
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat adalah satu diantara pemimpin Kementerian Koordinator.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat adalah satu diantara pemimpin Kementerian Koordinator.

Stadion Pakansari, spot sepedaan bareng Roda Vit yang ke-29. Berjarak 38 KM dari Villa Tanah Baru (PP) dengan 3,5 jam. “apa yang menarik di Kabupaten Bogor pak? “ sela pak Ari saat memasuki kawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.ย
Gagu, tak ada jawaban selain menyebut stadion yang pernah menjadi laga timnas pada ajang Piala AFF tahun 2016, dan berlanjut sebagai venue asian games 2018 serta piala Asia U-19 tahun 2019.
Sesaat setelah membaca spanduk hari jadi ke 359 di 3 Juni mendatang, aku terhenti pada kata “luar biasa”, bekas wilayah raja pajajaran ini memiliki 40 kecamatan sampai ke daerah puncak bogor.
Sebagai daerah yang berbatasan di daerah domosiliku, Kota madya Depok, Kabupaten Bogor telah sejajar dengan Kota Bogor. Setidaknya sejak 1982 dimana melalui Peraturan Pemerintah diakui sebagai wilayah tingkat dua di Jawa Barat.
Akhirnya, roda vit telah membuka tabir wawasan berbagai hal, termasuk keberadaan Bogor sejak 359 tahun yang lalu. Pun kepercayaan diri atas stamina tubuh dalam injakan pedal di lebih dari enam ratusan kilometer.
Lepas 421 KM mengendarai Polygon Sierra, aku berganti Tern Link D8 dengan torehan sementara pada poin 199,3 KM meliputi, 21 Maret:35, 5 KM (Gintung), 28 Maret:40,3 KM (BUPERTA), 11 April :16 KM (BSSN), 17 April:18,9 KM (Fly over Lenteng), 1 Mei:13 KM (Margonda Raya), 8 Mei : 14,6 KM (Ngabuburit), 16 Mei:29 KM (Tapal Kuda Pasar minggu) , 23 Mei:26 KM (Urban Farming)
Baca juga ๐ https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/03/18/polygon-sierra-ax24/?preview=true

Era 60-an, organisasi Ditjen Migas mengikuti perkembangan di bidang Perindustrian Dasar/Pertambangan. Ditjen Migas sebagai unsur pemerintah melaksanakan amanahย Undang Undang Nomor 44 tahun 1960 tentang Pertambangan Migas. Selain itu melaksanakan amanah Undang Undang Nomor 13 dan 14 tahun 1963 tentang Pengesahan Perjanjian Karya Minyak dan Gas Bumi.ย
Tahun 1964, pimpinan Direktorat Jenderal Migas disebut dengan Kepala. Baca ๐
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/05/17/ditjen-migas-1964/
Tulisan yang berjudul “Ditjen Migas 1965” kali ini akan meringkas Lapangan kerja, Tugas dan Susunan Organisasi Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi serta Instansi instansi dalam lingkungannya. Melalui Surat Keputusan Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi Nomor 17/M/Migas/65, ditandatangani oleh Dr. Chairul Saleh pada tanggal 11 Juni 1965.
Tentu ini akan menambah rasa kebanggaanku sebagai petugas arsip Ditjen Migas, nyatanya Ditjen Migas sempat disejajarkan tingkat Departemen. Jika di tahun 1964, bentuk organisasi Direktorat Jenderal level, per 11 Juni 1965 menjadi Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi dengan dipimpin seorang Menteri.
Tentu pada tahun 1965, terjadi perubahan ketatanegaraan dimana tertulis dalam surat keputusan menteri urusan Migas No 17 mendasarkan pada Ketetatapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) menjadi dasar Hukum setelah Undang Undang Dasar Republik Indonesia Pasal 17.
Usaha usaha pertambangan dan pengolahan Migas dalam arti yang seluas luasnya merupakan lapangan pekerjaan dari Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi.
Unsur Pimpinan Departemen Urusan Migas antara lain Menteri dan Pembantu Menteri I & II. Wewenang Pembantu Menteri I antara lain Biro Menteri, Biro Umum, Biro Tata Usaha, Biro dan urusan Tenaga Kerja, dan Biro Perusahaan Negara
Pembantu Menteri II berwenang meliputi Biro Pembiayaan, Direktorat Pembinaan Migas, Lembaga Migas. Organisasi Migas terbagi menjadi tiga kelompok besar Pusat Departemen, organisasi eksekutif diluar pusat departemen, dan perusahaan perusahaan negara Migas.
Kelompok organisasi eksekutif di luar departemen inilah yang menjadi urusan substansi Migas yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Migas, Direktorat Pengawasan Migas, dan Lembaga Migas.
Pada tahun 1966, kedua Direktorat menyatu menjadi Direktorat Migas yang terdiri dari Dinas Pengawasan Migas dan Dinas Pembinaan Migas. Baca juga ๐
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/05/19/ditjen-migas-1966/
Sedangkan kelompok organisasi dengan sebutan “Pusat Departemen” disesuaikan dengan sebutan Sekretariat Direktorat. Perubahan sebutan dari pusat departemen menjadi Sekretariat pun terjadi di tahun 1967 dimana jabatan Sekretaris ialah Sekretaris Direktorat Migas.
Di tahun 1967, Direktur Migas membawahi Sekretaris, Kepala Dinas Pengawasan Migas dan Kepala Dinas Pembinaan Migas (Sumber :Pasal 3 Peraturan Dirjen Migas Nomor 296 tahun 1967 tentang susunan organisasi Direktorat Migas)
Sedangkan menilik Peraturan Dirjen nomor 295 tahun 1967, organisasi Sekretariat Direktorat Jenderal Migas menunjukkan bahwa Sekretaris Direktorat membawahi para Kepala Bagian. Baca juga ๐
https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/05/20/ditjen-migas-1967/

Ganas dan Menular, penyakit yang bisa jadi terasa di Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Negeri Sipil. Bagaimana pendapat pembaca? Sebagian tentu akan jauh dari penyakit itu, namun sebagian lagi masih mengalami? Tidak bis dipukul rata ya….

“Memahami Konteks…. ” penggalan sambutan Alimudin Baso pimpinan pratama urusan dukungan administrasi dan Manajemen Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Gelaran Diklat Service Excelent.ย
Kata “Konteks” mengingatkanku pada klausul di kearsipan bahwa arsip autentik harus mengandung struktur (format), konten (isi), dan konteks (hubungan kejadian/keterkaitan). Konteks ibarat pembatas konsepsi dan definisi. Tanpa melihat konteks secara tepat, maka tergzrus tingkat keterpercayaan arsip. Bahkan tanpa Konteks, arsip disebut tidak autentik.
Trus, apa yang dimaksud oleh Sesditjen Migas terkait memahami konteks? Pelatihan singkat yang sebetulnya menyasar layanan prima, telah dijudulkan dengan bahasa Inggris. Adakah konteks bahasa asing itu dengan eksistensi unit kerja dalam dukungan layanan perkantoran??
Akhirnya, dari kalimat sambutan untuk diklat itu menawarkan kegelisahan penggalian makna kata “Konteks”. Hubungan kejadian di Birokrasi Cq. Ditjen Migas saat ini dengan peningkatkan kompetensi dan kapablitas ASN dalam peran Layanan Internal oleh Bagian Umum Kepegawaian dan Organisasi.

“Berpendapat dan mendengar faham, ajaran bahkan sampai dogma, perlu internalisasi diri sebelum actualisasi” tutur Doktor Hukum yang biasa kami panggil pak Dawai.
Menjelang gerhana ๐, Padang Bulan (bahasa Jawa) atau Bulan Purnama tertutup bayangan bumi secara bertahap dan praktik bersunnahkan Nabi untuk melakukan sholat Gerhana, kupetik pitutur bermaknakan kebijaksanaan.
Rabu 26 Mei 2021, persis di pelataran Mushola Al Ukhuwah VTB menjelang datang dan lepas perginya Super Blood Moon, obrolan Pantry menguak pitutur kebijaksanaan.
Meski agak bergeser dari lokasi kongkow yakni pantry Mushola Al Ukhuwah VTB, namun nuansa kental perbincangan ringan dan tak penting identik dengan obrolan pantry.
Akhirnya Nasi Padang bertaut dengan Gerhana Bulan. Pra dan pasca Sholat Sunat Gerhana, menguak tabir kebijaksanaan manusia dari wilayah mukim perumahan.ย

“Apa trik nya rul, sedangkan arsiparis di Biro saja tidak dapat menemukan arsip Surat Perintah?” pena Pranata Humas Muda. Aku pun menjawab dengan nada berkelakar “Karena arsiparis disana belom pernah mendapat gelar arsiparis teladan tingkat nasional” ๐๐๐
Sudah seminggu lalu, kebutuhan arsip berjenis naskah dinas arahan Menteri di kantorku. Selain penelusuran via aplikasi arsip digital yang telah aku inisiasi sebagai sistem informasi penyimpanan arsip, koordinasi ke arsiparis di Biro pun telah ku lakukan.
“Alhamdulillah” pena analis SDM Aparatur Muda di hari Selasa 25 Mei 2021. Sejak menelpon, kebutuhan penelusuran arsip dapat dirasakannya tak harus menunggu berhari hari.
Melalui tulisan ini aku akan sedikit berbagi tentang keberhasilan melayani penelusuran arsip. Berikut pelajaran yang aku tuangkan poin per poin :
Akhirnya, tema Hari Kearsipan Nasional ke 50 yakni “Mewujudkan Arsip Digital” Kearsipan bakal lebih menawan. Baca juga ๐ https://muhamadonlinecom.wordpress.com/2021/05/18/mewujudkan-arsip-digital/
Bahkan terakhir beridiom “ngarsip Digital itu ya… Nge Pdf in” bakal menjadi gairah arsiparis, setidaknya untuk saya.ย

Terimakasih Charles Gheske, penemu format file pdf. Jasamu mengubah dunia dalam digital begitu teramal dalam Jariyah yang bisa jadi tak terhingga. Siapa dan urusan apapun tentuย memanfaatkan format pdf. Pun aku, di bidang kearsipan yang semakin dibuat mudah saat maklumat gratis bahkan menjadi standar dunia dalam transaksi data digital hingga 50 tahun kedepan.
Seperti hari ini, layanan kearsipan kepada Bu Indasah Staf Standarisasi terkait pelimpahan kewenangan Dirjen Migas terkait Pelumas. File pada satu dasawarsa yang lalu pun secara sigap kutemukan di aplikasi persuratan. File pdf hasil pemindaian yang terunggah di database dan tersimpan di server yang masih terpelihara dengan baik telah mengubah wajah kearsipan.
Dunia sudah tak ragu lagi menyimpan arsip dalam format pdf. Karena keseharian kita tidak lepas dari file format pdf. Dan pdf lah yang memudahkan kehidupan ini.
Saat ini, standar kearsipan bertumpu pada pdf. Jejak kertas yang diyakini autentitasnya di depan penegak hukum, dapat disamai dengan jejak digital. Kasus skandal kampanye Presiden Amerika Serikat, Trump dapat dibuktikan dari jejak digital yang ada di pdf. Sumber tautan berikut ๐
Akhirnya aku harus bilang “ngarsip itu ya… nge pdf in”

“Kalo ada ruang terbuka, manfaatkan sebagai kawasan hijau” promosinya Kebun Maisa Petani. Sepedaan Roda Vit di Minggu, 23 Mei 2021 terhenti tepat Kebun Maisa Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan. Warna seragam sepedaan Warga Villa Tanah Baru seolah menuntun pada spot pecinta lingkungan.ย
Dari Kebu Maisa Petani, sepedaanku yang ke 29 bersama Roda Vit telah mendapat inspirasi dedikasi seorang Ibu kepada anaknya yang berkebutuhan khusus memasuki usia produktif.ย
Bermula dari bayam dan sawi di rumahan berkonsep urban Farming dengan Hidroponic, Aquaphonic (Sumber akun YouTube Tanpa Batas), telah menginspirasi pemanfaatan Lahan Terbuka Hijau.
Akhirnya, 26 KM sepedaanku telah menembus pemahaman vitalitas tubuh, stamina badan bersamaan dengan kepedulian seorang Ibu melalui Urban Farming. Alam telah menginspirasi Dedikasi kepada anak, begitu juga alam berdampingan dengan vitalitas dan stamina dengan bersepeda.

Di pojok itu, terbiasa berkelakar sembari menunggu datangnya Waktu Sholat. Kopi dan obrolan santai menjadi kebiasaan, bahkan selepas waktu berjamaah.ย
Sejak omongan permukaan sampai mendasarkan suatu perspektif kehidupan. “obrolan pantry bukan untuk mencari kesimpulan, namun menimbulkan kegelisahan berikutnya” kelakarku. Yang dituju bukan bersepakat, namun lebih bermuara penggalian pendapat atau menjadi otokritik, atau gosip yang membangun.ย

Kebiasaan pantry telah menghangatkan keberadaan mushola. Meskipun orangnya itu itu saja, namun nuansa Mushola tentu menjadi sudut lain sebagai tempat tongkrongan. Kadang masalah sosial, kemasyarakatan, bahkan keberagaman meski lebih sering hal hal yang tidak penting.
Semoga menjadi penghalau untuk berfikir jahat atau mungkar, atau kufur. Oboral pantry adalah sisi lain dari keberjamahan,dan barang tentu mengakrabkan antar sesama.