incaranku sejak bertolak dari rumah. 

Akhirnya, tulisan Soto Bu Tjondro ini menjadi bagian membangun rasa kekeluargaan diantara kami. Kebiasaan kuliner Soto mengiringi bangunan rumah tangga kecil. 

Libur!!!, Pancasila

Bagaimana kamu memaknai Pancasila? Apa hanya bermakna libur gawe/kerja??, setidaknya sejak 2016. Nyatanya butir butir Pancasila dapat dimaknakan secara hidup oleh Mbah Nun (Idolaku). Apa itu?? yaitu Fondasi, Pendidikan, cara main, dan pembagian peran demi meraih cita cita mulia. 

Ketuhanan sebagai fondasinya, Kemanusiaan menjadi pendidikannya, Persatuan cara mainnya, pembagian peran dengan hikmat kebijaksanaan, Permusyawaratan dan perwakilan demi meraih cita cita yaitu keadilan sosial. 

Jadi besok libur nih…bisa mandi siang 😅😅, kecuali kalo….. 

Btw, pola memaknai Pancasila ala Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib) dapat juga diterapkan pada nilai nilai Kementerian ESDM lo… Perhatikan deh.. Mirip banget. Lima nilai nilai Kementerian ESDM sama dengan butir butir Pancasila. 

Fondasinya Jujur, pendikannya Profesional, Cara kerjanya Melayani, pembagian perannya secara Inovatif dan demi tujuan Kementerian yakni “Berarti” 

Enam tahun yang lalu, tepatnya di tanggal 18 Agustus 2015, Menteri ESDM menetapkan nilai nilai Kementerian ESDM. Berikut autentikasinya 

  1. Nomor naskah : 1808.K/07/MEM/2015
  2. Jenis Naskah : Keputusan Menteri
  3. Tingkat Perkembangan : Salinan
  4. Format file : pdf
  5. Sumber atau : https://jdih.esdm.go.id/peraturan/Kepmen-esdm-1808-2015.pdf
  6. Jabatan Penandatanganan : Menteri ESDM 
  7. Jabatan pengabsyahan Salinan : Kepala Biro Hukum 
  8. Tanggal Penetapan : 18 Agustus 2015 
  9. Hubungan dengan Kejadian :
    • Menjadikan Kementerian ESDM sebagai instansi profesional, berkualitas, bermartabat, terpercaya, dihormati dan disegani 
    • Pedoman dalam bekerja dan bersikap
    • Landasan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) 
    • Penetapan dan pelaksanaan serta penjabaran kaidah perilaku utama di Kementerian ESDM 
    • Kewajiban bagi seluruh Pimpinan dan ASN Kementerian ESDM dalam tugas fungsinya