“Kang nurul… Maaf ganggu.. Bisa saya telp ?”, pena Agus Yulianto – analis kegiatan usaha hilir pada Sub Direktorat Penyimpanan Migas. Merasa dibutuhkan dalam layanan kearsipan, aku pun membalas dengan menelpon setelah mendapat pena Whatsapp tersebut.
Dan benar, yang bersangkutan mencari dosir pegawai atas nama sendiri untuk dibawa ke instansi tujuan mutasi. Ya… Mutasi antar instansi dari Kementerian ESDM Cq. Direktorat Jenderal Migas ke Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes.
Lepas menghadap pejabat administrator urusan kepegawaian di Sekretariat Direktorat Jenderal Migas, arahan yang didapatkan ialah menghubungi arsiparis. Akhirnya, tulisan ini sebagai bukti kerja juru kunci RecordsCenter pada Gedung Ibnu Sutowo. Aku telah melaksanakan tugas dalam pemberian dukungan manajemen Cq. Layanan Perkantoran Internal (Layanan Kearsipan).
Jumat, 12 Maret 2021 bertempat di Perkantoran Kementerian ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, aku mengikuti Vaksinasi COVID 19 yang pertama. KESDM menggandeng RS ABDI waluyo untuk melakukan Vaksinasi pada ribuan pegawai ya.
Berkenaan program pemerintah Indonesia terkait Vaksinasi gratis untuk para pelayan publik, Ditjen Migas pun menyelenggarakan sesi ceramah pada 10 Maret 2021. Aku yang mengikuti via Daring, turut menggarisbawahi informasi dari pakar Virus yang juga bekerja di WHO.
Ke-20 kalinya turun sepedaan bareng “RodaVit“, menyasar Situ Cilodong Depok. Jarak 27,3 KM pulang pergi menjadi prestasi Sarwan (Bp. ALEX) Marbot Masjid Izzati.
“gemana pak?” sapaku setelah sampai di Situ Cilodong. “iya, tukang jatuh ni” dengan gelak candanya menghalau rasa keki. Ya… Kedua kalinya beliau mendapat cobaan terjatuh dari sepeda.
Meski menyebut dirinya tukang jatuh, tak menyurutkan semangat bapak penjaga Masjid di sekolah dasar islam terpadu (SDIT) di sebelah Villa Tanah Baru. Hal itu nampak dari semangat untuk menggowes pedal sepedanya.
Akhirnya, Minggu 14 Maret 2021 ini aku mendapat pelajaran berharga dari Bapak Alex. Bahwa semangat itu memang harus dijaga untuk melibas jalan tanjakan dan turunan. Seperti dalam kehidupan di dunia, cobaan dan tantangan itu harus dibumbui candaan. Bersama candaan, akan terjaga gelora semangat.
Tepat di pinggiran jalan RE Martadinata Pamulang Timur, Tangerang Selatan terpampang foto Hj. Widodo pada plakat warung Soto. Penjaja makanan yang katanya Khas Boyolali. Ciri kuah gurih dari kaldu ayam kampung bercampur nasi putih, serasa bikin nagih.
Sempat tutup di awal masa Pandemi COVID 19 dan buka model drivein (makan di mobil), kini warung Soto ini kembali ramai. Semangkuk soto ayam campur dengan Rp 9.000′- (belum termasuk pajak restoran) cukup menjadi daya tarik para pembeli.
Akhirnya, jajan soto itu selingan makan di rumah dan Pun jadi cara mewujudkan tekat untuk tidak Nge-Mall. Sabtu, 13 Maret 2021 bersama Nasywa, Dipta dan Rara.
Dulu sih belum soto betawi. Sepuluh tahun lalu aku mengenal warung Soto Barokah cabang pasar Pondok Gede di utara perempatan pertanian Jakarta Selatan. Kala libur kerja (sabtu or minggu) kelar joging di Ragunan, berbarengan menyempatkan sarapan soto Barokah.
Soto Barokah, pun langsung akrab dengan lidah jawaku ini. Bagiku, warung Soto Barokah tak semata penjaja makanan penghilang lapar, namun terisi kenangan kebersamaan semasa kos di gang Sawo (Depan ANRI) jalan Ampera Raya Cilandak Jakarta Selatan. Ciri hidangan kuah khas panas ini, cocok disantap di pagi hari. Setidaknya sebelum jam 10 WIB.
Akhirnya, tulisan soto bukan semata mengikuti tren kuliner, namun nyatanya Gus Baha (Kyai Idola terkini) mempunyai sudut pandang “hidangan dan makan sebagai bahasan top di dalam Islam. Bahkan lebih dari logika obat demi terangkat derita sakit. Makan menjadi penting dikala sakit dan dikala sehat.
Tulis tersebut sebelum mengikuti Vaksinasi COVID 19 di Kementerian ESDM padaJumat, 12 Maret 2021
Halo penikmat Soto… Tentu tidak asing lagi dengan Soto Seger Mbok Giyem asli Boyolali. Foto mbok Giyem telah dipajang di plakat pada cabang di Jalan Gandul Raya Depok ini mencerminkan penghargaan kepada penjual pertama. Atau bisa juga sebagai bentuk kenangan untuk pendahulu yang bernama “Giyem”.
Mangkuk kecil dan sendok bebek dalam penyajian soto memang hampir sama dengan Soto Kudus. Namun demikian, cita rasa yang berbeda menjadi daya pikat para konsumennya. Lidah Jawa sepertiku akan ketagihan dengan Soto Mbok Giyem.
Akhirnya, Rabu 10 Maret 2021 menjadi yang kedua bagiku sendirian mengisi perut di warung ini. Sebelumnya juga pernah sekali mengajak anak dan istri. Sedangkan Soto Mbo Giyem di Ruko Pondok Cabe (Gaplek) pun tiga kali.
Transparansi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Daftar Harta Kekayaan dikuasai dan dimiliki menjadi kalimat kunci Sistem Pelaporan Harta Kekayaan ASN atau yang disingkat dengan SIHARKA, dapat diakses melalui https://siharka.menpan.go.id/index.php/login
Kriteria kewajaran pelaporan diantaranya ialah data diri ASN secara benar (pembanding data Biro SDM, KESDM), tidak diisi dengan 0 atau bahkan Minus, penghasilan tidak diisi dibawah 72 juta, pengeluaran tidak diisi dibawah 22 juta, dan profesionaljudgement Auditor.
Rabu, 10 Maret 2021, Tim Verifikator LHKASN dari Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM menyelenggarakan forum menuju kepatuhan terhadap kewajiban penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN. Satu diantara dengan sosialisasi aplikasi SIHARKA yang dirilis oleh Kementerian PAN&RB gelombang I selama tiga jam dengan 170 an partisipan di dalam jaringan (daring).
Aku yang mendapat penugasan pada acara tersebut, mencoba mendalami kembali terkait adanya Surat Edaran yang diterbitkan oleh Kementerian yang mengurus Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Di tahun 2015 sampai dengan 2020, aplikasi LHKASN dilaksanakan dengan pengisian formulir yang telah ditetapkan.
Kini di tahun 2021, pemanfaatan teknologi informasi mengkondisikan para ASN untuk secara aktif mengakses aplikasi secara online sesuai dengan user dan parword yang dikoordinir oleh unit kepegawaian.
Uraian dari para Verifikator LHKASN menyasar panduan aplikasi yang berisi tata cara pengisian aplikasi. Pun pertanyaan dari partisipan seputar harta sebagai penghasilan para ASN yang harus dimasukkan sebagai data pada aplikasi SIHARKA.
Peran Verifikator dari unsur APIP (Inspektorat Jenderal) ialah memonitor kepatuhan, koordinasi, verifikasi kewajaran, klarifikasi ketidakwajaran, pemeriksaan khusus indikasi ketidakwajaran, pelaporan kepada Pimpinan Kementerian Lembaga dengan tembusan Kementerian PAN dan RB.
Tentu skema LHKSN ini mendetailkan skema LHKPN yang telah ada sebelumnya sebagai bentuk Transparasi Penyelenggara Negara. Artinya, domain para ASN yang tidak masuk dalam kriteria pelaporan LHKPN memiliki kewajiban pelaporan LHKSN.
Pada forum tersebut memang testimoni dari para pengguna aplikasi yang selalu gagal log in. Dan nyatanya, tim Verifikator LHKASN APIP pun merasakan kendala yang sama. Indikasi pengendalian trafic SIHARKA guna maintenance aplikasi.
Akhirnya, arsiparis sebagai satu diantara jabatan fungsional PNS sebagai wajib lapor LHKASN harus memaknai sosialisasi pengisian aplikasi SIHARKA. Sebagaimana Undangan dari Inspektur V pada Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM . Apa makna nya? Yakni bentuk Transparansi, sejak digaungkan melalui Undang Undang RI No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN.
“Tantangan pengelolaan sistem tata cahaya dan tata udara pada Perkantoran berdampak pada Gedung Hemat Energi, selain perilaku para pegawai dan tim gugus hemat energi” menjadi kalimat akhir paparan narasumber pertama, Praktisi Manajemen Building Gedung Hemat Energi ( PT Arkon Pratama)
Di dalam sistem tata cahaya dan udara terdapat potensi penghematan energi. Bahkan buruknya sistem tata udara dikaitkan kemunculan klaster perkantoran pada Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID 19, yang juga berdampak munculnya SickBuildingSyndrome.
Kemudian narasumber kedua acara Sosialisasi Lomba Hemat Energi (LHE) untuk Gedung Perkantoran di Lingkungan Kementerian ESDM yang aku ikuti secara daring pada Hari Selasa, 9 Maret 2021 menghadirkan wakil Himpunan Ahli Konservasi Energi (HAKE)
Menurut ahli Konservasi Energi, pengejawantahan konsep energi berkeadilan sebagaimana UU tentang Energi, dapat direngkuh dengan pendekatan SEU (Akutansi penggunaan energi yang menawarkan peningkatan kinerja energi/ISO:50001-2018. Wujudnya Program Audit Energi
LHE yang diselenggarakan oleh Direktorat Konservasi Energi pada Direktorat Jenderal EBTKE memasuki tahap Sosialisasi tersebut menghadirkan pula BestPraktis yakni Biro Umum Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI menerjemahkan revolusi mental dengan Program Strategis “Kantor Berhias” dengan indikator Ramah, Kearsipan, Efisiensi Energi, Keselamatan Kerja, dan Budaya 5R (Rajin, Resik, Ringkas, Rawat, Rapi)
Infrastruktur Gas Bumi untuk pengguna Rumah Tangga, terus dibangun oleh Pemerintah. Melalui Kementerian ESDM Cq. Direktorat Jenderal Migas, Penggelaran Pipa Transmisi Distribusi Gas Bumi sampai pemasangan sambungan ke dapur rumah tangga dialokasikan dengan anggaran negara. Dari rakyat kembali ke rakyat.
Ilustrasi diatas menjadi simpulanku tatkala harus memisahkan bahan arsip dan non arsip di ruang pengolahan. Amplop surat yang masih melekat dari kepala Daerah yang kooperatif menghadirkan energi untuk rakyat Indonesia.
Pun di tengah keasyikan memilah arsip, kedatangan salah seorang staf Direktorat Infrastruktur Migas, Bapak Justin selaku salah satu dari Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jargas. Kedatangan beliau dengan maksud memberikan informasi awal penyerahan rekaman kegiatan pembangunan baik dari kontraktor pembangunan maupun dan PMC.
“Ruang kerja di Lantai 9 (Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas) Gedung Ibnu Sutowo, tidak memungkinkan lagi untuk menyimpan dokumen hasil pelaksanaan kegiatan jargas” tuturnya kepadaku.
Dengan nada sedikit menjelaskan, Aku sebagai arsiparis Ditjen Migas bersedia mengalokasikan space untuk penyimpanan dokumen jargas. Itu sudah aku lakukan bertahun tahun yang lalu tatkala seluruh PPK Jargas sebelumnya menemuiku di ruang arsip.
Akhirnya, aku harus turut bangga bahwa instansi dimana menaungiku dalam peran Jabatan Fungsional Arsiparis telah mengambil peran menghadirkan negara untuk rakyatnya. Meski sebatas peran si penjaga gudang, namun cukup memberi arti kepadaku. Meski belum sekalipun melihat secara langsung pembangunan fisik JARGAS, namun tatkala aku dapat memudahkan penyimpanan arsip, sudah cukup berarti.
BerNyali, mensyukuri Anugerah Allah atas otot kaki pada injakan pedal sepeda 🚵 menembus 46 KM. Bersama Roda Vit, aku melumat 3.5 jam perjalanan dengan spot Bundaharan Hotel Indonesia. Sejak start dari VTB, 10 KM pertama turun minum di depan Gedung Arsip Nasional.
Sebentar di pinggir Jalan Ampera Raya No. 7 itu, roda vit sengaja berhenti di spot Underpass Mampang Kuningan. Pada memoriku, lepas dioperasionalkan di tahun 2019, kemacetan pada simpang mampang dan simpang Kuningan pun sirna. Super macet pagi dan sore, menjadi pemandangan wajar kala kedua simpang tersebut menjadi akses daerah segitiga emas Jakarta Selatan.
Lepas meneguhkan keyakinan atas stamina di depan Gedung Ibnu Sutowo, spot iconic Jakarta Indonesia (tugu selamat datang) dan jantung Ibukota Negara (Sudirman – Thamrin), terlalu sayang untuk dilama lamakan. Setidaknya dari pengakuan mas Indra, Petugas Keamanan SDIT Izzati yang kali kedua gabung bersama Roda Vit.
Pemandangan sepeda bagus dan orangnya yang tak kalah elok berada di sepanjang jalan dengan diwarnai gedung pencakar langit di kanan dan kiri, menuntun Roda Vit melewati Track yang direncanakan permanen oleh Gubernur Anis Baswedan. Hingga satu celetuk yang tak sanggup tertahan “kayaknya harus upgrade sepeda” kata Pak Margono (warga taman tanah baru yang mangkin mesra dengan Villa Tanah Baru). Ya… Keramaian di jalur CarFeeday tiap pekan kedua dan keempat itu, membelalakkan kualitas sepeda.
Roda Vit kembali turun minum, tepat di Depan Masjid Agung Kebayoran Baru yang dibangun 1953. Masjid yang saat ini diberi nama Masjid Agung Al Azhar (MAA) Dari situ terlihat jelas Moda Transportasi LRT (jalur Lebak Bulus – Bundaharan HI) yang juga telah merubah wajah Jakarta menjadi lebih indah. Pun sebelum turun minum ketiga, tepatnya di depan pelataran One Bellpark Fatmawati.
Akhirnya, di Hari Minggu, 7 Maret 2021 atawa seri ke-17 buatku bersama Roda Vit, mencatatkan rekor terbaru. 46 KM selama 3.5 jam. Selain itu bersama tujuh orang, jiwa ini perlu sarana dalam merengkuh sifat Syukur atas Karunia Allah. Seperti kata Gus Baha dari Channel YouTube, ## perlu hati senang untuk merengkuh syukur kepada Tuhan. Dan untuk hati senang, tidak harus melanggar Norma (kemaksiatan). ## cukup dengan Sepedaan 😍👌😜😂😂